SIANTAR, SENTER NEWS
Kantor Staf Kepresidenan (KSP) melalui Sahat Lumbanraja dan Imanta Ginting gelar petemuan tertutup dengan Pemko Siantar. PTPN III dan Polres Siantar untuk membahas soal lahan PTPN III di Kelurahan Gurilla dan Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Santar, Kamis (30/3/2023).
Pertemuan yang tidak dihadiri DPRD Siantar itu, dihadiri Robert Sitanggang mewakili Wali Kota dr Susanti Dewayani . Kapolres AKBP Fernando SH SIK diwakili Kasat Intelkam AKP Bobi Vaksi Pranata SIK. Sedangkan dari PTPN II Kebun Bangun diwakili Manager Perssonalisa, Doni F Manurung.
Usai pertemuan yang dimulai jam 09.30 Wib sampai sekitar jam 11.30 Wib itu, tidak ada pihak KSP yang memberi keterangan. Karena, pertemuan tersebut dikatakan masih akan untuk turun ke kelurahan Gurilla dan Bah Sorma.
”Ya, untuk saat ini belum ada yang bisa kita sampaikan karena akan ada tindaklanjutnya. Nanti akan kita sampaikan,” ujar Sahat Lumbanraja yang dikonfirmasi sejumlah jurnalis.
Sementara, Doni F Manurung dari pihak PTPN IV yang keluar dari ruang pertemuan juga mengatakan hasil dari rapat tersebut belum selesai karena akan ditindaklanjuti ke Gurilla dan Bah Sorma. “Kita lihat nanti bagaiaman di lokasi,” ujarnya.
Sementara, Ferry dari Front Gerilyawan Siantar-Simalungun sebagai pendukung Forum Tani Sejahtera (Futasi) yang menguasai lahan di Kelurahan Gurilla dan Bah Sorma merasa aneh dengan pertemuan tertutup tersebut. Apalagi tidak melibatkan pihak Futasi serta DPRD Siantar.
“Kenapa DPRD Siantar tidak diundang dalam pertemuan itu. Padahal, kita sudah menyampaikan aspirasi kepada DPRD Siantar. Kita jadi heran apalagi pertemuannya berlangsung tertutup,” ujar Ferry.
Sebelumnya, Ketua DPRD Siantar, Timbul Marganda Lingga mengaku memang tidak ada diundang pada pertemuan yang diprakarsai KSP tersebut. “Jangankan diundang, kita sendiri tidak mengetahui tentang adanya pertemuan itu,” ujarnya. (In)






