SUMUT, SENTERNEWS
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) daerah Sumatera Utara melalui konsolidasi wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), menjadi pintu masuk strategis bagi pengumpulan problematika regional.
Pada forum yang berlangsung secara daring itu, sekaligus perumusan langkah konkret atas persoalan yang mengemuka di kawasan Sumbagut, Kamis (20/8/2026).
Hasil konsolidassi tersebut, dipaparkan lima isu prioritas. Mencakup tentang penanganan bencana alam yang tak kunjung tuntas, seperti banjir di Sibolga dan peristiwa terbaru di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.
Kasus keracunan massal yang diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo. Selanjutnya, maraknya peredaran narkotika di Sumatera Utara yang nyaris tanpa kejaran hingga ke akar jaringan.
Kemudian, soal kesejahteraan petani yang masih berada pada titik rendah. Terakhir, ihwal pemekaran Kabupaten Simalungun yang tindaklanjutnya tidak punya kepastian.
Koordinator Daerah Sumatera Utara, Sakhti Pati Alam menegaskan, kelima isu tersebut merupakan klaster kegentingan tertinggi di wilayahnya.
“Pemerintah pusat dan daerah masih abai terhadap respons nyata. Rakyat membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji,”ujar Sakhti.
Sementara, Koordinator Wilayah Sumbagut, Ahmad Arya Attallah menyatakan, tahap awal yang akan ditempuh, penerbitan policy brief sebagai instrumen peringatan dini (early warning system) bagi eksekutif dan legislatif.
“Policy brief ini akan menjadi alarm kebijakan. Jika para pemangku kepentingan masih gamang melangkah, maka dokumen itu akan kami jadikan fondasi untuk eskalasi aksi di tingkat daerah, bahkan hingga ke gerakan nasional,” tegas Arya.
Ditegaskan, konsolidasi BEM SI Sumbagut bukan sekadar forum diskusi rutin, melainkan panggung artikulasi krisis yang nyata di akar rumput. Terbitnya policy brief menjadi uji kredibilitas bagi pemerintah.
Apakah respons kebijakan akan hadir, atau justru kelengahan yang kembali terulang. Tanpa jaminan tindak lanjut yang terukur, bukan tidak mungkin gugatan mahasiswa ini akan meluas dari ruang daring ke panggung-panggung perlawanan di seluruh daerah. (rel)






