SIANTAR, SENTERNEWS
Buku Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam Sejak 1972 menceritakan dua tokoh yang tidak lepas dari perkembangan Karate Kala Hitam, Sensei Winta Karna dan H Ronny Simon.
Keduanya berhasil menyebar dan mengembangkan karate Kala Hitam ke berbagai penjuru nusantara dan berhasil meraih prestasi terbaik tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari itu, berhasil menempa sejumlah orang menjadi sukses di bidangnya masing-masing.
SENSEI WINTA KARNA DARI DESA KE KOTA
Sensei Winta Karna yang lahir di Desa Tigan Derket, Kabupaten Karo, 23 April 1944, merupakan sosok guru karate yang ulet. Meski awalnya hidup di tengah keluarga tergolong baik, akhirnya menjadi keluarga miskin karena kondisi keamanan yang tidak menentu.
Bahkan, karena beredar informasi yang ternyata hanya isu belaka bahwa desanya akan dibumihanguskan pihak Kolonial dan penduduknya harus pindah meninggalkan rumah beserta barang-barang berharga, Winta Karna kecil bersama keluarga pindah ke Medan.
Perjalanan hidup Winta Karna penuh dengan dinamika. Selain menekuni olahraga karate semasa SMA, juga gemar melukis dan mengarang di bidang sastra. Karena haus dengan ilmu pengetahuan, lulus Fakultas Hukum Nasional Indonesia bergelar Sarjana Muda.
Dalam buku Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam Sejak 1972 itu, Winta Karya dikisahkan juga aktif bergelut dalam dunia jurnalistik meski pernah bekerja di berbagai perusahaan swasta.
Sedangkan karier di bidang karate semakin melejit diawali setelah bertemu dengan seorang karateka, Kawa Khita berprofesi sebagai teknisi perusahaan dari Jepang yang kerjasama dengan perusahaan tempat Winta Karna bekerja.
Selama berlatih enam bulan, Winta Karna yang telah diuji Kawa Khita, direkomendasi ke perwakilan Kyokushinkai Sona Asia Tenggara di Singapore untuk ujian memperoleh DAN I. Kemudian, memperoleh DAN II dan DAN III di Jepang. Perkembangan berikutnya berhasil meraih DAN VII.
Hal yang pantas ditiru dari Winta Karna, meski memiliki banyak kedekatan dengan sejumlah pejabat, tidak pernah mau memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi semata.
RONNY SIMON SOSOK LUWES BERGAUL
H Ronny Simon Ketua Umum Karate Kala Hitam yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik, dikenal sebagai sosok yang luwes bergaul dan cukup dikenal berbagai lapisan.
Selain itu, pemilik sabuk hitan DAN V ini, bukan karena pernah menjadi juara Karate Full Contact antar wartawan, sehingga cukup disegani para rekan-tekannya wartawan. Lebih dari itu berjiwa low profil, tidak memiliki sikap tamak dan dengki. Sehingga, hubungannya dengan Wita Karna sebagai pelatih tetap berlangsung harmonis.
Kemudian, meski waktunya banyak tersita dalam dunia jurnalistik yang antara lain sebagai seperti pendiri Surat Kabar Gebrak dengan jabatan Pempimnan Umum, pria kelahiran Medan 24 April 1945, beristrikan Hj Turmi ini, juga aktif dalam berbagai bidang organisasi.
Meski pernah menjabat sebagai Bendahara PWI Cabang Sumut selama dua priode, sebagai kepala rumah tangga dengan dua anak lelaki dan tiga perempuan yang tergolong sukses, juga dikenal dekat dengan berbagai elemen serta memiliki kekuatan loby dengan berbagai institusi maupun lembaga.
Dengan motto, “Kalau gagal hari ini, besok masih ada waktu untuk mencapai keberhasilan”, H Ronny Simon yang dikenal religius, berhasil mengembangkan Karate Kala Hitam di tingkat nasional dan internasional sampai saat ini.
Pada lembaran buku Buku Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam Sejak 20 Januari 1972, ditemukan sejumlah klipingan berbagai surat kabar yang memuat tentang berbagai informasi Kala Hitam.
Diantaranya, tulisan Dr H Rustam Effendi YS SpPd yang mengatakan, “Karate mendukung pembinaan fisik, mental, sportifitas, disiplin, percaya diri, rendah hati dan kejujuran untuk berbuat kebaikan”. ”Karate harus bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas dan kepercayaan yang diberikan serta memegang teguh komitmen”.
Selain itu, ada juga tulisan berjudul, “Dilatih Bertanggungjawab”. “Membela Bangsa Lewat Karate”, “Karate Mendidik Kita Menghormati Orang Lain”. Dan banyak lagi tulisan lain tentang karate terutama Kala Hitam yang dinilai memberi banyak manfaat dalam hidup dan kehidupan.
Dr H Rustam Effendi YS SpPD KGEH dan Mangandar Sianipar, sebagai dua sosok penyusun/editor Buku Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam Sejak 20 Januari 1972 mengatakan, Buku Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam Sejak 20 Januari 1972 itu sebenarnya belum selesai.
“Ada rencana kita untuk melanjutkan buku kedua yang sesuai dengan perkembangan Kala Hitam sampai 2025 ini,” kata keduanya usai menghadiri Dirgahayu ke 53 Karate Kala Hitam yang digelar Pengcab Kala Hitam Pematangsiantar dengan Ketua Andika Prayogi Sinaga, di Balai Rahmat Shah Taman Hewan, Kota Siantar, Minggu (26/1/2025) lalu.
Ingin membaca Buku Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam Sejak 20 Januari 1972? Silahkan menghubungi, para pengurus Perguruan Karate Kala Hitam, khususnya di Medan dan Sumatera Utara. (In)






