SIMALUNGUN ,SENTERNEWS
Terkait masalah penanganan dugaan pembalakan hutan di Desa Rondang, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun yang digunduli, menjadi perhatian menjadi Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Terbukti, Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Assoc Prof Dr H Usman Jakfar Lc MA dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Pematangsiantar.
Tujuannya untuk mendapatkan data dan segera turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan. Kemudian segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi B. ”Kita sedang menunggu data dari KPH,” ujarnya.
Konfirmasi itu berlangsung di Kantor UPT KPH II Pematangsiantar (Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah II Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Kamis (05/11/2026)
Sementara, Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Pematangsiantar, Ervin Situngkir yang juga dikonfirmasi, mengklaim bahwa Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) masih berada di lokasi. “Tim Satgas PKH masih di dalam, bekerja,” kata Ervin.
Ketika pernyataan tersebut ditepis sejumlah jurnalis yang telah turun ke lokasi, Rabu (03/11/2026) Satgas PKH tidak ditemukan di lokasi. Kecuali menemukan alat berat dan mesin pemotong dan sejumlah pekerja yang sedang membuka jalan dengan bebas.
Untuk itu, Ervin menyatakan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. “Di Hatonduhan? Iya, kemarin. Nanti kami cross-check ke lapangan,” ujarnya.
Ervin malah mengaku baru mengetahui informasi mengenai dugaan perambahan hutan tersebut melalui pemberitaan media daring. “Kami dapat dari berita online semalam. Baru semalam,” imbuhnya.
Sedangkan terkait dugaan pengiriman kayu gelondongan dari hasil penebangan di kawasan tersebut ke sejumlah usaha penggergajian kayu (somel) di Pematangsiantar, Ervin juga mengaku belum memperoleh informasi.
“Itu belum, kami belum tahu, belum update itu. Nanti kami akan cari tahu,” katanya.
Seperti diberitakan beberapa media sebelumnya, sejumlah warga Desa Rondang menghentikan aktivitas pembukaan jalan menggunakan alat berat di kawasan hutan setempat. Pasalnya, ada dugaan bahwa aktivitas pembalakan hutan sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Selain operator alat berat, beberapa pekerja lainnya tampak mengoperasikan mesin gergaji (sinso) dan melakukan pengukuran di sekitar lokasi. Termasuk melakukan pembukaan jalan di kawasan yang berbatasan dengan hutan bekas areal operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Salah seorang pekerja yang ditemui mengatakan, baru tiba di lokasi bersama temannya, Selasa (3/11/2026) malam. “Kami baru saja datang tadi malam dan alat sedang membuka jalan,” ujarnya.
Ketika awak media ini kembali mengkonfirmasi warga, warga malah bertanya-tanya. Jika Satgas PKH benar-benar ada di lokasi, kenapa hutan terus digerogoti? Jika Kepala KPH saja baru tahu dari berita online, siapa yang selama ini mengawasi hutan Rondang?
Untuk Itu, warga mendesak agar aparat penegak hukum dan Satgas PKH tidak hanya sekadar klaim di atas kertas, tetapi benar-benar turun, segel lokasi, dan menangkap dalang di balik pembalakan hutan Rondang. (Ad)







