SIANTAR,SENTERNEWS
Target Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kota Siantar untuk DPRD Kota Siantar sebanyak enam kursi. Tujuannya untuk dijadikan “sampan” pencalonan Walikota yang tahapan berlangsung April 2024 mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) PKN Kota Siantar, Horas Sianturi pada acara Seminar Kebangsaan dan Pemberangkatan Caleg PKN di Café Delira, Jalan Gereja Kota Siantar, Sabtu (5/1/2024), mulai jam 15.00 Wib sampai jam 17.30 Wib.
Seminar langsung dihadiri Ketua Pimpinan Nasional (Pimnas) PKN, Anas Urbaningrum, Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) Sumut Edison Sianturi, pengurus Pimcab PKN Siantar, PARA Caleg dan seratusan simpatisan,
Horas Sianturi memaparkan, sebelum menjadi ketua PKN Kota Siantar, lebih dulu menjadi pengurus PSI Kota Siantar dan Caleg PSI dari Dapil II DPRD Kota Siantar. Namun, di PKN mengaku tidak menjadi Caleg.
“Setelah target tercapai, saya maju menjadi Calon Walikota Siantar,” kata Horas Sianturi yang menyatakan tidak ada yang mustahil untuk mencapai target termasuk mencalonkan diri sebagai Walikota apa bila ada rekomendasi dari Pimnas PKN. Namun, demikian menurutnya harus lebih dulu berkonsentrasi dalam Pemilu Legislatif.
Ketua Pimda Sumut Edison Sianturi mengatakan, Pimcab PKN Kota Siantar beruntung dapat langsung dihadiri Ketua Pimnas PKN Anas Urbaningrum. Untuk itu, harus menjadi motivasi bagi Pimcab PKN Kota Siantar mencapai target yang ditentukan.
Selanjutnya, Anas Urbaningrum melalui pemaparannya mengatakan, kehadirannya ke Kota Siantar dalam rangka konsolidasi. Dan, itu menjadi pintu pertama yang juga untuk mengantar para Caleg DPRD Siantar, Sumatera Utara dan DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang.
Pintu kedua, akan datang lagi setelah PKN Kota Siantar memperoleh target enam kursi.
“Pintu ketiga, saya akan datang lagi saat Ketua Pimcab PKN Kota Siantar Horas Sianturi maju menjadi Calon Walikota Siantar. Kalau semua itu terwujud, rangkaian pendek yang dilakukan tentu begitu indah,” kata Anas yang menyatakan ingin menjadi saksi keberhasilan PKN Kota Siantar.
Sebagai partai baru belum tentu PKN dapat langsung menjadi besar. Karena, semua dimulai dari yang kecil. Sementara, terkait dengan hijrahnya Horas Sianturi dari partai lama, tentu punya makna besar bagi PKN dan masyarakat Kota Siantar.
“Apabila mampu meraih target enam kursi dan itu diawali dengan kursi yang cukup untuk menjadi kenderaan mengusung Calon Walikota, di Kota Siantar ini bisa terjadi gempa politik,” kata Anas Urbaningrum yang langsung disambut para hadirin dengan yel-yel PKN.
Gempa politik itu dikatakan bukan yang membuat orang lain menjadi kawatir atau mencemaskan. Melainkan gempa politik yang dirindukan warga Kota Siantar dalam rangka menciptakan perubahan yang lebih baik dari PKN sebagai partai baru.
“Saya optimis gempa politik itu terjadi karena yang datang pada acara ini berasal dari berbagai kalangan. Target yang ditetapkan itu tentu hasil kalkulasi yang matang. Tapi, kalaupun target tidak tercapai, bolehlah kurang sedikit,” katanya.
Dikatakan, gempa politik dapat terjadi apabila semua pihak punya komitmen besar, punya cita-cita besar dan punya semangat besar. Sehingga, PKN tidak bisa dibendung menjadi partai besar yang mengedepankan kader berprestasi.
Terkait perolehan target, para pejuang PKN Kota Siantar dikatakan harus turun merayap menyentuh rakyat. Sehingga, tidak ada suara yang tidak tersentuh PKN. “Waktu untuk meraih enam kursi sekitar 40 hari lagi. Namun, para pejuang PKN kota Siantar dikatakan sudah hapal betul bagaimana medan di daerah pemilihan masing-masing.
Di penghujung seminar, dilakukan tanya jawab. Antara lain tentang toleransi, dan berbagai strategi peraihan kursi di tingkat DPRD Siantar, Sumatera Utara maupun DPR RI. (In)






