SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Seorang penumpang bus Poda Nauli, Aditya Angga Cassano Sihombing ditemukan tidak bernyawa di samping pos security Pintu Tol Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun, Minggu (02/08/2026) sekira pukul 13.45 WIB.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar, IPTU Rido V. Pakpahan Skom MH menjelaskan, korban meninggal saat hendak berpindah bus, karena bus yang ditumpanginya dari Medan menuju Sibolga mengalami kerusakan.
Saat menerima informasi itu dari masyarakat, Kaposek langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA L Radot Siagian SH, bersama personel Pos Pol Sinaksak dan personel piket mendatangi lokasi kejadian.
“Sesampainya di TKP, benar ditemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi terlentang, menggunakan hoodie warna putih dan celana training warna abu list putih hitam,” ungkap IPTU Rido V. Pakpahan.
Sesuai keterangan sopir bus Poda Nauli, tiket korban dipesankan keluarganya dari Sibolga, dan meski petugas loket sempat menolak keberangkatan korban karena kondisi kesehatannya yang melemah, korban tetap memaksa untuk berangkat.
Saksi lain menyebutkan, korban tiba-tiba terjatuh saat berjalan berpindah ke bus pengganti hingga akhirnya dievakuasi ke pos security dan petugas medis Tol Sinaksak menyatakan telah meninggal dunia.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan. Diduga korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” kata IPTU Rido V. Pakpahan.
Dari olah TKP, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti milik korban, di antaranya tas sandang merk Asus berisi eksemplar seminar hasil dan outline skripsi atas nama korban, obat-obatan, charger, parfum, sepasang sandal, serta dua unit ponsel merk Oppo dan iPhone. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans milik PT HK menuju RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
“Adapun motif kejadian masih dalam penyelidikan, meski hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kematian wajar akibat sakit,”kata Kapolsek sembari mengatakan, pihak keluarga korban telah tiba di lokasi untuk mengurus proses pemulasaraan jenazah.
“Keluarga pada intinya menerima bahwa almarhum memang meninggal disebabkan sakit parah. Proses penanganan jenazah ditangani pihak RSUD dan setelah selesai langsung diberangkatkan menuju Sibolga,” pungkas IPTU Rido V. Pakpahan.
Terpisah, Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba menjelaskan, kegiatan penanganan itu sebagai bentuk nyata kehadiran Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat, khususnya dalam merespons cepat laporan kejadian di lapangan. (In)






