SIANTAR, SENTERNEWS
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Efarina yang mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Tahun 2026, di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Aceh berkomitmen mengawal isu nasional dan daerah.
”Selain hadir sebagai delegasi daerah, BEM Universitas Efarina juga mengambil bagian dalam kerja-kerja organisasi melalui keterlibatan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Efarina sebagai staf Koordinator Isu Kesehatan BEM SI,” kata Presiden Mahasiswa BEM Universitas Efarina, Depandes Nababan, Rabu (28/10/2026).
Dijelaskan, salah satu hasil penting Rakernas BEM SI 2026 yang berlangsung mulai 19-24 Oktober 2026 itu, setiap koordinator isu untuk mengawal dan mengadvokasi persoalan sesuai dengan bidang masing-masing bersama seluruh staf isu.
Selain itu, forum Rakernas menyepakati pelaksanaan aksi serentak pada 28 Oktober 2026 sebagai momentum evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo -Gibran.
Aksi tersebut menjadi bagian dari ruang penyampaian aspirasi dan evaluasi mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan. Termasuk berbagai kebijakan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian kritis dari masyarakat sipil.
“Bagi BEM Universitas Efarina, keterlibatan dalam gerakan mahasiswa nasional merupakan tanggung jawab untuk terus membangun kesadaran kritis, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan memastikan bahwa mahasiswa tetap memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab,” beber Depandes Nababan.
Dijelaskan juga, isu-isu nasional yang dibahas dalam forum, BEM Universitas Efarina menaruh perhatian pada persoalan pendidikan dan lingkungan yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di daerah.
Sementara, isu lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama melalui pengawasan kebijakan, peningkatan kesadaran masyarakat, dan advokasi terhadap persoalan lingkungan yang berpotensi merugikan kehidupan masyarakat.
BEM Universitas Efarina memandang, gerakan mahasiswa harus mampu menghubungkan isu nasional dengan persoalan nyata di daerah. Sehingga, gerakan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari dinamika nasional, tetapi juga hadir dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan di lingkungan sekitarnya.
Ditegaskan juga, partisipasi dalam Rakernas BEM SI 2026 harus menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi mengawal berbagai persoalan publik. Sehingga, usai Rakernas, BEM Universitas Efarina tidak berhenti pada keikutsertaan semata. Tetapi terus berkomitmen mengawal isu-isu nasional maupun daerah, khususnya persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan rakyat.”
Hasil Rakernas diharapkan menjadi bahan refleksi bagi BEM Universitas Efarina dalam memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai wadah aspirasi, pengembangan intelektual, dan kontrol sosial.
“Kita meyakini bahwa gerakan mahasiswa harus berangkat dari keberanian berpikir kritis, diwujudkan melalui gerakan yang terorganisasi, dan diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Depandes Nababan.
Partisipasi dalam Rakernas BEM SI 2026 dikatakan menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Bagi BEM Universitas Efarina, perjuangan tidak berakhir ketika forum nasional ditutup. Tetapi berlanjut melalui kerja-kerja nyata di kampus dan di tengah masyarakat. (Rel)







