Senter News
Minggu, 3 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS SUMUT
Gary Siagian

Gary Siagian

Pendidikan Indonesia: Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang

Penulis: Redaksi Senternews.com
3 Mei 2026 | 08:17 WIB
Rubrik: SUMUT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Gary Siagian  (Aktivis GMNI Tapanuli Utara)

Kalau pendidikan adalah kunci masa depan, maka barangkali kita sedang memegang kunci yang salah. Atau, lebih tepatnya, kunci yang belum pernah dicoba membuka pintu yang benar.

Setiap tahun, negara ini dengan penuh percaya diri mengumumkan ambisi besar menuju Generasi Emas 2045. Sebuah cita-cita yang terdengar megah, seolah kita sudah berlari kencang.  Padahal, kenyataannya masih sibuk mencari arah di persimpangan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, optimisme kembali dipompa. Program-program diluncurkan, jargon diperindah, dan harapan digantung setinggi langit.

Tapi sayangnya, langit tidak pernah benar-benar turun untuk melihat bagaimana kondisi sekolah-sekolah di pelosok negeri.

Di sana, pendidikan tidak berbicara tentang inovasi, melainkan tentang atap bocor, papan tulis usang, dan kursi yang lebih pantas disebut artefak sejarah.

Kita sering mendengar istilah “pemerataan pendidikan”. Sebuah kalimat yang terdengar mulia, namun terasa seperti janji yang terlalu sering diulang hingga kehilangan makna. Di kota, siswa belajar dengan teknologi canggih.

Sementara, di daerah terpencil, kehadiran guru saja sudah dianggap kemewahan. Mungkin inilah definisi baru dari keadilan: semua orang berhak bermimpi, meskipun tidak semua diberi kesempatan yang sama untuk bangun dan mewujudkannya.

Lalu kita bicara soal kurikulum. Ah! ini bagian yang paling menarik. Kurikulum di Indonesia tampaknya lebih dinamis daripada cuaca. Berganti-ganti dengan semangat pembaruan, namun sering lupa bahwa yang beradaptasi bukan hanya kertas kebijakan, melainkan manusia di dalamnya.

Guru dipaksa menjadi pelari maraton tanpa garis finis yang jelas, sementara siswa dijadikan penumpang dalam kendaraan yang terus berganti arah tanpa pemberitahuan.

Di ruang kelas, kita masih memuja hafalan seolah itu adalah ukuran kecerdasan tertinggi. Anak-anak diajarkan untuk mengingat, bukan memahami.  Mereka dilatih menjawab soal, bukan menyelesaikan masalah.

Mungkin kita memang sedang menyiapkan generasi yang hebat dalam mengulang, tapi gagap ketika diminta menciptakan.

Ironi berikutnya datang dari mereka yang menjadi ujung tombak pendidikan: para guru. Kita menuntut mereka mencetak generasi unggul. Sementara kesejahteraan mereka sendiri sering kali tertinggal jauh.

Guru honorer, dengan segala pengabdian, masih harus berjuang dengan penghasilan yang nyaris tidak masuk akal. Barangkali ini cara kita menguji dedikasi, seberapa lama seseorang bisa bertahan dalam ketidakpastian.

Digitalisasi pendidikan pun tak luput dari ironi. Kita berbicara tentang kelas online dan transformasi digital, namun lupa bahwa tidak semua siswa memiliki akses internet. Apalagi perangkat yang memadai.

Di beberapa tempat, sinyal masih menjadi barang langka. Tapi tentu saja, itu tidak menghalangi kita untuk terus berbicara tentang kemajuan, Karena dalam retorika, semua tampak mungkin.

Saya tidak mengatakan, “Tidak ada usaha dari pemerintah”. Program ada, kebijakan dibuat, dan niat baik tentu bisa ditemukan di sana.

Namun persoalannya bukan pada apa yang direncanakan, melainkan pada apa yang benar-benar terjadi. Evaluasi sering kali lebih terdengar seperti formalitas, bukan refleksi yang jujur.

Pada akhirnya, pendidikan di Indonesia bukan kekurangan mimpi. Kita punya terlalu banyak mimpi, bahkan mungkin berlebihan. Yang kita kekurangan adalah keberanian untuk jujur melihat kenyataan, dan komitmen untuk memperbaikinya secara konsisten.

Jika tidak, maka Generasi Emas 2045 hanya akan menjadi slogan yang indah dipajang, dipuji, lalu dilupakan. Seperti janji-janji yang terlalu sering diucapkan tanpa pernah benar-benar ditepati.” Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang”. (***)

ShareSendShare

Berita Terkait

Garry Siagian
SUMUT

Aktivis Ketenagakerjaan Garry Siagian: Kondisi Buruh Kian Tertekan dan Soroti Minimnya Perlindungan  

1 Mei 2026 | 09:42 WIB

TAPANULI UTARA, SENTERNEWS Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi buruh di berbagai sektor industri semakin tertekan dalam. Kenaikan biaya hidup yang...

Read moreDetails
Edis Galingging
SUMUT

Edis Galingging Aktivis Katolik: Dukung DPRD Sumut Gelar RDP Terkait Penggelapan Uang Umat Katolik Aek Nabara Rp28 Miliar

17 April 2026 | 19:13 WIB

SUMATERA UTARA, SENTERNEWS Aktivis Katolik, Edis Galingging,  mantan Ketua PMKRI Cabang Pematangsiantar, mendukung penuh langkah DPRD Sumatera Utara melalui Komisi...

Read moreDetails
SUMUT

Anggota DPR RI Nasril Bahar, Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada Angkatan Muda

24 Desember 2025 | 22:27 WIB

BINJAI, SENTERNEWS Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal sebagai...

Read moreDetails
SUMUT

Tim Gabungan TNI Amankan Dua Terduga Bandar Sabu di Kabupaten Karo

21 November 2025 | 13:44 WIB

KARO SENTERNEWS Tim gabungan Deninteldam I/BB, Tim Intelrem 023/KS, dan Unit Inteldim 0205/TK amankan dua terduga bandar narkoba jenis sabu ...

Read moreDetails
SUMUT

KKJ Sumut dan AJI Medan Serukan Dukungan untuk Tempo

6 November 2025 | 21:43 WIB

MEDAN, SENTERNEWS Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumut bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan gelar aksi solidaritas dukung Tempo terkait gugatan...

Read moreDetails
SUMUT

Pastikan SPPG Sesuai Prosedur, Dit Intelkam Polda Sumut Monitoring MBG  

5 November 2025 | 17:47 WIB

MEDAN.SENTERNEWS Direktorat Intelkam Polda Sumatera Utara (Sumut) memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pembantu Pelaksana Gizi (SPPG)...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SUMUT

Pendidikan Indonesia: Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang

3 Mei 2026 | 08:17 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Istri Bupati Simalungun : Kesehatan dan Pendidikan Fondasi Membangun Simalungun

2 Mei 2026 | 21:21 WIB
ANEKA RAGAM

Arif Harahap Mendapat Dukungan Kuat Menjadi Ketua KNPI Pematangsiantar

2 Mei 2026 | 20:19 WIB
ANEKA RAGAM

Tako Siantar Gelar Kejuaraan Karate Antar Dojo & Festival Tako Indonesia ke 4

2 Mei 2026 | 15:00 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Hadiri  May Day 2026,  302 Personel Polri Kawal Seribu Buruh Demi Situasi Aman dan Kondusif

1 Mei 2026 | 17:57 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

May Day 2026 Di Simalungun: Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja

1 Mei 2026 | 17:57 WIB
ANEKA RAGAM

Aktifis Buruh Sukoso Winarto: May Day 2026 Kehilangan Sikap Kritis

1 Mei 2026 | 17:56 WIB
SUMUT

Aktivis Ketenagakerjaan Garry Siagian: Kondisi Buruh Kian Tertekan dan Soroti Minimnya Perlindungan  

1 Mei 2026 | 09:42 WIB
ANEKA RAGAM

Sektor Pendidikan Siantar Masuk “Daftar Merah” : Kelompok Cipayung Desak Walikota Transparansi dan Reformasi Birokrasi

1 Mei 2026 | 09:38 WIB
ANEKA RAGAM

May Day di Siantar, Buruh Jalan Santai di Cuaca Mendung dan Hujan

1 Mei 2026 | 09:01 WIB
ANEKA RAGAM

“Merawat Silaturahim Menjemput Berkah”

1 Mei 2026 | 07:10 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Jajaran Polres Simalungun Ungkap 74 Kasus Narkoba, Tersangka 91 Orang & Barang Bukti Sabu 192,66 Gram  

30 April 2026 | 20:42 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata