Senter News
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Imran Nasution

Imran Nasution

Pesta Demokrasi, Transaksional dan Pembodohan

Penulis: Redaksi Senternews.com
25 Desember 2023 | 16:18 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Mulai dari kota dengan gemerlap lampu warna warni, sampai pinggiran desa yang masih  temaram karena lampu penerangan jalan padam, Pemilu digaungkan dengan riuh rendah sebagai pesta demokrasi rakyat.

Riuh rendah Pemilu itu dikumandangkan KPU lewat lagu bermusik rock yang membuat para pecinta dangdut kadang iri. Ditambah semarak gambar-gambar para Caleg di persimpangan sebagai tongkrongan anak-anak muda pengangguran menunggu harapan cerah.

Poster, spanduk dan baliho dipaku di batang-batang pepohonan sehingga daun-daunnya enggan menari-nari ditiup angin karena merasa tersakiti akibat ulah manusia yang tidak menganggap bahwa pohon juga makhluk hidup.

Saat masa kampanye tiba, harga kebutuhan pokok sudah lebih dulu melambung bagai balon gas putus tali. Selanjutnya, berbagai janji-janji bertebaran di ladang-ladang kerontang yang sengaja dipaksa supaya ecek-ecek subur karena ditabur pakai pupuk transaksional.

Karenanya, ratusan warga di gang-gang sempit, kumuh dan sesak siap menanti apakah ada transaksional. Ketika kabar itu menyebar, siap antri di ruang-ruang gelap dan samar serta becek. Berbaris tanpa alas kaki untuk menganti suara menjadi beras.

Sangat lumayan sebagai pengganjal perut anak istri agar tidak perih dan tidak lagi seperti gendang bila ditalu karena lapar. Sehingga, malamnya tidur nyenyak meski beralas tikar lusuh. Untuk sementara, lupa tentang bagaimana dan apa yang dapat dimakan esok hari.

Semakin dekat hari pencoblosan 14 Februari  2024, dinamika yang terjadi semakin berkembang. Sementara,  akibat salah kalkulasi transaksional, kerut kening Caleg bermodal pas-pasan bertambah kusut. Masalahnya persediaan “amunisi” telah menipis. Karena terlanjur kadung, terpaksa harus cari amunisi dengan cara menggali lobang.

Kalau transaksional berhasil “membeli” kursi dan duduk, tak terlalu berat peras keringat untuk menutup lobang. Kalau tidak? Lobang pasti semakin menganga dan siap menjebak.   Selanjutnya, Caleg gagal tak bisa  tidur nyenyak dan makan tak enak.

Karena, nasi sudah jadi bubur basi dan tidak bisa lagi diolah menjadi lontong sayur, penyesalan datang juga di belakang. Sehingga satu penyakit kompak mengajak penyakit lainnya untuk membangun kerajaan komplikasi dalam tubuh yang hanya tinggal kulit pembalut tulang.

Lantas, politik dibilang kejam. Padahal, sangat tidak bijak kalau kakeknya kakek temannya teman saya mengatakan jangan dekati politik. Karena, kakeknya kakek temannya teman saya itu pernah hidup di zaman penjajah yang melarang anak jajahan berpolitik sebagai upaya menghambat pergerakan dan membungkam suara untuk menuntut kemerdekaan.

Sejatinya yang kejam bukan politik.Tapi, pelaku politik yang tak mampu menguasai libido untuk terus berkuasa meski politik itu berujung runcing bagai pisau belati. Atau petak bagai kamar tanpa ventelasi. Bahkan tinggi bagai tangga menuju kelangit untuk menggapai mimpi di atas mimpi.

PEMBODOHAN

Di balik riuh rendah pelaksanaan Pemilu dengan berbagai tahapan, ada juga aksi senyap, tanpa gembar gembor pamer baliho, spanduk atau poster. Itu dilakukan partai politik pengusung Caleg yang punya strategis lain untuk mendekati rakyat sebagai pemilih melalui bisik-bisik.

Namun  saat berbisik-bisik, malah berzigzag, menelikung atau menyeruduk. Plus berzigzag, menelikung dan menyeruduk sekaligus. Aksi itu tanpa pandang bulu meski semula saling pandang dan akhirnya pandang-pandangan sambil main mata.

Ada juga mata-mata kepala daerah sebagai ketua partai politik mengintimidasi pejabat dan bawahan sampai tingkat RT untuk dukung mendukung dari balik layar. Karena, takut kehilangan jabatan, akhirnya mereka setor muka setiap saat sambil angkat telor.

Setelah itu, diberi kesempatan memanfaatkan program pemerintah sebagai upaya penggalangan. Padahal, katak dalam tempurung mengetahui itu pembodohan terhadap rakyat yang hanya karena kebutuhan pokok jadi manut.

Tujuannya, tidak misterius. Pastinya, jelas sebagai upaya pencitraan meraih target perolehan kursi  untuk sanak keluarga dan handai tolan plus mencapai target mempertahankan kursi kekuasaan. Ironisnya, karena banyak diam atau hanya sekedar bicara di belakang, anjing dibiarkan menggonggong tapi kafilah terus berlalu sambil bersiul tanpa takut adanya sanksi.

Atau ketika diketahui melakukan pelanggaran rambu peraturan Pemilu karena  sembarangan melakukan zigzag, telikung dan seruduk, tidak sulit berdalih menggunakan jurus kata silat lidah dan pakai transaksional sehingga dibuang ke comberan yang mampet.

Saat libodo kekuasaan telah memuncak di ubun-ubun dan kursi kekuasaan harus dipertahankan bahkan harus diperkuat dengan menghalalkan segala cara, kekuasaan itu ternyata benar telah menjadi Narkoba yang bukan hanya sekedar menjadi racun.

Lebih dari itu, alam akan mengantar yang tidak mampu menahan libodonya ke balik tembok penjara. Karena,  ambisius mengejar dan mempertahankan kekuasaan, ibarat meminum air laut. Semakin diminum, tenggorokan semakin haus dan dahaga.

Di sisi lain, kebanyakan minum air laut sebagai bahan baku garam, tensi darah jadi meninggi dan mudah naik darah. Saat dikritik langsung marah. Telinganya panas dan bola mata merah saga. Bahkan, kritik disebut fitnah. Bukan sebagai intropeksi atau kebebasan berekspresi mengeluarkan pendapat demi suatu perbaikan untuk intropeksi diri.

Betapa indahnya Pemilu tanpa transaksional dan pembodohan sebagai pendidikan politik mencerdaskan kehidupan anak bangsa agar cerdas dan waras untuk melahirkan wakil rakyat plus pemimpin berkualitas dari sebuah kedaulatan rakyat yang berbeda  dengan kedaulatan partai.

Kalau Pemilu tanpa transaksional dan tanpa pembodohan karena kedaulatan rakyat telah ditukar dengan kedaulatan partai, siapa kepala daerah berani menjadi ketua partai untuk menjelajah dunia politik sebagai hutan belantara akal? Dihuni manusia sebagai hewan yang berpikir dengan berbagai karakter.

PENUTUP

Apabila tetap terjadi pembiaran terhadap transaksional dan pembodohan, Pemilu sebagai pesta demokrasi rakyat sama saja hoaks atau hanya isu yang sengaja disebar dari delapan penjuru angin. Sehingga, pantas dan wajar Pemilu disebut hanya sebagai benalu demokrasi.

Masalahnya, apakah KPU, Bawaslu, perangkat penegak hukum, Caleg, penguasa serta rakyat, berani duduk melingkar mewujudkan Pemilu berkualitas tanpa transaksional dan pembodohan?

Jawabannya, jangan tanya hembusan angin yang membuat rumput bergoyang. Titik! (Penulis: Pemred SenterNews.com)

ShareSendShare

Berita Terkait

ANEKA RAGAM

Gladi  Sispamako : Pengunjukrasa dan Personel Polres Siantar “Nyaris Bentrok”

29 April 2026 | 17:31 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Unjukrasa di depan Markas Polres Siantar, Jalan Sudirman, Kota Siantar memanas. Selain ada pembakaran ban, massa aksi dengan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Dua Pria Maling HP Diamankan Personel Polres Siantar

29 April 2026 | 14:42 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Seorang pria berinisial RM (19) bisa disebut bernasib sial. Pasalnya, saat duduk-duduk di Lapangan Merdeka atau Taman Bunga,...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Tiga Remaja Pengguna Ganja Diserahkan ke Polres Siantar

29 April 2026 | 14:41 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena tiga remaja yang duduk-duduk di tepi sungai di Kecamatan Siantar  Nartoba diduga mengkonsumsi narkotika, warga melaporkannya ke...

Read moreDetails
Petugas melakukan olah TKP
ANEKA RAGAM

Siantar Dalam Sehari, Warga Temukan Dua Mayat

28 April 2026 | 18:47 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dalam sehari, ada dua mayat yang ditemukan di dua lokasi Kota Siantar. Pertama di Kelurahan Simarimbun Kecamatan Siantar...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

GEMPRA Tolak Hasil Pencalonan Direktur Tehnik Perumda Tirtauli

28 April 2026 | 18:39 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Gerakan Masyarakat Pro Rakyat (GEMPRA) menolak Hasil Pencalonan Direktur Tehnik (Dirtek) Perusahaan Daerah (Perumda) Tirtauli Kota Siantar yang...

Read moreDetails
Penyampaian rekomendasi Pansus LKPJ
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Serahkan 31 Rekomendasi Untuk Dilaksanakan Walikota Siantar

27 April 2026 | 18:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS DPRD Siantar lakukan rapat paripurna tiga agenda. Diantaranya, sampaikan 31 rekomendasi hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Sempat Melarikan Diri, Pemilik 21 Paket Sabu Diringkus Polsek Dolok Batu Nanggar  

29 April 2026 | 18:03 WIB
ANEKA RAGAM

Gladi  Sispamako : Pengunjukrasa dan Personel Polres Siantar “Nyaris Bentrok”

29 April 2026 | 17:31 WIB
ANEKA RAGAM

Dua Pria Maling HP Diamankan Personel Polres Siantar

29 April 2026 | 14:42 WIB
ANEKA RAGAM

Tiga Remaja Pengguna Ganja Diserahkan ke Polres Siantar

29 April 2026 | 14:41 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Mayat Dalam Truk KEK Sei Mangkei Ditangani Polsek Maligas

28 April 2026 | 21:39 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Antisipasi May Day 2026, Kapolres Simalungun Gelar Anev Kamtibmas

28 April 2026 | 21:39 WIB
ANEKA RAGAM

Siantar Dalam Sehari, Warga Temukan Dua Mayat

28 April 2026 | 18:47 WIB
ANEKA RAGAM

GEMPRA Tolak Hasil Pencalonan Direktur Tehnik Perumda Tirtauli

28 April 2026 | 18:39 WIB
SEREMONIAL

Kapolres Siantar Minta Pelajar SMA Sultan Agung Jauhi Narkoba & Bijak Gunakan Medsos

27 April 2026 | 18:58 WIB
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Serahkan 31 Rekomendasi Untuk Dilaksanakan Walikota Siantar

27 April 2026 | 18:53 WIB
HEADLINE

Kaum Ibu Korban Koperasi “Bodong” Mengadu dan Menjerit di Depan PN Siantar, Desak BNI Kembalikan Rp4,2 Miliar  

27 April 2026 | 17:53 WIB
ANEKA RAGAM

BEM Fakultas Ekonomi USI Unjukrasa Soal Rokok Ilegal: Semula “Panas” Akhirnya Kondusif

27 April 2026 | 16:03 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata