SIANTAR, SENTER NEWS
Laporan pemukulan mahasiswa yang berunjukrasa di depan pintu gerbang kantor Wali Kota Siantar dan kantor Kejaksaan Negeri Kota Siantar yang diterima Polres Siantar, Senin (3/4/2023) melalui Laporan Polisi No LP/B//167/IV/2023/SPKT/Polres Pematang Siantar, diminta segera diproses.
Pernyataan itu disampaikan, Bill Fatah didampingi Gading Simangunsong dan sejumlah aktifis lainnya dari Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Siantar yang turut mendampingi korban Khairil Mansyah Sirait melaporan ke Polres Siantar.
“Kita dari Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Siantar mengucapkan terimakasih kepada Polres telah menerima laporan korban. Untuk itu, kita juga minta supaya Kapolrs segera memprosesnya,” ujar Bill Fatah Nasution, Rabu (5/4/2023).
Hal senada disampaikan Gading Simangunsong. “Awalnya setelah selesai melakukan demo sekira jam 16.00 Wib, kita mendatangi Polres untuk membuat laporan soal pemukulan itu. Tapi, baru sekira jam 23.00 Wib diterima setelah didampingi penasehat hukum kita Mahrus Alwi Siregar,” ujarnya.
Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Siantar juga mengatakan, dengan ditindaklanjutinya laporan korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku, prosesnya tentu dapat diselesaikan tanpa mengulur-ulur waktu lagi. Sehingga permasalahannya menjadi jelas.
“Ya, kita punya saksi dan bukti siapa terduga pelaku pemukulan terhadap teman kami Khairil Mansyah Sirait yang mengalami memar pada bagian wajah,” ujar Gading Simangunsong sembari mengatakan tetap percaya kepada pihak Polres Siantar.
Seperti diketahui, saat mahasiswa berunjukrasa di depan gerbang kantor Wali Kota Siantar, suasana sempat memanas karena mahasiswa dihadang untuk masuk ke kantor Wali Kota menemui Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA.
Akibatnya, antara mahasiswa dengan personel keamanan yang melakukan pagar betis terjadi saling dorong di depan gerbang kantor Wali Kota. Pada perkembangan selanjutnya, ada mahasiswa mengaku kena pukul dan ada juga terinjak.
Sebelumnya, aksi dorong-dorongan juga terjadi di depan pintu gerbang Kantor Kejaksaan Negeri Kota Siantar dan saat itulah mahasiswa mengaku dipukul oknum keamanan sampai mengalami memar pada bagian wajah. (In)






