Senter News
Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM

Sektor Pendidikan Siantar Masuk “Daftar Merah” : Kelompok Cipayung Desak Walikota Transparansi dan Reformasi Birokrasi

Penulis: Redaksi Senternews.com
1 Mei 2026 | 09:38 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTERNEWS

Kota Siantar yang pernah disebut sebagai Kota Pendidikan, saat ini sedang tidak baik-baik saja. Khususnya, sektor pendidikan terus mengalami degradasi kualitas, manajerial dan infrastruktur. Sehingga, masuk dalam “daftar merah” .

Pernyataan tersebut disampaikan organisasi kemahasiswaan Kelompok Cipayung Kota Siantar yang terdiri dari GMKI, GMNI, HMI dan PMKRI, yang telah melakukan kajian dan pantauan di lapangan.

“Saat ini, kualitas pendidikan  Kota Siantar  berada dalam kondisi darurat yang tidak bisa lagi ditutupi dengan narasi keberhasilan semu,” kata  Ketua GMKI Siantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba melalui keterangan pers, Jumat (01/05/2025).

Salah satu indikasi sektor pendidikan  masuk “daftar merah”, sembilan  dari 14 SMP Negeri  kekurangan peserta didik. Hal itu sebagai bukti kegagalan Walikota menjaga kepercayaan publik terhadap pendidikan negeri.

“Ini bukan sekadar persoalan teknis. Tetapi kegagalan mengelola sektor pendidikan. Ketika sekolah negeri mulai ditinggalkan, yang runtuh bukan hanya sistem. Tetapi termasuk  harapan masyarakat terhadap masa depan anak-anak mereka,” tegas Yova.

Lebih kritis lagi, Kelompok Cipayung menilai bahwa pembangunan pendidikan yang dilakukan Walikota Siantar tidak memiliki arah yang jelas. Ketimpangan kualitas antar sekolah dibiarkan, kebijakan dibuat tanpa kajian matang dan pengawasan berjalan lemah tanpa ketegasan. Bahkan, itu juga dinilai sebagai bentuk kelalaian serius.

Lebih parah lagi, persoalan kesejahteraan guru yang masih bermasalah menunjukkan  Walikota tidak sungguh-sungguh menghargai peran tenaga pendidik. Sementara, bagaimana mungkin berbicara tentang kualitas pendidikan jika fondasi utamanya diabaikan.

Hal senada disampaikan Ketua Terpilih DPC GMNI Kota Siantar, Nicho Gurning. Kualitas  pendidikan di Kota Siantar saat ini memprihatinkan

“Kita tidak boleh hanya terpaku pada deretan angka statistik kelulusan atau megahnya gedung-gedung sekolah. Pendidikan di Siantar harus dikembalikan pada khitah seperti yang dicita-citakan Proklamator RI Sukarno yang menjadikan pendidikan  sebagai alat perjuangan membentuk manusia Indonesia yang baru.

Ditegaskan, pendidikan bukan pabrik ijazah dan Bung Karno pernah berpesan, pendidikan bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan secara mekanis. Karenanya, sekolah-sekolah  harus menjadi tempat persemaian pemuda untuk pembentukan kekuatan.

Untuk itu, Kelompok Cipayung  menurut Nicho Gurning  menolak pendidikan yang hanya mencetak “buruh-buruh kerah putih”.  Tetapi, mampu mencetak pemikir yang radikal (berakar) dan berani mendobrak kejumudan sosial.

“Pendidikan di Kota Siantar harus mendorong kemandirian ekonomi dan intelektual. Siswa tidak boleh dididik menjadi peminta-minta kerja, melainkan pencipta kerja yang inovatif,” ujarnya.

Sementara,  Ketua Umum HMI Cabang Siantar-Simalungun, Raja Doli Lubis menegaskan, komitmen yang disampaikan  Walikota Wesly Silalahi terkait rencana pendirian perguruan tinggi negeri di Kota Siantar jangan hanya sebagai janji kampanye. Tetapi harus direalisasikan secara nyata.

“Hingga saat ini, tidak terlihat langkah konkret yang terukur dan transparan. Pemerintah kota belum menunjukkan arah kebijakan yang jelas. Baik dalam bentuk kajian, peta jalan, maupun komunikasi publik yang sistematis. Kondisi ini menimbulkan keraguan serius terhadap keseriusan pemerintah dalam menunaikan komitmen yang telah disampaikan kepada masyarakat,” bebernya.

Ditegaskan juga, kehadiran perguruan tinggi negeri bukan sekadar simbol pembangunan. Institusi tersebut berfungsi sebagai pusat produksi pengetahuan, inovasi, dan penguatan ekonomi lokal.

Dalam kerangka teori human capital, investasi pada pendidikan tinggi terbukti meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Mengabaikan agenda ini berarti mengabaikan fondasi pembangunan daerah itu sendiri.

Kemudian, Fransisco Mezgion Hutauruk Ketua PMKRI Cabang Siantar juga menkritik   krisis multidimensi pendidikan di Kota Siantar. Mulai dari carut-marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) smpai runtuhnya disiplin siswa.

“Realitas hari ini sangat ironis. Sistem PPDB yang cacat pengelolaan telah memicu ketimpangan ekstrem. Di satu sisi terjadi penumpukan siswa di sekolah tertentu. Sementara sejumlah SMP Negeri justru sekarat karena kekurangan peserta didik,” katanya.

Fenomena itu  dinilai membuktikan kegagalan Pemko Siantar  memetakan zonasi pendidikan yang adil. Jika dibiarkan sekolah negeri akan kehilangan marwahnya sebagai pusat pendidikan rakyat dan infrastruktur negara akan terbengkalai sia-sia.

PMKRI juga menyoroti degradasi moral siswa yang kian mengkhawatirkan. Maraknya bolos massal dan perilaku negatif di luar sekolah, merupakan sinyal kuat bahwa pendidikan di Siantar telah kehilangan ruh pembangunan karakternya.

“Pendidikan tidak boleh sekadar menjadi formalitas akademik melainkan harus menjadi kawah candradimuka bagi integritas dan disiplin generasi muda,” tegasnya.

DESAK WALIKOTA

Sebagai bentuk tanggung jawab moral Kelompok Cipayung Kota Siantar mendesak Walikota  Wesly Silalahi melakukan evaluasi total terhadap kinerja Dinas Pendidikan. ​Melakukan  transparansi penuh terkait alokasi dan penggunaan dana pendidikan agar dapat diakses  masyarakat luas.

​Segera audit kelayakan infrastruktur seluruh sekolah negeri di Kota Siantar demi keamanan dan kenyamanan siswa. ​Hadirkan skema kesejahteraan yang jelas bagi guru honorer sebagai garda terdepan pencerdas bangsa.

Kelompok Cipayung  menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pendidikan di kota Siantar dan tidak akan ragu untuk turun ke jalan jika suara kritis ini hanya dianggap sebagai angin lalu oleh pemangku kebijakan. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

May Day di Siantar
ANEKA RAGAM

May Day di Siantar, Buruh Jalan Santai di Cuaca Mendung dan Hujan

1 Mei 2026 | 09:01 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Peringatan  May Day 1 Mei 2026 atau Hari Buruh Intrnasional  di Kota Siantar, diwarnai dengan cuaca mendung. Bahkan,...

Read moreDetails
Hendri Yahya Saputra  MPd
ANEKA RAGAM

“Merawat Silaturahim Menjemput Berkah”

1 Mei 2026 | 07:10 WIB

Oleh : Hendri Yahya Saputra  MPd Seiring kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat membawa perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, perubahan itu ...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Polres Siantar Simulasi Sispam Mako Kesiapsiagaan Hadapi Unjukrasa

30 April 2026 | 17:58 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Dalam rangak menghadapi unjukrasa yang kemungkinan akan berlangsung pada waktu mendatang, Polres Siantar  gelar Simulasi Pengamanan Markas Komando...

Read moreDetails
Ferry Simarmata, Ketua Serikat Pekerja Pemuda Mandiri pada rapat finalisasi May Day
ANEKA RAGAM

May Day 1 Mei 2026 di Siantar Tanpa Unjukrasa dan Dimeriahkan Jalan Santai

30 April 2026 | 17:58 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tanggal 1 Mei 2026 di Kota Siantar diprediksi  tanpa unjukrasa. Dan, kegiatan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga: Pemko Terkesan Abaikan Banjir Pondok Legok, Drainase, Jalan Rusak dan Tembok Pinggir Sungai di Siantar Barat  

30 April 2026 | 17:57 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Berbagai aspirasi masyarakat yang disusun DPRD Siantar sebagai pokok pikiran (Pokir) dan  sudah disampaikan kepada Walikota Siantar pada...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Gladi  Sispamako : Pengunjukrasa dan Personel Polres Siantar “Nyaris Bentrok”

29 April 2026 | 17:31 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Unjukrasa di depan Markas Polres Siantar, Jalan Sudirman, Kota Siantar memanas. Selain ada pembakaran ban, massa aksi dengan...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SUMUT

Aktivis Ketenagakerjaan Garry Siagian: Kondisi Buruh Kian Tertekan dan Soroti Minimnya Perlindungan  

1 Mei 2026 | 09:42 WIB
ANEKA RAGAM

Sektor Pendidikan Siantar Masuk “Daftar Merah” : Kelompok Cipayung Desak Walikota Transparansi dan Reformasi Birokrasi

1 Mei 2026 | 09:38 WIB
ANEKA RAGAM

May Day di Siantar, Buruh Jalan Santai di Cuaca Mendung dan Hujan

1 Mei 2026 | 09:01 WIB
ANEKA RAGAM

“Merawat Silaturahim Menjemput Berkah”

1 Mei 2026 | 07:10 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Jajaran Polres Simalungun Ungkap 74 Kasus Narkoba, Tersangka 91 Orang & Barang Bukti Sabu 192,66 Gram  

30 April 2026 | 20:42 WIB
ANEKA RAGAM

Polres Siantar Simulasi Sispam Mako Kesiapsiagaan Hadapi Unjukrasa

30 April 2026 | 17:58 WIB
ANEKA RAGAM

May Day 1 Mei 2026 di Siantar Tanpa Unjukrasa dan Dimeriahkan Jalan Santai

30 April 2026 | 17:58 WIB
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga: Pemko Terkesan Abaikan Banjir Pondok Legok, Drainase, Jalan Rusak dan Tembok Pinggir Sungai di Siantar Barat  

30 April 2026 | 17:57 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Sempat Melarikan Diri, Pemilik 21 Paket Sabu Diringkus Polsek Dolok Batu Nanggar  

29 April 2026 | 18:03 WIB
ANEKA RAGAM

Gladi  Sispamako : Pengunjukrasa dan Personel Polres Siantar “Nyaris Bentrok”

29 April 2026 | 17:31 WIB
ANEKA RAGAM

Dua Pria Maling HP Diamankan Personel Polres Siantar

29 April 2026 | 14:42 WIB
ANEKA RAGAM

Tiga Remaja Pengguna Ganja Diserahkan ke Polres Siantar

29 April 2026 | 14:41 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata