TAPANULI UTARA, SENTERNEWS
Bisnis narkoba dan bisnis Lodes atau nama lain “parengkol” yang diduga berlangsung di Lapas Kelas II Siborong-borong Tapanuli Utara, semakin diperbincangan berbagai pihak.
Bahkan, bisnis haram itu disebut sengaja dipelihara karena sudah berlangsung lama tetapi belum juga ditindaklanjuti. Sementara, sumber media yang berasal dari orang “dalam” atau penghuni Lapas, aksi tersebut sudah bukan jadi rahasia lagi.
“Kalau soal bos narkoba di Lapas itu berinisial CS dan anggota berinisial RU. Sedangkan bos parengkol atau Lodes berinisial DAS,” kata sumber, Rabu (07/10/2026).
Dikatakan, kamar CS yang dibantu temannya RU di Blok 3 tergolong mewah. Sedangkan
DAS hampir menggunakan seluruh kamar untuk digunakan sebagai tempat kerja Lodes.
Karena sudah berlangsung lama dan ada kesan pembiaran, sumber media ini juga menyebut itu terjadi karena ada setoran per bulan kepada petinggi di Lapas tersebut. Bahkan, regu jaga disebut ikut menerima setoran.
“Terkhusus buat bos parengkol, mereka ini disebut menggelontarkan uang sebanyak 20 juta per minggu. Yang mengutip uang setoran tamping KPLP ada tiga orang,” ucap sumber yang masih merahasiakan ketiga nama tersebut.
Sementara, sampai berita ini dilansir ke redaksi, konfirmasi yang diajukan kepada KPLP Siborong-borong belum ditanggapi. (Ro)






