SIANTAR, SENTERNEWS
Gedung baru untuk ruangan 30 anggota DPRD Pematangsiantar yang dibangun tahun 2025 berbiaya Rp6,5 miliar dari APBD Siantar 2025, sampai saat ini belum juga ditempati atau difungsikan.
Informasi yang diperoleh, gedung baru yang dikerjakan CV Bukit Sion itu sudah diserahkan pihak Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Pematangsiantar. Hanya saja, ada beberapa peralatan yang dilengkapi.
Peralatan yang belum lengkap itu antara lain, lift yang sudah dipasang, belum memiliki genset sebagai antisipasi apabila terjadi pemadaman listri secara tiba-tiba. Sedangkan pengadaan mobiler ruangan seperti sofa dan meja masih sedang diadakan dan kain gordin sedang diupayakan.
“Soal genset untuk mengantisipasi apabila listrik tiba-tiba padam sangat penting. Kalau tidak ada genset dan listrik tiba-tiba padam, tentu sangat berbahaya bagi yang menggunakannya,” kata Sekretaris DPRD Pematangsiantar, Charles Siregar, Selasa (22/09/2026).
Dijelaskan, terkait anggaran pengadaan alat-alat yang harus diadakan itu, pada awalnya berharap dapat ditampung pada Perubahan (P) APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran 2026. Namun, karena P-APBD 2026 itu tidak dibahas, akhirnya terkendala dan anggaran tidak jadi ditampung .
“Saat ini, kita sedang mengupayakan anggaran untuk pembelian genset maupun barang lainnya. Dan, bulan Oktober mendatang, kita harap gedung baru itu dapat digunakan,” kata Charles optimis.
Setelah gedung baru ditempati, selanjutnya diupayakan membangun ruangan Fraksi yang saat ini belum ada karena sebelumnya sudah dibongkar untuk pembangunan gedung baru.
“Ada enam fraksi dan harus ada ruangan fraksi untuk masing-masing fraksi. Saat ini, kalau fraksi melakukan rapat, ruangannya memang menggunakan ruangan lain,” kata Charles.
Pantauan di lokasi, keberadaan gedung baru tersebut sampai saat ini masih kosong melompong. Pintu-pintu ruangan yang terdiri dari tiga lantai tampak masih kosong dan tertutup. (In)






