SIANTAR, SENTERNEWS
Aldino alias Eno (31), warga Jalan Kinantan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar sebagai korban penculikan dan penganiyaan, saat ini masih mengalami trauma berat. Dan minta kepada pihak kepolisian dari Polres Siantar agar menindaklanjuti kasusnya.
Permintaan Eno, mantan pekerja Barista di GI Coffe Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat yang diculik dan dianiaya karena hutang piutang itu, telah melapor ke Polres dengan No: STTLP/B/141/III/2024/SPKT/POLRES PEMATANGSIANTAR/POLDA SUMATRA UTARA.
Kepada media ini, Eno menceritakan, dia sempat diculik dan dimasukan ke mobil. Kemudian dianiya sebanyak dua kali di lokasi yang berbeda. Bahkan, korban dihajar secara membabi buta meski sempat minta ampun, Jumat (8/3/2024) sekira jam 03.00 WIB.
Dijelaskan, awalnya korban yang mengaku kesalahannya dipukuli di kost temannya, Jalan Handayani, Selasa (12/3/2024) sekira jam 14.00 WIB. Bahkan, penganiayaan berlanjut lagi di Jalan Medan. Tepatnya di Perumahan Asido 4, Kecamatan Siantar Martoba.
Para pelaku penaniayaan menurut Eno sesuai dengan laporan ke Polres, masing-masing berinisial R bermarga Lubis yang disebut sebagai otak pelaku. Kemudian, berinisial GY serta Gun. Ketiga lelaki itu memang dikenali Eno sebagai korban.
“Waktu di Perumahan Asido, pelaku bertambah sepuluh orang gitu. Ada yang memakai kayu untuk memukul wajahku padahal aku sudah minta ampun,” ujar Eno yang mengaku badannya masih terasa sakit, mata sebelah kiri membiru, luka sobek di bagian jidat dan memar pada bagian tubuh hingga bengkak di tangan sebelah kiri.
Dijelaskan juga, Eno mengaku sempat memaafkan dan melakukan pertemuan secara keluargaan untuk proses perdamaian. Namun, salah seorang pelaku mengatakan malah mengatakan siap untuk ditahan.

“Kami pun tidak mau kasus ini hanya gini-gini aja. Sementara aku ada itikad baik. Kalau kaya gini, aku minta kepada Polres Siantar supaya proses hukum kasus ini tetap dilanjutkan sampai tuntas,” harap Eno.
Kapolres Siantar AKBP Yogen Heroes Baruno melalui Kanit Jatanras IPTU Sahat Sinaga membenarkan bahwa korban telah membuat laporan. Dan akan menghunjuk siapa penyidik yang bakal menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kita tanya besok, biar tau penyidiknya, biar cepat diproses,” ungkap Sahat yang dikonfirmasi, Selasa (12/3/2024) sore sekitar jam 16.24 WIB melalui pesan WhatsApp. (Ro)






