SIANTAR, SENTERNEWS
Karena dampak sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin mengkhawatirkan, Pemko Pematangsiantar gelar rapat koordinasi (Rakor) dengan unsur Forkopimda (Forkopimda), Jumat (16/10/2026).
Rakor yang dipimpin Walikota Wesly Silalahi, di ruang Command Center, Lantai II Kantor Walikota Siantar itu, hasilnya menyatakan, Pematangsiantar 14 hari kedepan yang dimulai, Jum’at (16/10/2026) dinyatakan siaga darurat bencana kabut asap.
Walikota Wesly Silalahi mengatakan, terkait dengan kondisi kota Pematangsiantar siaga darurat bencana kabut asap selama 14 hari itu, harus segera dilakukan tindakan preventif.
“Situasi siaga tanggap darurat selama 14 hari kedepan atas adanya kabut asap, harus dilakukan peningkatan kesiagaan sesuai regulasi yang berlaku, ” ujar Walikota.
Sementara, Junaedi Antonius Sitanggan sebagai Sekda Pematangsiantar menyatakan, saat siaga darurat diberlakukan, aktivitas pembelajaran di sekolah tetap melakukan tindakan preventif dengan membagikan masker dan pembatasan kegiatan di luar kelas.
“Masing-masing kecamatan harus menerima setiap keluhan masyarakat terkait kabut asap, termasuk jika ada yang terjangkit ISPA, ” ujar Sekda.
Ditegaskan juga, bila diperlukan, silahkan membuka posko di setiap kelurahan/kecamatan. Sedangkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pematangsiantar tetap koordinasi dengan stakeholders.
Sementara, Urat Hatoguan Simanjuntak sebagai Kepala Dinas Kesehatan mengatakan, kondisi cuaca hari ini , Jumat (16/10/2026) agak lebih cerah karena turun hujan.
“Sejauh ini belum ditemukan warga terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), ” ujarnya.
Sementara, perwakilan TNI, Polres, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar mengatakan, mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah kota Pematangsiantar.
Rakor tersebut juga dihadiri, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pematangsiantar, Dedy Idris Harahap dan perwakilan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pematangsiantar. (In)







