SIANTAR, SENTERNEWS
Majelis Ulama Indonresia (MUI) Pusat berkunjung ke MUI Pematangsiantar dalam rangka monitoring dan evaluasi kelembagaan dan kunjungan kerja untuk mengetahui keberhasilan dan kendala apa yang dihadapi, Rabu (23/09/2026).
Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat yang diterima di Kantor MUI Pematangsiantar, Jalan Kartini itu, terdiri dari Prof Dr H Faisal Nasar Bin Madi MA selaku Ketua Bidang Pendidikan MUI Pusat, Buya Drs H Pasni Rusli selaku Ketua MUI Bidang Seni Budaya dan Miftah Huda SPd I MESy, sebagai Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat.
Turut didampingi, Ketua MUI Sumatera Utara, Prof Dr H Adriansyah Lc MA, Dr H M Akmaluddin Syahputra sebagai Ketua Infokomdigi dan Puadi harahap SH MPd sebagai KTU MUI Sumut serta dua orang staf.
Ketua MUI Pematangsiantar, Drs H M Ali Lubis mengucapkan selamat datang kepada MUI Pusat dan rombongan dan siap menerima wejangan tentang bagaimana mengembangkan MUI di Pematangsiantar sekitarnya.
“Pematangsiantar merupakan kota toleransi. Tahun 2024 menduduki peringkat 5 dan tahun 2025 ini naik ke peringkat keempat. Kalau sebelumnya, tahun 2016 dan 2017 meraih predikat pertama sebagai kota tolernasi se Indonesia,” papar Drs H M Ali Lubis.
Keberadaan MUI di Pematangsiantar dikatakan selalu diminta pendapat tentang berbagai hal yang diantaranya terkait toleransi umat beragama dan lainnya.
“Kita dari MUI selalu memperkuat ukuwah dan kerukunan maupun aqidah umat,” ujar H M Ali Lubis yang juga mengatakan, pertemuan itu turut dihadiri Dewan Pertimbangan MUI Pematangsiantar, Zainal Siahaan dan para ketua dari 12 Komisi.
Sekretaris Umum MUI Pematangsiantar, H Ahmad Ridwansyah Putra menjelaskan, kepengurusan MUI Pematangsiantar terdiri dari berbagai profesi. Ditambah dengan Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI), Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) dan lainnya.
“MUI Pematangsiantar juga memiliki studio mini untuk pemanfaatan informasi teknologi di era digital dengan melakukan berbagai kegiatan dakwah dan ada juga wibsite,” beber HAhmad Ridwansyah.
Dipaparkan juga berbagai program seperti Pendidikan Dasar Kader Ulama (PDKU) yang sudah berlangsung. Selain mendalami ilmu agama, juga diberi kesempatan mendalami IT secara gratis di STIKom Tunas Bangsa yang dikelola H Ahmad Ridwansyah Putra.
“Berbagai kegiatan yang ada akan terus ditingkatkan ke depannya dan kami perlu arahan serta bimbingan dari MUI Pusat,” kata H Ahmad Ridwansyah.

Menanggapi paparan yang disampaikan, Buya Drs H Pasni Rusli sebagai Ketua Bidang Seni Budaya mengatakan, apa yang dilakukan MUI Pematangsiantar sudah bagus. Dan, ke Sumatera Utara hanya ke MUI Pematangsiantar serta ke MUI Medan.
Tentang ruang digital MUI Pematangsiantar dinilai merupakan nilai plus. Karena, dapat mendorong MUI daerah lain melakukannya karena sesuai dengan perkembangan zaman.
“Soal pemanfaatan digital itu akan kita sampaikan kepada MUI di daerah lain agar dapat menjadi contoh. Sehingga, bukan tidak mungkin melakukan studi banding ke MUI Pematangsiantar.” kata Buya H Pasni Rusli.
Sementara, Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat melalui Miftah Huda SPd I MESy menyatakan salut kepada MUI Pematangsiantar. Bahkan, apa yang sudah dilakukan minimal dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.Terutama dalam memanfaatkan IT.
“Untuk menyentuh generasi muda, saatnya kita menggunakan media sosial dan dakwah yang disampaikan melalui digital sangat digandrungi anak muda,” katanya.
Disinggung juga tentang hubungan MUI Pusat dengan Presiden Prabowo Subianto yang tetap kritis. Bahkan, buku Buku Islam ala Prabowo juga tak lepas dari perhatian.
Ditegaskan, peluncuran Buku Islam Ala Prabowo dilakukan di luar sepengetahuan MUI meski dilakukan pada acara tertentu yang dihadiri MUI tetapi kegiatannya tidak dilakukan MUI.
“Soal buku itu sudah kita jelaskan melalui media dan banyak pihak yang membantah isi tulisan buku itu,” tegas Miftah Huda.
Di penghujung acara , Ketua MUI Sumatera Utara Prof Dr H Adriansyah mengucapkan terimakasih kepada MUI Pematangsiantar yang menyambut kedatangan rombongan dengan baik. Selanjutnya dilakukan penyerahan cendra mata dan poto bersama. (In)






