BATAM, SENTERNEWS
Satgas LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) siap kawal eksekusi kapal MT Tutuk bermuatan 5.500 ton Fuel Oil dari Gakkum KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Batam ke PT Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans (PNJNT) selaku pemilik, sesuai perintah Pengadilan Negeri Batam.
Diinformasikan, pada Pra Peradilan, PT PNJNT sebagai anggota Hiplindo (Himpunan Pengusaha Lira Indonesia) melawan Dirjen Gakkum KLHK di Pengadilan Negeri Batam. Pada tanggal 20 Februari 2024, PT PNJNT memenang perkara sesuai putusan No 1/Pid.Pra/2024/PN Btm. Ditandatangani Hakim David P Sitorus SH MH dan Panitera Pengganti Romy Aulia Noor SH.
Dalam amar keputusan pengadilan, memerintahkan Gakkum KLHK Batam mengembalikan semua benda-benda atau barang-barang milik PT Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans yang telah disitanya dalam keadaan baik dan utuh, berupa Fuel Oil sebanyak 5.500.538 Kgm (+/- 5.500 ton), Kapal MT Tutuk GT 7463 milik PT PNJNT, dan Kapal MT Mars.
“Untuk itu, Satgas LSM LIRA siap mengawal eksekusi agar pelaksanaan dilakukan transparan dan prosedural. Mengingat LSM LIRA ikut terlibat dalam mengawal kasus MT Tutuk yang sarat Abuse Of Power,” tegas Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal, SH kepada media di Batam, Senin (26/2).
Pada kesempatan koordinasi Satgas LSM LIRA, Jusuf Rizal, aktifis penggiat anti korupsi itu menyebutkan, pengawalan eksekusi dilakukan agar tidak ada lagi permainan oknum-oknum Gakkum KLHK Batam dengan cara menyalahgunakan wewenang atau dugaan Abuse Of Power.
“Kami membela kepentingan PT Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans selaku anggota Hiplindo jika ada pihak-pihak yang akan mengganggu. Karena selama ini telah patuh pada aturan yang ditetapkan pemerintah,” sebut Jusuf Rizal yang juga Ketua Relawan Jokowi-Amin pada Pilpres 2019 itu.
Sesuai pantauan, LSM LIRA juga melibatkan LBH LSM LIRA dalam aspek hukum serta PWMOI (Perkumpulan Media Online Indonesia) dalam pemberitaan.
“Untuk diketahui, LSM LIRA merupakan LSM terbesar dan terbanyak cabangnya dengan Rekor Muri sejak tahun 2009. Ada di 38 Propinsi dan 514 Kabupaten/ Kota,” pungkasnya. (Mj)






