SIANTAR, SENTERNEWS
Unjukrasa Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Menggugat berlangsung panas. Pasalnya, berhasil menerobos lantai II Kantor Dinas Pendidikan Kota Siantar dan lantai II Kantor Walikota Siantar, Kamis (07/05/2026) mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.20 WIB.
Di Kantor Dinas Pendidikan Kota Siantar, Jalan Merdeka, puluhan massa yang mengusung poster dan spanduk bahkan keranda langsung masuk kantor dan naik ke lantai II ruang pertemuan.
Pada kesempatan itu, Rado Sidauruk sebagai pimpinan aksi dan Ferry sebagai kordinator lapangan melakukan orasi secara bergantian. Menyampaikan tuntutan yang terdiri dari 15 poin.
Di antaranya, terkait transparansi algoritma sistem kerja perusahaan. Upah layak untuk buruh. Hapuskan outsourcing. Hak cuti untuk perempuan hamil. Standarisasi tenaga kerja. Tanah untuk rakyat. Evaluasi penyaluran anggaran kebijakan.
Kemudian, Setiap warga negara memiliki hak yang sama atas pendidikan. Komersialisasi pendidikan. Pendidikan itu prioritas bukan pendukung. Transparansi data penerima KIP. Kesejahteraan buruh. Relevansi MBG terhadap pendidikan dan Tarik kembali anggaran pendidikan yang dikorbankan untuk program MBG.
Saat berorasi itu, lampu tiba-tiba padam dan ruang pertemuan gelap meski tak ampai dua menit. Selanjutnya Sekretaris Dinas Pendidikan, Risbon Sinaga yang menerima pengunjukrasa menyatakan, Plt Kadis Pendidikan Junaedi Antonius Sitanggang sedang berada di luar kota.
“Jadi, saya diutus menerima adik-adik mahasiswa. Saya sudah menyimak pernyataan sikap yang disampaikan dan saya segera sampaikan kepada pimpinan,” kata Risbon Sinaga.
Mahasiswa mengatakan ingin berdiskusi terkait dengan aspirasi menytangkut sektor pendidikan dan Risbon Sinaga menyatakan akan disampaikan secepatnya. Bahkan, mengatakan siap duduk bersama dengan mahasiswa.
“Empat hari ke depan akan diberitahu kepada adik-adik mahasiswa,” kata Risbon Sinaga lagi sembari mengatakan agar para mahasiswa bersabar.
Dari Kantor Dinas Pendidikan, massa aksi bergerak menuju Kantor Walikota Siantar. Namun, saat melintasi Jalan Sutomo, di sejumlah lokasi, massa aksi beberapa kali berhenti melakukan orasi.
Tiba di Kantor Walikota Siantar, Jalan Merdeka, pengunjukrasa langsung menerobos masuk ke halaman kantor sembari berteriak agar Walikota Wesly Silalahi menerima mereka yang ingin menyampaikan aspirasi.
Saat itu Hamdani Lubis sebagai Staf Ahli Bagian Pembangunan yang berada di lokasi mengatakan, Walikota tidak berada di tempat. “Bapak Walikota berada di luar kota,” kata Hamdani didampingi Wakil Ketua DPRD Siantar, Frengki Boy Saragih yang sengaja datang dari kantor DPRD Siantar.
Karena situasi itu, massa aksi berusaha menerobos masuk ke ruangan kantor Walikota yang dijaga puluhan Satpol PP dan personel Polres Siantar. Sehingga terjadi dorong-dorongan. Namun, sebagian massa aksi berhasil masuk ke lantai II Kantor Walikota melalui pintu samping dan berorasi di depan pintu masuk ruang kerja Walikota.
Tepat di depan pintu masuk ruangan Walikota dan Wakil Walikota, mahasiswa kembali berorasi secara bergantian sekitar satu jam setengah. Sekitar pukul 15.35 WIB, turun dari lantai II dan kembali berorasi di halaman kantor Walikota.
Saat itu Hamdani Lubis didaulat massa aksi agar menandatangani pernyataan sikap pengunjurasa, lengkap bertempel. Dan, itu dipenuhi Hamdani Lubis. Langsung disaksikan Wakil Ketua DPRD Siantar, Frenki Boy Saragih.
Selanjutnya, massa aksi keluar dari halaman kantor Walikota dan melakukan aksi bakar ban di badan jalan depan pintu gerbang Kantor Walikota. “Pembakaran ban dan keranda ini merupakan sikap kekecewaan kita kepada Walikota yang tidak menerima kita,” kata Verry.
Saat aksi pembakaran ban itu, arus lalulintas sempat terganggu dan sekitar pukul 16.30 WIB, massa aksi membubarkan diri. Namun, berjanji akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Walikota. (In)






