SIANTAR,SENTERNEWS
Para pedagang Pasar Horas Kota Siantar semakin resah dan merasa sangat tidak nyaman. Pasalnya, aksi para maling terus merajalela membobol kios. Karenanya, muncul tanda tanya apa kerja petugas keamanan. Khususnya pada malam hari?
Bukan hanya barang dagangan seperti sembako dan hasil pertanian sebagai sasaran, bola lampu, tabung gas elpiji dan timbangan sereta barang bernilai ekonomis turut diembat. Anehnya lagi, ada kios dibobol dengan merusak kunci, tetapi ada dibuka dengan posisi kunci tidak rusak.
Teranyar, Sabtu (25/2/2024) pagi sekitar jam 06.30 WIB , Agus Purba yang ingin berjualan dan membuka kiosnya di Gedung IV, Lantai I, Pasar Horas, terkejut melihat kunci gembok dan engsel pintu kios telah rusak. Sehingga, dia yakin kiosnya sudah dibobol maling.
Ketika dibuka dan memeriksa isi kios, ternyata sejumlah barang dagangan telah hilang Antara lain, bawang putih 7 Kg @ Rp 40 ribu , cabe merah 2 Kg @ Rp70 ribu dan cabe rawit 2 Kg @ Rp55 ribu.
Setelah dikakulasikan termasuk kerusakan engsel dan gembok , korban mengalami kerugian sampai Rp600 ribu.
“Saya yakin kemarin sore pintu kios saya kunci dengan benar dan engsel tidak rusak. Tapi waktu mau buka kios tadi pagi, pintu sudah rusak, ” ujar Agus, Minggu, (25/2/2024) sekira jam 10.00 WIB.
Agus memprediksi, maling diperkirakan beraksi pada malam hari Karena itu, dia menjadi heran apakah penjaga malam memang tidak bekerja. Padahal, setiap hari Sabtu sekitar jam 08.30 Wib ada yang pengutip uang jaga malam.
Orang yang mengutip yang katanya untuk jaga malam tidak pakai karcis. Karena itu, waktu datang lagi untuk melakukan kutipan, Agus mengaku sempat berdebat dengan petugas tersebut. “Aku pertanyakan uang jaga dikutip tapi maling tetap beraksi,” keluhnya.
Dijelaskan juga, setelah beberapa saat berdebat dengan petugas jaga malam yang tidak memberi respon positif itu, ada petugas keamanan dan ketertiban PDPHJ datang. Namun tetap tidak memberi solusi yang konkrit.
“Pagi tadi pihak petugas jaga malam sudah melihat kondisi kiosku, dan kusampaikan keluhanku. Tapi responnya biasa saja,” ujar Agus sembari memperlihatkan dan pintu dan gembok yang dirusak maling.
Terpisah, Ketua KP2H (Komunitas Pedagang Pasar Horas) Gedung IV, Edi Siburian saat dikonfirmasi membenarkan ada kios pedagang yang dibobol maling. Bahkan, soal pembobolan kios pedagang menurutnya sudah sering terjadi.
“Kios pedagang memang sering dibobol maling. Dan, pedagang memang sudah merasa tidak nyaman. Apalagi kios yang dibongkar ada tanpa merusak pintu maupun gembok, “ujar Siburian.
Ketika pihak KP2H yang dibentuk sejak belasan tahun lalu itu bertanya soal maling yang merajalela kepada pihak Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ), Siburian mengatakan tidak ada tindakan yang nyata.
“Kita sudah sering konfirmasi ke pihak PDPHJ, tapi sampai sekarang belum ada tindakan, bahkan terus terjadi kehilangan barang dari kios,” jelas yang berencana beraudiensi kepada Dirut PD PHJ untuk minta penjelasan dan langkah konkrit termasuk formula tindakan preventif berdasarkan SOP.
“Kita ingin ada yang bertanggungjawab atas kerugian yang dialami pedagang. Sehingga, pedagang tidak terus menerus menjadi korban. Ini sangat penting, ” kata Siburian lagi.
Ketika permasalahan pedagang tersebut dikonfirmasi kepada pihak PD PHJ melalui Direktur Operasional, Evra Saskia Damanik, pihak PD PHJ memang sudah mendatangi pedagang yang kiosnya dibobol maling itu.
Dikatakan, soal uang jaga malam arena mau sama mau dan besarannya juga sangat kecil. Tapi, kalau ada pedagang kehilangan, enggan melapor ke Polisi karena akan ditanya nilai barang yang hilang dengan memperlihatkan kwitansi pembelian.
“Pedagang memang enggan karena mungkin tidak mau repot. Pada dasarnya, ada beberapa maling yang kita amankan akhirnya dibebaskan juga. Kasusnya sering disebut tindak pidana ringan,” ujarnya mengakhiri. (In)






