SIANTAR, SENTERNEWS
Pematang Siantar (Siantar-red) yang terdiri dari beragam suku, agama dan golongan, pernah menjadi kota paling toleransi di Indonesia tahun 2015. Namun, untuk tahun berikutnya semakin menurun dan 2022, terdepak dari 10 besar.
Fakta tersebut tertuang dalam hasil Indeks Kota Toleransi (IKT) Setara Institute Tahun 2022 yang direlis, Kamis (6/4/2023). Urutan pertama kota paling Toleransi di Indonesia, Singkawang. Urutan kedua dan seterusnya Salatiga, Bekasi, Surakarta, Kediri, Sukabumi, Semarang, Manado, Kupang dan Magelang.
Sekedar mengingatkan, saat Kota Siantar menyandang kota paling toleransi di Indonesia tahun 2015 yang dipubliksikan Setara Institute tahun 2016, peringkat kedau saat itu Salatiga dan ketiga Singkawang.
Namun, tahun 2017 Kota Siantar mengalami penurunan menjadi urutan kedua. Selanjutnya tahun 2018 turun lagi pada urutan ketiga. Pada perkembangan selanjutnya, tahun 2020 yang dipublikasikan tahun 2021, terdepak dari 10 besar. Demikian juga pada tahun 2022 yang dipublikasi tanhn 2023 semakin terpuruk di luar 10 besar.
Terkait dengan penilaian IKT, menetapkan empat variabel dengan delapan indikator sebagai alat ukur. Di antaranya, variabel regulasi pemerintah kota dengan dua indikator. Yaitu rencana pembangunan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan produk hukum pendukung lainnya serta kebijakan diskriminatif.
Kedua, variabel tindakan pemerintah dengan dua indikator. Yakni pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi dan tindakan nyata terkait dengan peristiwa.
Ketiga, variabel regulasi sosial dengan dua indikator. Yaitu peristiwa intoleransi dan dinamika masyarakat sipil terkait dengan peristiwa intoleransi.
Terakhir atau variabel keempat, demografi agama dengan dua indikator. Yaitu heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.
Setara Institute menyatakan IKT diharap dapat memberikan status kinerja pemerintahan kota dalam mengelola keerukunan, toleransi, wawancara kebangsan dan inklusi. (Int/In)






