SIANTAR, SENTERNEWS
Sejumlah atlet karate dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Pematangsiantar, di antaranya dari Pengcab Kala Hitam Pematangsiantar, tampil memukau pada Fun Run Merah Putih 8,1K dan Pekan Olahraga Merah Putih.
Kegiatan sebagai rangkaian acara Car Free Day (CFD) di kawasan Lapangan Adam Malik itu dilaksanakan Pemko Siantar melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan olah raga bersama KONI Pematangsiantar, Minggu (16/08/2026) pagi.
Car Free Day yang juga menampilkan sejumlah hiburan seperti group band lokal dan lainnya itu, turut disaksikan Walikota Siantar Wesly Silalahi, Kapolres Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, Forkopimda serta ribuan masyarakat.

Paling memukau dan mendapat aplusan meriah, saat atlit Pengcab Kala Hitam dari Dojo Taman Hewan, tampil melalui full contact antara abang adik (kembar), Arga melawan Arya dan Arya bertarung lagi dengan Glen.
Dilanjutkan dengan aksi pecah lapisan genteng di atas perut atlit atas nama Rafais. Dan, lapisan genteng itu dipecahkan Ketua KONI Pematangsiantar, Riau Alexander Siahaan dengan menggunakan palu besi.
Sementara, Andrey Sinaga sebagai Sekretaris FORKI Pematangsiantar, mengucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara.
“Acara ini sangat positif untuk pengembangan kreatifitas anak muda yang punya kemampuan pada bidangnya masing-masing, ” ujar Andry sembari mengatakan, atlit karate yang tampil pada Car Free Day itu akan bertarung pada POR Prov Sumatera antara Tahun 2026 membawa nama kota Siantar.
Sementara, apresiasi positif juga disampaikan Ketua Pengcab Kala Hitam Pematangsiantar, Andika Prayogo Sinaga SE yang juga anggota DPRD Siantar dari partai Hanura.
“Car Free Day ini sangat memacu semangat dan merangsang atlit kota Siantar untuk lebih meningkatkan prestasi olahraga, khususnya bela diri ke tingkat lebih baik, seperti Provinsi, nasional dan internasional, ” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan itu diharap terus berlangsung dan Pemko Siantar melalui Walikota harus lebih meningkatkan perhatian dan dukungan agar seluruh atli merasa terayomi melalui adanya anggaran untuk pembinaan olahraga. Terutama saat para atlit berangkat mengikuti ajang di luar daerah.
Ditegaskan jua kota Siantar merupakan gudangnya para atlit potensial. Selain ditingkat propinsi, nasional, juga tingkat dunia. Hanya saja, selama ini memang kurang terekspos.
“Kalau tidak dibina dan diperhatikan, sangat disayangkan. Karena, melalui prestasi olahraga, dapat membanggakan keluarga dan mengharumkan nama kota Siantar,” ujarnya mengakhiri. (In)






