SIANTAR, SENTERNEWS
Sekitar 119 orang pelajar SMP Swasta Sultan Agung Pematangsiantar “serbu” lokasi peternakan Lebah Madu Flora Nauli Group di Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, Kamis (08/10/2026).
Kunjungan para pelajar didampingi para guru, disambut Aam Hasanuddin sebagai pimpinan peternakan Lebah Madu Flora Nauli Group. Didampingi staf, Edi Prayitno sebagai pengelola ternak lebah madu sejak tahun 2011 di Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun.
Pada kesempatan itu, para pelajar kelas 8 yang terdiri dari empat lokal itu, duduk di atas tikar menyimak berbagai hal tentang peternakan lebah madu dan berbagai produk yang dihasilkan peternakan lebah di atas lahan sekita 40 meter, berisi sekitar 100 unit koloni (kotak) sebagai wadah penangkar (peternakan).
“Dalam satu koloni, dihuni tiga kasta lebah. Ratu, Pejantan dan Pekerja,” kata Aam Hasanuddin, penerima penghargaan dari Asosiasi Perlebahan Indonesia sebagai Intruktur Andalan Nasional untuk Budi Daya Lebah Apis dan Lebah Kelulut itu.
Dijelaskan, lebah pejantan mengawani ratu untuk menghasilkan telur antara 1.000 sampai 1.500 butir telur perhari. Lebah pekerja terbang mencari makan dari berbagai pepohonan dan bunga-bunga. Sedangkan lebah pejantan mengawini ratu di udara.
Dijelaskan, lebah yang diternak bukan hanya menghasilkan madu, tetapi termasuk propolis yang digunakan sebagai obat berbagai jenis penyakit. Royal Jelly sebagai suplemen, Bee Pollen untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan Lilin Lebah (Beeswax) yang digunakan untuk membatik maupun alat kosmetik.
Pada kesempatan itu, para pelajar dipersilahkan memegang sarang lebah tidak bersengat dan para pelajar tampak berebut memegang sarang lebah dengan berbagai ekspresi yang diabadikan guru dan siswa menggunakan handphone maupun kamera.
Selanjutnya, para pelajar termasuk guru dipersilahkan mencicipi madu hasil lebah yang sudah dihasilkan maupun langsung dari sarang dengan cita rasa manis dan asam. Selanjutnya, dilakukan tanya jawab yang berlangsung komunikatif. Dan, setiap yang bertanya dan mampu menjawab pertanyaan diberi hadiah satu botol kecil berisi madu.

Di sela-sela kegiatan tersebut, ketua rombongan atau guru SMP Sultan Agung, Isyana Ramayani bersama sembilan guru sebagai pendamping mengatakan, kunjungan tersebut merupakan edukasi untuk memperkenalkan para pelajar lebih dekat dengan alam dan mencintai lingkungan.
“Edukasi di luar kelas ini juga untuk menambah wawasan tentang lebah yang menghasilkan madu maupun lainnya. Setelah ini, anak-anak didik akan membuat laporan hasil kunjungan,” kata Isyana Ramayani.
Sebelum kembali ke sekolah, para siswa/siswa dan para guru melakukan poto bersama dan ada yang membeli madu yang sudah dikemas dalam botol dengan harga bervariasi.
Sekedar informasi, selain sebagai lokasi wisata edukasi, peternakan lebah madu Flora Nauli merupakan pusat pelatihan dan pembelajaran serta penelitian bagi kalangan akademika.
Bahkan, ada mahasiswa S3 IPB menjadikan Flora Nauli Group sebagai bahan desertasi meraih gelar doktor, ada juga kunjungan mahasiswa IPB, Unpad, Brawijaya, Andalas dan perguruan tinggi dari berbagai kota lainnya seperti Bengkulu dan peneliti dari Singapura (In)






