SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Simalungun promosikan Wastra Khas atau kain tradisional. Sekaligus peragaan busana bercorak khas Simalungun karya desainer Junot Hutabarat by Naviikara.
Kegiatan itu berlangsung saat Pemkab Simalungun mengikuti ajang bergengsi di BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center yang berlangsung 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Pada malam penutupan, Minggu (02/08/2029) Dekranasda Kabupaten Simalungun satu-satunya daerah dari Sumatera Utara tampil menghadirkan stan promosi produk unggulan sekaligus menampilkan peragaan busana bercorak khas Simalungun
Ajang bergengsi itu turut disaksikan Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Simalungun, Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah.
BTN Indonesia Fashion Week 2026 yang mengusung tema utama “Ulos Simetria” itu bukan sekadar menampilkan kain tradisional. Melainkan simbol harmoni, jati diri budaya dan sumber inspirasi yang terus berkembang mengikuti dinamika dunia fesyen melalui sentuhan inovasi.
Pada kesempatan kali ini, Provinsi Sumatera Utara mendapat kehormatan menjadi tuan rumah yang menampilkan kekayaan wastra dari tujuh kabupaten di wilayahnya, termasuk Kabupaten Simalungun.
Puncak acara pada malam penutupan itu ditutup secara megah melalui koleksi kolaborasi desainer senior Poppy Dharsono dan Torang Sitorus. Menyajikan interpretasi modern terhadap ulos sebagai warisan budaya yang tetap hidup, relevan, dan terus menjadi inspirasi perkembangan dunia mode masa kini.
Ketua Dekranasda Kabupaten Simalungun, Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih menyampaikan, melalui ajang tersebut, Deskranasda Simalungun ingin menunjukkan bahwa corak khas Simalungun memiliki nilai budaya, keindahan estetika, serta potensi ekonomi yang sangat besar.
“Dekranasda akan terus mendorong kolaborasi erat antara desainer, pengrajin, dan pelaku UMKM agar wastra Simalungun semakin dikenal luas serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sementara, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan pandangan bahwa promosi budaya melalui jalur industri fesyen merupakan cara yang sangat efektif untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif.
“Warisan budaya bukan sekadar untuk dilestarikan dan disimpan, melainkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Simalungun di BTN Indonesia Fashion Week menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal dapat tampil modern, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan kita semua,” tegas Bupati.
Menurut Bupati wastra khas Simalungun semakin kokoh dikenal sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Sumatera Utara. Dan, momentum itu juga membuka peluang kerja sama yang semakin luas bagi para pengrajin, pelaku IKM, dan desainer untuk terus mengembangkan industri kreatif yang berakar pada kearifan lokal, menuju masa depan yang semakin maju dan berkelanjutan.(Rm)






