SIANTAR, SENTERNEWS
Pasca rubuhnya kerangka besi dan atap balairung penjual ikan laut Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan Kota Siantar, Kamis (28/12/2023), Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) sudah mulai melakukan perbaikan.
“Pembongkaran dilakukan untuk mengutamakan keselamatan pedagang dan pembeli yang berbelanja. Karena kita kawatir baja ringan dan atap akan roboh karena sudah banyak keropos,” ujar Kepala Pasar Dwikora, Putra Lubis, Minggu (14/1/21024).
Dijelaskan, pembokaran dilakukan dengan menggunakan pekerja dari Pasar Dwikora sendiri setelah pedagang ikan menutup usaha jam 10.00 Wib dan selesai jam 18.00 Wib. Sehingga, tidak menganggu aktifitas jual beli serta mengindari hal yang tidak diinginkan.
“Pembongkaran sudah hampir setengah dan berlangsung tanpa mengganggu aktifitas pedagang. Setelah seluruhnya dibongkar, tentu akan dipasang lagi,” ujar Putra sembari menjelaskan soal anggaran diupayakan pihak Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya Kota Siantar sebagai pengelola Pasar Dwikora.
Sementara, saat atap sudah dibongkar tuntas, pedagang yang berjualan akan menggunakan payung untuk menghindari kalau hujan tiba. “Soal payung itu, sudah diajukan pedagang supaya dibantu Pemko Siantar,” ujar Putra Lubis.
Pantauan di balairung yang sedang dibongkar tersebut, sebagian baja ringan dan atap ada yang mulai diturunkan sehingga dari bagian dalam balairung itu tanpa atap dan tampak langit. Namun, karena masih banyak yang belum diturunkan dan hanya ditopang supaya tidak rubuh, pedagang tampak seperti berjualan di bawah baja ringan tersebut.
Sementara, pedagang ikan membenarkan bahwa pembongkaran baja ringan dan atap tidak mengganggu aktifitas jual beli. Hanya saja sangat berharap agar Pemko segera membantu pengadaan payung sebelum pembongkaran selesai.
“Kalau pembongkaran sudah selesai, berarti tempat berjualan kita ini tidak punya atap lagi dan saat hujan, air akan masuk dan mengganggu aktifitas jual beli. Untuk itu, pedagang berharap supaya payung dapat diberikan Pemko secepatnya,” ujar Iril salah seorang pedagang.
Lebih lanjut dikatakan, meski pihak Pasar Dwikora melakukan perbaikan, jumlah pengunjug untuk membeli ikan tidak mengalami penurunan. Transaksi jual beli dikatakan tetap berlangsung sebagai mana biasa.
Sekedar informasi, atap balairung tempat berjualan ikan laut itu rubuh sekira jam 24.10 Wib, Kamis (28/12/2023) lalu. Sementara, para pedagang mengetahuinya pada pagi hari saat akan berjualan dan tidak ada korban. (In)






