Senter News
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS SUMUT
Gary Siagian

Gary Siagian

Pendidikan Indonesia: Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang

Penulis: Redaksi Senternews.com
3 Mei 2026 | 08:17 WIB
Rubrik: SUMUT
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Gary Siagian  (Aktivis GMNI Tapanuli Utara)

Kalau pendidikan adalah kunci masa depan, maka barangkali kita sedang memegang kunci yang salah. Atau, lebih tepatnya, kunci yang belum pernah dicoba membuka pintu yang benar.

Setiap tahun, negara ini dengan penuh percaya diri mengumumkan ambisi besar menuju Generasi Emas 2045. Sebuah cita-cita yang terdengar megah, seolah kita sudah berlari kencang.  Padahal, kenyataannya masih sibuk mencari arah di persimpangan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, optimisme kembali dipompa. Program-program diluncurkan, jargon diperindah, dan harapan digantung setinggi langit.

Tapi sayangnya, langit tidak pernah benar-benar turun untuk melihat bagaimana kondisi sekolah-sekolah di pelosok negeri.

Di sana, pendidikan tidak berbicara tentang inovasi, melainkan tentang atap bocor, papan tulis usang, dan kursi yang lebih pantas disebut artefak sejarah.

Kita sering mendengar istilah “pemerataan pendidikan”. Sebuah kalimat yang terdengar mulia, namun terasa seperti janji yang terlalu sering diulang hingga kehilangan makna. Di kota, siswa belajar dengan teknologi canggih.

Sementara, di daerah terpencil, kehadiran guru saja sudah dianggap kemewahan. Mungkin inilah definisi baru dari keadilan: semua orang berhak bermimpi, meskipun tidak semua diberi kesempatan yang sama untuk bangun dan mewujudkannya.

Lalu kita bicara soal kurikulum. Ah! ini bagian yang paling menarik. Kurikulum di Indonesia tampaknya lebih dinamis daripada cuaca. Berganti-ganti dengan semangat pembaruan, namun sering lupa bahwa yang beradaptasi bukan hanya kertas kebijakan, melainkan manusia di dalamnya.

Guru dipaksa menjadi pelari maraton tanpa garis finis yang jelas, sementara siswa dijadikan penumpang dalam kendaraan yang terus berganti arah tanpa pemberitahuan.

Di ruang kelas, kita masih memuja hafalan seolah itu adalah ukuran kecerdasan tertinggi. Anak-anak diajarkan untuk mengingat, bukan memahami.  Mereka dilatih menjawab soal, bukan menyelesaikan masalah.

Mungkin kita memang sedang menyiapkan generasi yang hebat dalam mengulang, tapi gagap ketika diminta menciptakan.

Ironi berikutnya datang dari mereka yang menjadi ujung tombak pendidikan: para guru. Kita menuntut mereka mencetak generasi unggul. Sementara kesejahteraan mereka sendiri sering kali tertinggal jauh.

Guru honorer, dengan segala pengabdian, masih harus berjuang dengan penghasilan yang nyaris tidak masuk akal. Barangkali ini cara kita menguji dedikasi, seberapa lama seseorang bisa bertahan dalam ketidakpastian.

Digitalisasi pendidikan pun tak luput dari ironi. Kita berbicara tentang kelas online dan transformasi digital, namun lupa bahwa tidak semua siswa memiliki akses internet. Apalagi perangkat yang memadai.

Di beberapa tempat, sinyal masih menjadi barang langka. Tapi tentu saja, itu tidak menghalangi kita untuk terus berbicara tentang kemajuan, Karena dalam retorika, semua tampak mungkin.

Saya tidak mengatakan, “Tidak ada usaha dari pemerintah”. Program ada, kebijakan dibuat, dan niat baik tentu bisa ditemukan di sana.

Namun persoalannya bukan pada apa yang direncanakan, melainkan pada apa yang benar-benar terjadi. Evaluasi sering kali lebih terdengar seperti formalitas, bukan refleksi yang jujur.

Pada akhirnya, pendidikan di Indonesia bukan kekurangan mimpi. Kita punya terlalu banyak mimpi, bahkan mungkin berlebihan. Yang kita kekurangan adalah keberanian untuk jujur melihat kenyataan, dan komitmen untuk memperbaikinya secara konsisten.

Jika tidak, maka Generasi Emas 2045 hanya akan menjadi slogan yang indah dipajang, dipuji, lalu dilupakan. Seperti janji-janji yang terlalu sering diucapkan tanpa pernah benar-benar ditepati.” Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang”. (***)

ShareSendShare

Berita Terkait

SUMUT

Unjukrasa PRO-PUBLIC Institute : Desak Kejatisu Periksa Hotbinson Damanik dan M Ali Damanik Terkait Dugaan Korupsi di PUTR Simalungun

17 Juni 2026 | 18:35 WIB

MEDAN,SENTERNEWS Massa PRO-PUBLIC Institute desak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera memeriksa Hotbinson Damanik dan M Ali Damanik  karean diduga...

Read moreDetails
SUMUT

Aktivis Mahasiswa Gerry Siagian: Presiden Lupa Kesejahteraan Rakyat

15 Juni 2026 | 21:37 WIB

SUMATERA UTARA , SENTERNEWS Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak terburu-buru menilai berbagai program pemerintah yang sedang dijalankan saat ini....

Read moreDetails
SUMUT

Walikota Siantar Bersama Gubsu & Kepala Daerah se Sumut, Saksikan Semi Final Piala AFF U-19 2026  

12 Juni 2026 | 16:05 WIB

DELI SERDANG, SENTERNEWS Walikota Siantar Wesly Silalahi  bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu)  Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM dan para...

Read moreDetails
SUMUT

Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, PLN  Pulihkan Sistem Kelistrikan 12 Tower Transmisi

5 Juni 2026 | 17:56 WIB

MEDAN,, SENTERNEWS PT PLN (Persero) bergerak cepat pulihkan sistem kelistrikan yang mengalami  kerusakan 12 tower transmisi akibat cuaca ekstrem berupa...

Read moreDetails
Terduga pelaku perzinaan sesuai video yang beredar
SUMUT

Rektor Diminta Lakukan Klarifikasi dan Penegakan Disiplin ASN Terkait Pelaku Perzinaan

28 Mei 2026 | 22:17 WIB

MEDAN, SENTERNEWS Menyangkut informasi dan dokumen laporan kepolisian yang viral melalui  media sosial terkait dugaan tindak perzinaan salah seorang Aparatur...

Read moreDetails
SUMUT

 Dari 8.467.138 Ton Alokasi Pupuk PT Perseroda Pertanian Tapanuli Utara, Terealisasi Hanya 2.502 Ton  

24 Mei 2026 | 18:30 WIB

TAPANULI UTARA Untuk menyampaikan  keresahan masyarakat Tapanuli Utara terkait kelangkaan pupuk di kalangan petani,  DPC GMNI Tapanuli Utara (Taput) beraudiensi...

Read moreDetails

Berita Terbaru

NASIONAL

Serangan Terhadap Budiman, Upaya  Memutus Ingatan Kolektif

17 Juni 2026 | 20:26 WIB
SEREMONIAL

Walikota Siantar Bersama Bunda PAUD Hadiri Pelepasan Anak Didik PAUD-SAB  

17 Juni 2026 | 20:18 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kejuaraan Rally Pasifik 2026 di Kabupaten Simalungun Berlangsung Agustus 2026 

17 Juni 2026 | 20:03 WIB
SUMUT

Unjukrasa PRO-PUBLIC Institute : Desak Kejatisu Periksa Hotbinson Damanik dan M Ali Damanik Terkait Dugaan Korupsi di PUTR Simalungun

17 Juni 2026 | 18:35 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Disambar Petir : Ibu Meninggal, Suami Dirawat di ICU dan Tiga Anak Selamat

17 Juni 2026 | 17:34 WIB
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar Usulkan Tujuh Ranperda Kepada DPRD Kota Siantar

17 Juni 2026 | 16:16 WIB
ANEKA RAGAM

Pledoi Seorang Kawan: “Membela Budiman dari Pinggiran Kota”

16 Juni 2026 | 22:47 WIB
SEREMONIAL

MAPER Gelombang III 2026 GMKI Siantar-Simalungun Sukses  

16 Juni 2026 | 20:09 WIB
ANEKA RAGAM

Wakil Walikota Siantar Mewakili Walikota, Hadiri Pembukaan MTQN ke-40 Tingkat Sumut

16 Juni 2026 | 20:09 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Semester I Tahun 2026, Polres Simalungun Ungkap  43 Kasus Kejahatan  3C dengan 69 Tersangka  

16 Juni 2026 | 09:19 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Polres Simalungun Ungkap Perdagangan Satwa Dilindungi  

15 Juni 2026 | 22:09 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026 

15 Juni 2026 | 22:04 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata