SIANTAR,SENTER NEWS
Warga Kota Siantar banyak tidak mengetahui di Kota Siantar ada Taman Kehati yang kondisinya saat ini sepi dan seperti terlantar karena minim publikasi. Padahal, suasananya lebih tenang dan sejuk dibanding Taman Bunga atau Lapangan Merdeka.
Taman Kehati itu ada di seberang jalan depan Rumah Dinas Walikota Siantar, Jalan M H Sitorus. Persisnya masuk dari gang samping Gereja Kristen Protestan (GKPI). Sekitar 20 meter dari tepi jalan, ada plang bertuliskan Taman Kehati.
Saat disambangi, di belakang plang yang menghadap sungai Bah Bolon, seorang warga, Bambang (52) sedang memancing ikan. Bahkan, berhasil mendapat ikan jurung yang besarnya hampir setengah kilo gram hanya dengan menggunakan umpan mie instan.
“Wah, mantap bang. Berarti banyak ikannya ya,” tanya awak media ini kepada Bambang, warga Jalan Gunung Simanuk-Manuk Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (14/1/2024) sekira jam 11.00 Wib.
Selain ikan jurung ada juga nila atau lele dumbo. “Pada hari tertentu banyak juga pemancing. Bahkan, ada yang sampai malam hari karena lampu menuju masuk ke Taman Kehati selalu menyala,” ujar Bambang.
Hanya saja, soal pengunjung ke Taman Kehati sepengetahuannya sangat minim. Bahkan, sangat jarang. “Mungkin, karena banyak orang tidak mengetahuinya. Jadi, memang sepi,” ujarnya.
Untuk masuk ke dalam Taman Kehati, harus melewati portal besi berwarna hijau yang bisa dinaikan dan diturunkan secara manual. Taman Kehati seluas sekitar 1 hektar lebih itu dibangun Pemprov Sumut Tahun 2017 dan pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Siantar.
Saat diselusuri lagi ke bagian dalam, tiada petugas berada di pos yang menyatu dengan bangunan mirip rumah dengan kondisi pintu tertutup. Bersebelahan dengan Rumah Kompos berisi tumpukan dedaunan. Sedangkan pepohonan tampak hijau dan rindang.
Untuk mengitari Taman Kehati, ada jalan terbuat dari batu alam yang hanya bisa dilintasi sepeda motor. Di sepanjang jalan itu ditemukan beberapa plang besi bertuliskan himbauan untuk menjaga kebersihan, menjaga tamanan serta cinta lingkungan.
Jalan tersebut ada menuju ke bawah tepi sungai Bah Bolon yang menyediakan bangku-bangku terbuat dari semen. Hanya saja, rumput liar di sekitarnya tampak mulai meninggi. Sementara, suasananya memang sepi tiada seorang pun pengunjung.
Tak jauh dari tiga kios bagian depannya terbuat dari kaca berlantai dua dengan lebar sekitar 3 kali 4 meter per kios, ada rumah pembibitan seperti sistim hidroponik menggunakan gelas plastik di atas paralon yang dilobangi tetapi tampak kering karena minim air.
Di sekitar lokasi Taman Kehati itu, ada juga bangunan terbuka mirip joglo permanen untuk lesehan yang dapat menampung sekira 30 orang. Kemudian, ada beberapa taman dengan bunga- bunga-bunganya tidak tertata karena kurang terurus.
Kalau mengikuti jalan terbuat dari keramik yang sudah buram itu, berakhir di pintu kerangka besi yang dirantai menggunakan kunci gembok. Menghadap ke Jalan MH Sitorus yang berseberangan dengan Jalan Gunung Simanuk-Manuk depan Taman Hewan.

TERBUKA UNTUK UMUM
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Siantar, Dedy Setiawan yang dikonfirmasi mengatakan, setiap hari ada pekerja yang menjaga dan merawat Taman Kehati. Bahkan, lampu-lampu di bagian taman selalu menyala pada malam hari. Dan pagi harinya dipadamkan lagi.
“Setiap hari, minimal ada petugas kita membersihkan dedaunan untuk dikumpul dan disimpan di Rumah Kompos. Kalau dibilang sepi, ya memang sepi,” ujarnya sembari mengatakan beberapa waktu lalu Taman Kehati pernah digunakan Pramuka melakukan kegiatan.
Dedy Setiawan juga mengatakan, ada komunitas tertentu berkumpul di bangunan berbentuk joglo. “Kita tetap menunggu pengunjung dan siapa saja silahkan menggunakan Taman Kehati untuk kegiatan positif,” ujarnya.
Bagi pengunjung tidak dipungut biaya. Untuk itu, pihaknya mengatakan selalu melakukan publikasi terkait Taman Kehati kepada kalangan pelajar agar melakukan kegiatan. Misalnya, mengelola soal kompos berbahan baku sampah.
“Terimakasih atas informasi yang disampaikan kepada saya, semoga pemberitaan media dapat diketahui masyarakat luas bahwa Taman Kehati terbuka untuk umum,” ujarnya mengakhiri. (In)






