SIANTAR, SENTERNEWS
Soal pengelolaan parkir Rumah Sakit (RS) Vita Insani Pematangsiantar yang pergantiannya dinilai sepihak, bahkan tiba-tiba, berdampak terhadap enam juru parkir (jukir) yang tidak gajian selama dua bulan.
“Awalnya kami yang mengelola parkir di lingkungan kompleks Vita Insani ini. Tapi, tiba-tiba diganti dengan cara sepihak karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya dan tidak diketahui apa ada tender,” kata Ketua Umum Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI), di sekitar lokasai parkir RS Vita Insani, Jumat (16/1-/2026).
Dijelaskan, untuk memperjelas masalah tersebut, sebenarnya sudah ada kesepakatan dilakukan pertemuan dengan pihak management Vita Insani dan PT Aska Maju Bersama Medan sebagai pengelola parkir yang baru. Namun, tanpa alasan yang jelas, pertemuan itu tidak jadi dengan alasan yang tak jelas.
“Pertemuan yang seyogianya berlangsung hari ini pukul 15.00 WIB ini, rencananya juga akan dihadiri pihak kepolisian dan mereka juga sudah hadir,” imbuh Ramlan didampingi sejumlah pengurus Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) sampai tingkat kecamatan.
Terkait adanya pergantian pengelolaan parkir tersebut dikatakan sepihak, juga tanpa alasan yang jelas. Bahkan, selama ini pihak SBSI dikatakan tidak pernah punya masalah dengan pihak management RS Vita Insani.
“Kalau seandainya kita punya masalah, tentu diberitahu atau kalau soal pendapatan minta lebih besar, juga harus diberitahu agar dapat didiskusikan. Bukan malah tiba-tiba terjadi pergantian pengelolaan parkir,” ujar Ramlan.
Dijelaskan juga, soal pergantian pengelolaan parkir tersebut diduga punya kepentingan “politik” tertentu. Dan, terkait Jukir sebanyak enam orang ditambah dirinya sebagai pekerja yang merupakan bagian dari SBSI yang tidak gajian selama dua bulan sangat disesalkan.
“Bukan hanya soal gaji, ada beberapa hak normatif pekerja yang juga diabaikan. Antara lain soal BPJS Tenaga Kerja, termasuk juga soal THR dan lainnya,” kata Ramlan.
Apabila permasalahan tersebut tidak juga dituntaskan secara transparan, Ramlan Sinaga berencana mengadukannya kepada Kantor UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Disnaker Sumatera Utara.
“Bukan itu saja, karena ini berkaitan dengan hak warga negara yang diabaikan, saya akan menyampaikan masalah ini keapda DPRD Pematangsiantar untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat,” ujar Ramlan.
Sementara, dua dari enam jukir mengaku benar tidak menerima gaji selama dua bulan sejak terjadi pergantian pengelolaan parkir. “Kalau jukir ada enam orang dan dua bulan tidak menerima gaji tanpa ada alasan yang jelas,” ujar seorang jukir bermarga Sianipar.
Karena tidak menerima gaji dari pihak Vita Insani, para jukir mengaku sulit menutupi kebutuhan keluarga. Bahkan, untuk belanja dapur dan anak sekolah terpaksa harus meminjam uang.
“Ya, kami sangat berharap hak kami dapat dipenuhi dan baru kali ini kami tidak gajian selama dua bulan.,” ujar Sianipar singkat.
Sementara pihak PT PT Aska Maju Bersama Medan melalui supervisor pengelola parkir, Stevani Sahputri mengaku tidak mengetahui mengapa pertemuan yang sudah disepakati tidak jadi. Hanya saja, pihak managemen PT Aska Maju Bersama Medan dikatakan tidak berada di Pematangsiantar. Tetapi di Medan.
“Pihak managemen tidak bisa hadir karena berada di Medan,” katanya singkat.
Sementara, pihak PT RS Vita Insani melalui Dirut dr Maya yang dikonfirmasi sekitar pukul 16.41 WIB tidak dapat dihubungi meski telepon selulernya terdengar nada aktif. (In)







