SIANTAR, SENTERNEWS
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Siantar-Simalungun, kritisi Walikota Siantar Wesly Silalahi terkait kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba yang terus menggunung sampai 25 meter.
“Ironisnya, Walikota tidak perduli meski itu salah satu program prioritas. Karena, Walikota ternyata sibuk dengan kegiatan serimonial,” ujar Ketua GMKI Siantar-Simalungun, Yova Purba, Kamis (16/04/2026).
Dijelaskan, saat ini pengelolaan TPA Tanjung Pinggir memprihatinkan karena belum optimal dan dampak lingkungan terus dirasakan masyarakat. Sehingga, muncul tanda tanya mengapa program prioritas itu belum dijalankan secara sungguh-sungguh.
“Di tengah statusnya sebagai program prioritas, perhatian pemerintah tidak sebanding dengan intensitas kegiatan seremonial dan kegiatan simbolik Walikota,” tegas Yova sembari bertanya, di mana keseriusan Walikota Wesly Silalahi merealisasikan janji tersebut.
“Apakah Walikota lupa dengan janji yang disampaikan kepada publik?” katanya sembari bertanya dan menegaskan, seharusnya Walikota segera membuktikan komitmennya dengan langkah nyata dalam pengoptimalisasian sampah di TPA Tanjung Pinggir.
Senada dengan Sekretaris GMKI Siantar-Simalungun, Flora Simbolon. Yang menyatakan ahwa tidak dilaksanakannya programterkait TPA Tanjung Pinggir, bukan sekadar kelalaian. Tetapi mencerminkan ketidakseriusan dalam menjalankan tanggung jawab.
“Kami menegaskan bahwa rakyat tidak membutuhkan pemberitaan agenda-agenda simbolik, tetapi solusi dan kerja nyata yang berdampak langsung manfaatnya bagi masyarakat masyarakat,” ujarnya. (In)






