Senter News
Kamis, 14 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home TREN OPINI
Kondisi stadion sebelum didikat maling dan sesudah disikat maling

Kondisi stadion sebelum didikat maling dan sesudah disikat maling

Stadion Sangnaualuh Siantar, Riwayatmu Kini…

Penulis: Redaksi Senternews.com
13 November 2022 | 06:01 WIB
Rubrik: OPINI
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

KERAGU-raguan warga kota Siantar terkait pembangunan stadion Sang Naualuh di Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Timur, akan bermasalah, terbukti. Karena, kondisinya saat ini hancur-hancuran. Dan, anggaran mencapai Rp 20 miliar, “hanyut ke laut”.

Keberadaan stadion sekarang mungkin layak disebut sebagai lokasi tempat para hantu berpesta pora pada malam Jumat Kliwon diiringi hujan gerimis. Bahkan, beberapa tahun lalu pengedar Narkoba pernah diamankan dari lokasi lengkap dengan sejumlah barang bukti.

Menurut sejarah, sejak era Kolonial Belanda sampai tahun 1990 ke bawah, stadion Sang Naualuh yang sebelumnya bernama Stadion Martoba sebagai base camp Persatuan Sepakola Siantar (Persesi) itu, merupakan stadion kebangaan warga Kota Siantar.

Selain menjadi ajang pertandingan antar club lokal melalui kompetisi Persesi, juga lokasi merumputnya Persesi menjajal kesebelasan luar daerah dan tingkat nasional. Termasuk kesebelasan luar negeri yang bertandang setelah mengikuti Mara Halim Cup era 80-an.

Kalau Persesi bertanding, antusias pecinta sikulit bundar begitu membeludak. Jangankan tribun terbuka terbuat dari semen yang hanya beratapkan langit, kalau tiket habis dan tak bisa masuk, pepohonan tinggi yang mengelilingi luar stadion, malah dipanjat hanya untuk menonton. Sehingga, waktu itu ada istilah, ”pohon berbuah manusia”.

Karena sepakbola Siantar begitu bergairah, sejumlah pemain dari Kota Siantar ternyata cukup menonjol dan pada masanya, ada beberapa yang berhasil memperkuat klub elite tingkat nasional. Bahkan bergabung di PSSI dengan menggunakan kosutm berlambang garuda. Di antaranya, Ipong Silalahi, Bogor Siregar dan Lindung Siregar. Sedangkan Rico Simajuntak pemain Persija sekarang, lahir saat Persesi mati suri dan akhirnya nekad hijrah ke daerah lain.

Kembali kepada kondisi stadion Sang Naualuh yang saat ini hancur-hancuran karena material berat seperti tiang baja dan atap seng berbahan alumunium yang tinggi, lenyap dicuri. Kosen jendela, pintu ruang ganti, WC dan dinding pembatas dari batu bata, juga dipereteli turut tak berbekas.

Kemudian, kalau ditelaah pembangunan mulai tahun 2017, ada dana sekitar Rp 11 miliar lebih digunakan membangun tribun stadion. Kemudian, karena masih hanya berbentuk kontruksi, tahun 2018 ditambah lagi sekitar Rp 6 miliar.

Namun, dengan dana Rp 16 miliar untuk membangun tribun ternyata belum cukup . Karena stadion tetap belum bisa difungsikan, DPRD Siantar mulai mengkritisi. Terutama soal material yang berhilangan karena ketiadan pengamanan. Apalagi pintu stadion di tepi Jalan Stadion terbuka lebar, membuka peluang keluar masuk para maling leluasa beraksi.

Meski pembangunan stadion dikatakan salah perencanaan karena harusnya lebih dulu dibangun lapangan. DPRD Siantar akhirnya setuju menampung anggaran APBD 2021 sekitar Rp 2 miliar lagi untuk pembangunan tembok, drainase dan lapangan. Dana tersebut juga ditambah untuk biaya pengamanan.

Tujuan membangun tembok agar maling tidak semakin leluasa mempreteli berbagai material untuk dijual ke tukang botot. Pembangunan drainase agar air tidak menggenang seiring dengan pembangunan lapangan rumput. Sehingga awal tahun 2022 lapangan bisa difungsikan apalagi gawang juga sudah berdiri.

Nyatanya, meski pintu masuk dari bagian belakang sudah dibangun pakai tembok tebal dan tinggi, maling ternyata masih tetap merajalela. Sementara, drainase yang sudah dibangun tidak berfungsi. Karena, lapangan yang ditumbuhi rumput gajah juga semakin tinggi.

Bersamaan dengan tumbuhnya semak belukar yang sekarang sudah setinggi pinggang orang dewasa. Karenanya, lapangan sudah mulai dapat dimanfaatkan tahun 2022 untuk bermain sepakbola, hanya isapan jempol belaka.

PEMBIARAN
Informasi yang dihimpun, aksi pencurian diduga kuat begitu massif. Untuk melakukan aksi pencuria khususnya tiang baja, tentu menggunakan peralatan khusus. Sementara, dua orang pelaku yang telah divonis 1,5 tahun dan 2 tahun penjara, tampaknya belum menjawab masalah pencurian material secara keseluruhan.

Karena, dari hasil persidangan beberapa hari lalu di Pengadilan Negeri Kota Siantar, barang bukti berupa besi baja dari keduanya hanya 300 Kg. Karena, material khusus tentang besi baja diperkirakan puluhan ton atau bahkan lebih.

Karena banyak tiang baja ludes disikat maling, kondisi tribun sangat rentan roboh. Kalau itu terjadi, bukan tidak mungkin akan mengambil korban karena posisinya hanya sekitar 2 meter dari jalan umum atau 10 meter dari rumah masyarakat sekitar.

Dengan mengamati kondisi stadion Sang Naualuh yang sudah hancur-hancuran, tentu tidak perlu lagi mengatakan kata “kalau” atau “seandainya begini dan begitu”. Sebab, nasi sudah menjadi bubur. Apalagi sulit mengembalikan anggaran puluhan miliar yang sudah hanyut kelaut. Namun, yang menjadi pertanyaan besar, siapa bertanggungjawab atas semua itu?

PENUTUP
Harapan warga Siantar untuk memiliki stadion yang megah memang masih seperti harapan “di awang-awang”. Namun, harapan itu mungkin akan turun ke bumi karena Pemko Siantar sudah mengajukan proposal untuk perolehan anggaran sebesar Rp 80 miliar kepada Kementiran Olahraga.

Namun, kalau harapan yang “di awang-awang” itu tetap tidak turun ke bumi atau malah hilang dan tak tampak lagi dari pandangan, kebangkitan persepakbolaan Siantar yang sedang mati suri merupakan fakta tak terbantahkan. Bahkan, bukan tidak mungkin akan mati benaran.

ShareSendShare

Berita Terkait

OPINI

Siantar Ku, Siantar Mu dan Siantar Kita *Catatan : Imran Nst*

13 Desember 2022 | 09:29 WIB

  SEBAGAI kota terbesar di Sumatera Utara setelah Medan, Siantar punya banyak karakter khas yang tidak dimiliki daerah lain. Pastinya, ada...

Read moreDetails
OPINI

Puing Sejarah Kota Siantar Banyak “Terendam”

6 November 2022 | 13:07 WIB

Catatan : Imran Nasution Masa penjajahan Belanda dan Jepang sampai kemerdekaan RI, Pematangsiantar (Siantar-red) adalah kota penting dalam lembaran sejarah...

Read moreDetails
OPINI

Antara Preman Berdaki & Preman Berdasi

31 Oktober 2022 | 10:26 WIB

Catatan: Imran Nst Lidah Melayu melafaskan Free Man menjadi preman. Dan, bila diartikan secara gamblang, maknanya identik dengan seseorang yang...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Warga Heboh! Buaya Ditemukan di Tengah Jalan 

14 Mei 2026 | 21:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Lompat Tembok Rumah dan Kabur ke Ladang Ubi, Residivis Sabu Dibekuk Polsek Dolok Batu Nanggar

14 Mei 2026 | 20:30 WIB
ANEKA RAGAM

Krisis Kepercayaan Diri Mahasiswa Muslim di Era Digital: Analisis Ketergantungan Smartphone Dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer

14 Mei 2026 | 20:01 WIB
SEREMONIAL

Demi Peningkatakan Kemampuan Mahasiswa, STAI Samora Siantar Seminar “Public Speaking For Gen Z”

14 Mei 2026 | 08:59 WIB
ANEKA RAGAM

Kelompok Cipayung dan OKP di Siantar Tolak Hasil Musda KNPI XIV dan Desak Musda Luar Biasa

13 Mei 2026 | 22:35 WIB
ANEKA RAGAM

Meski Hujan Deras, Unjukrasa  di Kantor PLN Pematangsiantar Memanas

13 Mei 2026 | 16:55 WIB
ANEKA RAGAM

Simulasi Sispamkota : Personel Polres Siantar dan Pengunjukrasa Terlibat Bentrok  

13 Mei 2026 | 15:34 WIB
SEREMONIAL

Wisuda Lansia Dihadiri Walikota Siantar

13 Mei 2026 | 08:17 WIB
ANEKA RAGAM

PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun Demo di Depan Kantor Kanwil DJP Sumut II dan PT PLN Siantar

12 Mei 2026 | 21:41 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kabur Pakai Mobil Sedan, Dua Maling Anak Lembu Dimassakan dan Diserahkan ke Polres Simalungun

12 Mei 2026 | 20:51 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Ikuti FGD Percepatan Pengembangan KEK Danau Toba, Bupati Simalungun Gali Strategi Pariwisata di Gianyar, Bali

12 Mei 2026 | 19:00 WIB
ANEKA RAGAM

Musda KNPI Siantar, Krisis Demokrasi Lokal dan Tanggung Jawab Sejarah

12 Mei 2026 | 18:09 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata