SIANTAR, SENTERNEWS
Berbagai aspirasi masyarakat yang disusun DPRD Siantar sebagai pokok pikiran (Pokir) dan sudah disampaikan kepada Walikota Siantar pada rapat paripurna beberapa hari lalu sebagai rekomendasi, harus ditindaklanjuti.
Pernyataan itu disampaikan Andika Prayogi Sinaga SE, anggota DPRD Siantar dari Daerah Pemilihan I (Siantar Barat dan Siantar Utara). Dan, Pokir yang diadopsi dari masyarakat di Kecamatan Siantar Barat serta Siantar Utara, dinilai sangat prioritas.
“Kecamatan Siantar Barat dan Siantar Utara, merupakan wajah kota Siantar. Kalau kondisi infrastruktur rusak, berarti sama saja memperlihatkan wajah Kota Siantar yang juga rusak,” kata Andika Prayogi Sinaga.
Dijelaskan, khusus di Kecamatan Siantar Barat, banyak aspirasi yang disampaikan dan sudah dibahas pada lima tahun atau empat tahun lalu kepada Pemko Siantar, sampai sekarang tidak kunjung direalisasi.
Salah satu yang menurut Andika Prayogi yang sangat memprihatinkan, pemukiman masyarakat di Pondok Legok, Jalan Maluku, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat. Saat hujan tiba, banjir menggenangi rumah warga. Meski sudah berlangsung bertahun-tahun, sampai sekarang tidak juga ditanggulangi Walikota melalui dinas terkait.
“Banjir pernah sampai setinggi pinggang orang dewasa. Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya masyarakat kalau banjir terjadi malam hari. Karena tidak juga ditanggulangi, penderitaan masyarakat terkesan seperti dipelihara,” kata politisi Partai Hanura itu.
Ditegaskan, kalau ada perhatian Walikota mengakhiri penderitaan masyarakat Pondok Legok, sebenarnya bukan hal yang sulit menanggulangi banjir. Apalagi dinas terkait sudah berkali-kali turun meninjau lokasi apa penyebab banjir tersebut.
Hal lain yang butuh perhatian, terkait gorong-gorong di Jalan Simbolon dan di belakang Taman Hewan yang kerap menimbulkan banjir. Keduanya berada di kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat.
Kemudian, ada juga parit tak jauh dari Rumah Sakit Tentera yang tidak berfungsi maksimal dan airnya meluap saat hujan tiba. Kemudian, drainase sekitar Masjid Raya Kelurahan Timbang Galung harus difungsikan kembali untuk mengantisipasi banjir.
“Selain itu, ada tembok di belakang Taman Hewan yang berada di sekitar pemukiman warga, kondisinya sudah memprihatinkan. Kalau tidak diperbaiki, rumah warga terancam longsor. Padahal, itu sudah berkali-kali diusulkan tetapi belum juga diperbaiki,” ujar Andika Prayogi.
“Kerusakan berbagai infratuktur yang sangat butuh perhatian di Kecamatan Siantar Barat itu ada pada rekomendasi DPRD Siantar dan sudah diterima Walikota. Jadi, Walikota kita minta segera merealisasiannya. Kalau tetap diabaikan, masyarakat akan terus menagihnya,” ujatnya.
Masalah lain yang juga butuh perhatian, terkait dengan banyaknya lampu penerangan jalan yang padam di Kecamatan Siantar Barat serta Kecamatan Siantar Utara. Selain itu, ada gang-gang tertentu yang butuh lampu jalan sementara, tiangnay belum ada.
“Kalau lampu penerangan jalan tidak menyala, sama saja mengundang tindak kriminal. Pdahal, Siantar Barat dan Siantar Utara berada di areal perkotaan,” kata Andika Prayogi mengakhiri. (In)






