SIANTAR,SENTERNEWS
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Siantar gelar tatap muka, dialog kerukunan umat beragama menyongsong Pemilu Damai 2024. Berlangsung di Confrensi Hall Siantar, mulai jam 09.00 Wib sampai jam 11.30 Wib, Rabu (20/121/2023).
Kegiatan tersebut dibuka Ketua FKUB Kota Siantar, H M Ali Lubis menjelaskan, pengurus FKUB terdiri dari berbagai agama sesuai pribadi masing-masing. Namun, setelah bergabung di FKUB tidak lagi membawa ego masing-masing. Tetapi sudah bersatu dalam kebersamaan.
Dijelaskan, kota Siantar merupakan kota yang selama ini dikenal sebagai kota paling toleran dan masyarakat yang terdiri dari beragam suku, agama maupun golongan dapat hidup berdampingan dengan harmonis.
Terkait adanya perbedaan pilihan pada Pemilu dikatakan hal yang wajar. Namun, kalau calon yang sudah dipilih ternyata kalah, tidak perlu kecewa. Tetapi diharap dapat mendukung yang terpilih. Melalui kebersamaan dapat memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan. Sehingga, kota Siantar tetap aman dan kondusif.
“Setelah Pemilu 2024 selesai, Kota Siantar tetap aman. Untuk itu, semua pihak harus bersatu dalam kebersamaan, bukan bersatu dalam perbedaan yang dapat membuat perpecahan,” kata H M Ali Lubis.
Sementara, Walikota Siantar diwakili, Kesbangpol Linmas, Ir Ali Akbar Siregar melalui sambutan dan arahannya menegaskan, tatap muka, dialog kerukunan umat beragama yang dihadiri para tokoh dari berbagai agama dan dihadiri umat beragama masing-masing sangat strategis untuk menciptakan Pemilu Damai 2024.
“Setelah dialog ini selesai, kami berharap para tokoh agama dan umat yang hadir sebagai undangan, dapat menyampaikan hasil dialog kepada komunitas masing-masing. Sehingga, Kota Siantar tetap aman dan kondusif,” kata Ali Akbar Siregar.
Selanjutnya, para nara sumber yang mewakil agama masing-masing memaparkan konsep kerukunan umat beragama. Dari agama Keristen Protestan diwakili Pdt P Simamora. Dari agama Budha, Chandra SE, dari agama Islam Ali. Sedangkan perwakilan dari agama Hindu dan Khatolik berhalangan.
Di akhir presentase, dilakukan tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan dari 3 peserta yang hadir ada dari HKBP, GKPS dan Kristen Protestan. Selain soal Golpot, juga bagaimana menjaga keharmonisan pasca Pemilu 2024.
Para nara sumber pada dasarnya sepakat untuk menghindari Golput dan sepakata menciptakan Pemilu damai. Untuk itu, para tokoh agama dan seluruh peserta yang hadir diminta menyampaikan kepada komunitas masing-masing agar melaksanakan pencoblosan pada 14 Februari 2024 dan tidak Golput.
Kemudian, untuk menjaga kerukunan pada pasca Pemilu, harus tetap saling menjaga keharmonsian dan menghargai hasil dari Pemilu. Perbedaan dikatakan jangan sampai membuat perpecahan. Karena perbedaan justru dapat menciptakan keindahan.
Selanjutnya, disampaikan hasil notulen rapat. Semua umat beragama yang hadir diminta menyampaikan pesan perdamaian kepada masing-masing komunitas. Silahkan beribadah menurut kepercayaan dan agama masing-masing. Jangan mengusik agama orang lain, Silahkan memilih sesuai selera sesuai keyakinan masing-masing.
Selanjutnya, jangan menggunakan rumah ibadah untuk berkampanye atau melakukan politik praktis. Pemilu merupakan ibadah. Pasca Pemilih mari tetap menjaga kerukunan di Kota Siantar.
Tatap muka dialogi kerukunan umat beragama itu ditutup sekretaris FKUB Kota Siantar, Pdt D Andreas Tarigan Mth. Menyatakan, agar hasil dialog disampaikan kepada umatnya masing-masing. Memilih sesuai hati nurani dan kota Siantar diharap tetap damai. Terakhir, seluruh yang hadir diminta untuk menyebutkan take line secara bersama-sama,” Aqidah Terjamin, Kerukunan Terjalin,” .(In)






