SIANTAR, SENTERNEWS
Harga cabe merah yang beberapa hari terakhir sempat mencapai Rp100 ribu per kilogram di Pasar Horas dan Pasar Dwikora Parluasan Kota Siantrar, saat ini masih tetap pedas di harga Rp85 ribu per kilogram.
Kenaikan harga itu menurut pedagang cukup melejit karena sebelumnya sempat Rp40 ribu per kilogram. Bahkan, harga cabe merah pernah “terjun bebas” sampai anjlok seharga Rp25 ribu l per kilogram.
“Sekarang memang sudah mulai turun walaupun harganya masih tinggi,” ujar Ucok (35), pedagang sayur mayiur di lantai dasar Pasar Horas, Senin (05/10/2026).
Dijelaskan, meski harga cabe merah masih tinggi, persediaan dikatakan tetap cukup. Harga di tingkat pengecer itu dikatakan naik karena harga beli dari agen juga naik.“Nggak tau kenapa naik . Tapi, untuk petani lokal memang belum memasuki masa panen,” ujarnya.
Selain cabe merah, harga cabe rawit juga mengalami kenaikan sampai Rp60 ribu perkilogram. Namun, harga bawang merah, bawang putih maupun yang lainnya masih stabil.
Informasi yang dihimpun, kenaikan harga cabe yang dinilai cukup pedas itu paling berdampak terhadap pedagang yang menggunakan cabe sebagai salah satu bahan dasar. Misalnya, penjual nasi dan serapan pagi dan lainnya.
“Kalau harga cabe merah mahal seperti sekarang, kita memang selalu mencampur dengan cabe rawit supaya tetap pedas,” kata Maniah, pedagang serapan pagi di sekitar Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara.
Pada dasarnya, para pedagang dan konsumen belum mengetahui kapan harga cabe tersebut bisa turun kembali minimal Rp40 ribu per kilogram. (In)






