SIANTAR,SENTERNEWS
Setiap tiba bulan Ramadhan seperti Ramadhan 1445 H atau tahun 2024, kenaziran Masjid Raya, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar selalu menyajikan beberapa menu buka puasa untuk disantap para jemaah secara gratis.
“Santapan untuk berbuka puasa bersama sudah dilakukan sejak puasa pertama sampai akhir Ramadhan, menunya ganti-ganti. Mulai sari bubur caca, bubur sop, bubur kacang hijau, mie putih dan mie kuning,” kata Hj Sri Sulianti salah seorang jemaah perempuan Masjid Raya, Sabtu (29/3/2024).
Menu utama yang paling digemari, bisanya bubur sop dari beras, dicampur dengan daging kerbau, kentang dan lainnya. “Ini kita sedang memasak bubur sop. Besoknya ganti lagi begitu setiap hari,” kata salah seorang ibu, Soraya yang terlibat memasak di bagian dapur samping Masjid Raya.
Selain menu utama tersebut, kaum muslimin dan muslimat yang akan berbuka puasa bersama di pelataran Masjid Raya, selalu diiringi dengan berbagai jenis kue, buah-buahan dan tidak ketinggalan teh manis hangat. Porsi yang disediakan untuk ratusan orang. Seluruh menu yang dimasak selalu melibatkan beberapa jemaah kaum ibu.
Sajian menu buka puasa bersama itu merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Penikmatnya bukan hanya jemaah sekitar kelurahan Timbang Galung, tetapi dari berbagai tempat lain yang sengaja datang. Bahkan, ada yang membawa anggota keluarga.
Hal lain yang menjadi catatan bagi kaum ibu tersebut, ada beberapa pejabat yang sudah menikmati menu berbuka puasa itu. “Kalau dihitung-hitung sejak puluhan tahun lalu, beberapa gubernur pernah mencicipi menu yang kita sajikan. Terakhir seperti Wakil Gubernur Ijek dan Gubernur Edy Ramayadi juga,” kata ibu Soraya didampingi kaum ibu lainnya, Hj Teti Patuan.
Soal anggaran untuk buka puasa bersama itu, selalu mengutamakan kas Masjid Raya. Namun, ada juga infaq dari jemaah lain. Misalnya seperti buah-buahan atau ada juga langsung menyerahkan uang. Sedangkan makanan dan minuman yang disajikan tidak pernah kurang. Semua jemaah akan kebagian.
Kalau yang mengolah santapan berbuka itu adalah kaum ibu, yang menyajikannya kepada para jemaah yang sudah duduk teratur di pelataran masjid dan di joglo samping masjid yang di bawahnya kolam ikan, diambil alih para generasi muda. Termasuk memberesi berbagai peralatan yang sudah digunakan.
“Setelah azan berkumandang untuk memasuki sholat magrib berjemaah, seluruh makanan dan minuman bersama tempatnya dipastikan sudah bersih dan sholat magrib akan dilaksanakan sebagai mana mestinya,” kata Hj Tetty Patuan. (In)






