SIANTAR, SENTERNEWS
Melalui Focus Group Discusion (FGD) yang digelar Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS), muncul wacana agar dr Djasamen Saragih sebagai dokter pertama Simalungun, diusulkan menjadi pahlawan nasional.
FGD di Gedung Serba Guna Kantor Walikota Pematangsiantar itu turut dihadiri keluarga Dr Djasamen Saragih, tokoh adat, tokoh masyarakat dan usur Forkopimda Pematangsiantar-Simalungun, Jumat (31/07/2026).
Ketua Umum PACS, dr Sarmedi Purba melalui sambutannya mengatakan, FGD tersebut suatu langkah penting yang dapat ditindaklanjuti.
“FGD ini juga dalam rangka peresmian makam Dr Djasamen Saragih di Pamatang Raya,” ujarnya sembari mengatakan, peresmian makam tersebut akan dilakukan Bupati Simalungun, Selasa (04/08/2026).
Dr Sarmedi Purba juga menyampaikan usulan agar Pemkab Simalungun membuatkan nama dr Djasamen Saragih pada salah satu bangunan gedung Pemkab Simalungun. Membuat Patung dr Djasamen Saragih di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Sementara, dr Djasamen Patra Saragih sebagai keluarga dr Djasamen Saragih menyambut baik FGD tersebut. Karena, itu menjadi suatu kehormatan. Melalui FGD tentu dapat memberi pemahaman tentang keberadaan dr Djasamen Saragih sebagai dokter pertama suku Simalungun.
Nurlela Sikumbang SH mewakili Ketua DPRD Pematangsiantar melalui sambutannya mengatakan, melalui FGD diharap akan lahir berbagai pemikiran, masukan dan rekomendasi yang dapat memperkaya khazanah kekayaan daerah.
“Selain itu, FGD menjadi dasar sebagai upaya pelestarian nilai-nilai perjuangan dr Djasamen Saragih agar tetap hidup ditengah masyarakat,” katanya.
Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Sekda Junaedi Antonius Sitanggang mengatakan, dr Djasamen Saragih sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematangsiantar sangat berat untuk diemban dan nama baiknya harus tetap dijaga.
“Kami mendukung peresmian makam dr Djasamen Saragih dan dapat diupayakan menjadi pahlawan nasional. Untuk itu perlu diselusuri rekam jejaknya apalagi tahun 1968 pernah memperoleh anugerah Satya Lencana Kebaktian Sosial,” kata Sekda.
Usai acara pembukaan, moderator Rohdian Purba M Si mempersilahkan para narasumber memaparkan matri masing-masing.
Pdt Juandaha Purba STh MTh memaparkan sejarah keturunan dan kelahiran serta berbagai catatan tentang perjalanan pendidikan dr Djasamen Saragih yang lahir di Pamatang Raya tanggal 6 September 1917.
Holman Purba Sigumonrong paparkan tentang pengabdian dr Djasamen Saragih sebagai dokter pertama Simalungun yang mengabdi di RSUD Pematangsiantar dan akhirnya gugur pada awal kemerdekaan agresi pertama tanggal 5 Agustus 1947.
Narasumber terakhir, Dirut RSUD dr Djasamen Saragih diwakili Wakil Direktur II dr Marojahan Nainggolan paparkan kondisi RSUD yang terus berkembang. Termasuk sebagai sentra pelayanan jantung dan stroke dan bangunan peninggal sejarah yang telah dicatat sebagai cagar budaya.
Usai pemaparan para nara sumber, moderator Rohdian Purba M Si, langsung membuka ruang tanya jawab. Jalatua Hasugian, dosen Universitas Simalungun (USI) pertanyakan tentang sejarah dr Djasamen Saragih yang berbeda dengan beberapa informasi yang berkembang. Untuk itu, para narasumber memberi keterangan. Namun, meski ada yang masih keliru perlu diselusuri lebih jauh lagi kebenarannya.
Kemudian, terkait munculnya wacana dr Djasamen Saragih menjadi pahlawan nasional, Hermanto Sipayung sebagai peserta mengatakan, perlu data lebih mendetail lagi dan dibentuk tim yang diusulkan kepada Pemko Pematangsiantar dan Pemkab Simalungun.
Di akhir acara, ada beberapa notulen yang dicatat yang diharap dapat ditindaklanjuti. Diantaranya, mengenang dan mengenal lebih dekat tentang sejarah dr Djasamen Saragih serta Djaudin Saragih sebagai orang tua dr Djasamen Saragih.
Masyarakat Simalungun khususnya masyarakat Pematangsiantar mengetahui perkembangan RSUD Djasamen Saragih setelah RSUD Pematangsiantar berubah nama menjadi RSUD Dr Djasamen Saragih tanggal 24 April 2007.
Selanjutnya, hasil rumusan FGD akan diterbitkan buku tentang dr Djasamen Saragih dan Djaudin Saragih. Kemudian, merekomendasikan agar jalan di ibukota Kabupaten Simalungun Pamatang Raya dibuat jalan dr DjasamenSaragih. Demikian juga di Pematangsiantar. (In)






