SIANTAR, SENTERNEWS
Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar, kembali gelar Safari Subuh. Kali ini berlangsung di Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Banjar Kecamatan Siantar Barat , Kota Pematangsiantar, Minggu (26//07/2026).
Al Ustadz Fakhruddin Sagala M Pd dari MUI Pematangsiantar pada adara pembukaan mengatakan,, Safari Subuh tersebut merupakan kegiatan kedua. Pekan sebelumnya, berlangsung di Masjid Amaliah Jalan Pdt Wismar Saragih, Kelurahan Pondok Sayur.
“Safari Subuh ini merupakan program Komisi Dakwah MUI Pematangsiantar yang dilakukan setiap tahun,” katanya.
Di hadapan sekitar 80-an jemaah Masjid Al Ikhlas, memperkenalkan para pengurus MUI yang hadir. Selain Ketua MUI Pematangsiantar, Drs H M Ali Lubis sebagai penceramah, hadir juga H Abdul Hakim Lubis MM, H Sarjono SH, Muhammad Rusli M Pd.
Selain itu, H Ahmad Syukri Batubara, H Husnul Arifin M Pd, Andi Lesmana S PdI, M Syafi’i, S Kom, Abdul Rasyid M Si dan Mulyadi pengurus MUI Siantar Utara.
BKM Masjid Al Ikhlas, Sarianto melalui sambutannya menyampaikan rasa bahagia dengan kedatangan Pengurus MUI tersebut. Dan berharap menjadi asbab turunnya hidayah Allah SWT.
Ketua MUI Pematangsiantar , Drs H M Ali Lubis melalui tausiahnya menyampaikan tentang jenis makhluk Allah yang terdiri dari tiga bagian. Masing-msing, ada diberi akal tapi tidak ada nafsu. Yaitu malaikat.
Kemudian, ada diberi nafsu tetapi tidak diberi akal yaitu hewan. Terakhir, ada yang diberi akal dan nafsu, yaitu manusia.
Dijelaskan juga tentang tingkatan nafsu. Pertama Nafsu Amarah (Ammārah bis-sū’). Jiwa yang cenderung mengajak pada keburukan, kejahatan, dan sifat tercela. ”Ini tingkatan paling rendah dalam diri manusia,“ tuutur H M Ali Lubis.
Kemudian, Nafsu Mukhtalitoh yang menyesali perbuatan. Tetapi, tetapa melakukan kesalahan beruang-ulang. Selanjutnya, Nafsu Lawwāmah Jiwa, yang suka mencela atau menyesali perbuatannya setelah berbuat salah. “Ini mulai dapat membedakan antara yang baik dan buruk,” kata Drs H M Ali Lubis.
Kemudian, dijelaskan tentang Nafsu Mulhimah (Mulhamah), Jiwa yang mendapat ilham dari Allah untuk taat. Namun terkadang masih berat meninggalkan maksiat. Mulai terbuka bimbingan kebaikan di dalam hati.
“Terakhir atau kelima, Nafsu Muthmainnah (Muṭmainnah) Jiwa yang tenang, tenteram, dan ridha menerima ketentuan Allah. Senang melakukan ibadah dan amal saleh. Untuk itu, jagalah diri kita, keluarga kita dari neraka,” papar Drs H M Ali Lubis lagi.
Di akhir Safari Subuh, dilakukan poto bersama dan sarapan pagi bersama dengan jamaah masjid yang berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.
Terpisah, Ketua Komisi Dakwah MUI Pematangsiantar, Dr Muhammad Zein M PdI mengatakan, Safari Subuh bertujuan untuk memberi pemahaman tentang ilmu agama dari para nara sumber dan pembinaan mental terhadap ummat. Terutama para generasi muda.
“Safari subuh akan dilakukan di 15 Masjid delapan kecamatan se Kota Pematangsiantar. Dilakukan secara bergilir,” kata Dr Muhammad Zein. (In)






