Senter News
Kamis, 2 Juli 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Imran Nasution

Imran Nasution

Pesta Demokrasi, Transaksional dan Pembodohan

Penulis: Redaksi Senternews.com
25 Desember 2023 | 16:18 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Mulai dari kota dengan gemerlap lampu warna warni, sampai pinggiran desa yang masih  temaram karena lampu penerangan jalan padam, Pemilu digaungkan dengan riuh rendah sebagai pesta demokrasi rakyat.

Riuh rendah Pemilu itu dikumandangkan KPU lewat lagu bermusik rock yang membuat para pecinta dangdut kadang iri. Ditambah semarak gambar-gambar para Caleg di persimpangan sebagai tongkrongan anak-anak muda pengangguran menunggu harapan cerah.

Poster, spanduk dan baliho dipaku di batang-batang pepohonan sehingga daun-daunnya enggan menari-nari ditiup angin karena merasa tersakiti akibat ulah manusia yang tidak menganggap bahwa pohon juga makhluk hidup.

Saat masa kampanye tiba, harga kebutuhan pokok sudah lebih dulu melambung bagai balon gas putus tali. Selanjutnya, berbagai janji-janji bertebaran di ladang-ladang kerontang yang sengaja dipaksa supaya ecek-ecek subur karena ditabur pakai pupuk transaksional.

Karenanya, ratusan warga di gang-gang sempit, kumuh dan sesak siap menanti apakah ada transaksional. Ketika kabar itu menyebar, siap antri di ruang-ruang gelap dan samar serta becek. Berbaris tanpa alas kaki untuk menganti suara menjadi beras.

Sangat lumayan sebagai pengganjal perut anak istri agar tidak perih dan tidak lagi seperti gendang bila ditalu karena lapar. Sehingga, malamnya tidur nyenyak meski beralas tikar lusuh. Untuk sementara, lupa tentang bagaimana dan apa yang dapat dimakan esok hari.

Semakin dekat hari pencoblosan 14 Februari  2024, dinamika yang terjadi semakin berkembang. Sementara,  akibat salah kalkulasi transaksional, kerut kening Caleg bermodal pas-pasan bertambah kusut. Masalahnya persediaan “amunisi” telah menipis. Karena terlanjur kadung, terpaksa harus cari amunisi dengan cara menggali lobang.

Kalau transaksional berhasil “membeli” kursi dan duduk, tak terlalu berat peras keringat untuk menutup lobang. Kalau tidak? Lobang pasti semakin menganga dan siap menjebak.   Selanjutnya, Caleg gagal tak bisa  tidur nyenyak dan makan tak enak.

Karena, nasi sudah jadi bubur basi dan tidak bisa lagi diolah menjadi lontong sayur, penyesalan datang juga di belakang. Sehingga satu penyakit kompak mengajak penyakit lainnya untuk membangun kerajaan komplikasi dalam tubuh yang hanya tinggal kulit pembalut tulang.

Lantas, politik dibilang kejam. Padahal, sangat tidak bijak kalau kakeknya kakek temannya teman saya mengatakan jangan dekati politik. Karena, kakeknya kakek temannya teman saya itu pernah hidup di zaman penjajah yang melarang anak jajahan berpolitik sebagai upaya menghambat pergerakan dan membungkam suara untuk menuntut kemerdekaan.

Sejatinya yang kejam bukan politik.Tapi, pelaku politik yang tak mampu menguasai libido untuk terus berkuasa meski politik itu berujung runcing bagai pisau belati. Atau petak bagai kamar tanpa ventelasi. Bahkan tinggi bagai tangga menuju kelangit untuk menggapai mimpi di atas mimpi.

PEMBODOHAN

Di balik riuh rendah pelaksanaan Pemilu dengan berbagai tahapan, ada juga aksi senyap, tanpa gembar gembor pamer baliho, spanduk atau poster. Itu dilakukan partai politik pengusung Caleg yang punya strategis lain untuk mendekati rakyat sebagai pemilih melalui bisik-bisik.

Namun  saat berbisik-bisik, malah berzigzag, menelikung atau menyeruduk. Plus berzigzag, menelikung dan menyeruduk sekaligus. Aksi itu tanpa pandang bulu meski semula saling pandang dan akhirnya pandang-pandangan sambil main mata.

Ada juga mata-mata kepala daerah sebagai ketua partai politik mengintimidasi pejabat dan bawahan sampai tingkat RT untuk dukung mendukung dari balik layar. Karena, takut kehilangan jabatan, akhirnya mereka setor muka setiap saat sambil angkat telor.

Setelah itu, diberi kesempatan memanfaatkan program pemerintah sebagai upaya penggalangan. Padahal, katak dalam tempurung mengetahui itu pembodohan terhadap rakyat yang hanya karena kebutuhan pokok jadi manut.

Tujuannya, tidak misterius. Pastinya, jelas sebagai upaya pencitraan meraih target perolehan kursi  untuk sanak keluarga dan handai tolan plus mencapai target mempertahankan kursi kekuasaan. Ironisnya, karena banyak diam atau hanya sekedar bicara di belakang, anjing dibiarkan menggonggong tapi kafilah terus berlalu sambil bersiul tanpa takut adanya sanksi.

Atau ketika diketahui melakukan pelanggaran rambu peraturan Pemilu karena  sembarangan melakukan zigzag, telikung dan seruduk, tidak sulit berdalih menggunakan jurus kata silat lidah dan pakai transaksional sehingga dibuang ke comberan yang mampet.

Saat libodo kekuasaan telah memuncak di ubun-ubun dan kursi kekuasaan harus dipertahankan bahkan harus diperkuat dengan menghalalkan segala cara, kekuasaan itu ternyata benar telah menjadi Narkoba yang bukan hanya sekedar menjadi racun.

Lebih dari itu, alam akan mengantar yang tidak mampu menahan libodonya ke balik tembok penjara. Karena,  ambisius mengejar dan mempertahankan kekuasaan, ibarat meminum air laut. Semakin diminum, tenggorokan semakin haus dan dahaga.

Di sisi lain, kebanyakan minum air laut sebagai bahan baku garam, tensi darah jadi meninggi dan mudah naik darah. Saat dikritik langsung marah. Telinganya panas dan bola mata merah saga. Bahkan, kritik disebut fitnah. Bukan sebagai intropeksi atau kebebasan berekspresi mengeluarkan pendapat demi suatu perbaikan untuk intropeksi diri.

Betapa indahnya Pemilu tanpa transaksional dan pembodohan sebagai pendidikan politik mencerdaskan kehidupan anak bangsa agar cerdas dan waras untuk melahirkan wakil rakyat plus pemimpin berkualitas dari sebuah kedaulatan rakyat yang berbeda  dengan kedaulatan partai.

Kalau Pemilu tanpa transaksional dan tanpa pembodohan karena kedaulatan rakyat telah ditukar dengan kedaulatan partai, siapa kepala daerah berani menjadi ketua partai untuk menjelajah dunia politik sebagai hutan belantara akal? Dihuni manusia sebagai hewan yang berpikir dengan berbagai karakter.

PENUTUP

Apabila tetap terjadi pembiaran terhadap transaksional dan pembodohan, Pemilu sebagai pesta demokrasi rakyat sama saja hoaks atau hanya isu yang sengaja disebar dari delapan penjuru angin. Sehingga, pantas dan wajar Pemilu disebut hanya sebagai benalu demokrasi.

Masalahnya, apakah KPU, Bawaslu, perangkat penegak hukum, Caleg, penguasa serta rakyat, berani duduk melingkar mewujudkan Pemilu berkualitas tanpa transaksional dan pembodohan?

Jawabannya, jangan tanya hembusan angin yang membuat rumput bergoyang. Titik! (Penulis: Pemred SenterNews.com)

ShareSendShare

Berita Terkait

Mufti di lokasi bencana
ANEKA RAGAM

SISISAR Kembali Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana di Aceh Tamiang

1 Juli 2026 | 17:44 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Karena kondisi pasca bencana masih memprihatinkan, Komunitas Siantar Simalungun Satu Rasa (SISISAR) kembali salurkan bantuan kepada korban bencana di...

Read moreDetails
Lahan lokasi eks kebakaran diratakan menggunakan alat berat
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar Mulai Bangun Kios Pasar Dwikora Parluasan yang Terbakar   

1 Juli 2026 | 16:19 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Setelah terjadi kesepakatan antara pedagang dengan pihak Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ), pembangunan kios Pasar Dwikora...

Read moreDetails
Kedua tersangka
ANEKA RAGAM

Jejak Emas Batangan Curian dari Pasar Horas Dijual ke Madina, Pores Siantar Ringkus 2 Penadah  

30 Juni 2026 | 18:25 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Jejak emas batangan seberat 70 gram yang dicuri dari  Toko Emas M A Siregar di Lantai II, Gedung II,...

Read moreDetails
Setelah persidangan selesai
ANEKA RAGAM

Pertahankan Harta Mendiang Ayah & Tak Paham Hukum, Air Mata Henny Lee Tak Terbendung di PN Pematangsiantar

30 Juni 2026 | 18:07 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS     Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar kembali menggelar sidang kasus Henny Lee, terdakwa pemberi keterangan palsu sesuai Pasal...

Read moreDetails
Poto bersama
ANEKA RAGAM

Budiman Ricardo Surya Tanjung Dilantik Sebagai Dirtek Perumda Tirta Uli  

30 Juni 2026 | 13:11 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Budiman Ricardo Surya Tanjung SE MSi dilantik Walikota Wesly Silalahi sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Perusahaan Umum Daerah (Perumda)...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Anggota DPRD Siantar Andika Prayogi Sinaga, Gerak Cepat Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat

30 Juni 2026 | 08:44 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Anggota DPRD Siantar, Andika Prayogi Sinaga SE, gerak cepat menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses, Sabtu...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SEREMONIAL

Walikota Diwakili Wakil Walikota Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026 | 21:57 WIB
ANEKA RAGAM

SISISAR Kembali Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana di Aceh Tamiang

1 Juli 2026 | 17:44 WIB
SEREMONIAL

Polres Siantar Upacara dan Syukuran HUT Bhayangkara Ke-80

1 Juli 2026 | 17:33 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Dihadiri Bupati Simalungun & Forkopimda

1 Juli 2026 | 17:08 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Warga Desak Kapolres Usut Tuduhan Pangulu Pokan Baru Terlibat Togel dan Tembak Ikan

1 Juli 2026 | 16:45 WIB
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar Mulai Bangun Kios Pasar Dwikora Parluasan yang Terbakar   

1 Juli 2026 | 16:19 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Suami Aniaya Istri Akhirnya Meninggal, Diungkap Polres Simalungun

1 Juli 2026 | 09:42 WIB
ANEKA RAGAM

Jejak Emas Batangan Curian dari Pasar Horas Dijual ke Madina, Pores Siantar Ringkus 2 Penadah  

30 Juni 2026 | 18:25 WIB
ANEKA RAGAM

Pertahankan Harta Mendiang Ayah & Tak Paham Hukum, Air Mata Henny Lee Tak Terbendung di PN Pematangsiantar

30 Juni 2026 | 18:07 WIB
ANEKA RAGAM

Budiman Ricardo Surya Tanjung Dilantik Sebagai Dirtek Perumda Tirta Uli  

30 Juni 2026 | 13:11 WIB
ANEKA RAGAM

Anggota DPRD Siantar Andika Prayogi Sinaga, Gerak Cepat Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat

30 Juni 2026 | 08:44 WIB
SEREMONIAL

Kapolres Siantar Ajak Anak Panti Asuhan Elim Rekreasi ke Taman Hewan

29 Juni 2026 | 21:15 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata