SIANTAR, SENTERNEWS
Meskipun Dadan sebagai Kepala Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Sumut telah bertemu Walikota Siantar dr Susanti Dewayani, ternyata belum jelas kapan Terminal Tipe A Tanjung Pinggir Kota Siantar beroperasi maksimal.
Pasalnya, Sesuai relis dari Kominfo Pemko Siantar, pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota tersebut, Kamis (25/1/2024) itu, tidak disinggung kapan optimilasi terminal tersebut. Sementara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dikatakan ingin terus berusaha mengembangkan dan mengoptimalkan terminal.
“Untuk itu kami ingin berkolaborasi dengan berbagai cara dalam mengoptimalkan terminal. Menteri sudah memberikan arahan agar mengoptimalkan terminal tersebut,” sebut Dadan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Koordinator Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, Rita Sinaga
Seamentara, Walikota dr Susanti Dewayani SpA dan Kepala BPTD Wilayah Sumut, sepakat mengoptimalkan pengoperasian Terminal Tipe A Tanjung Pinggir.
Walikota mengatakan, kehadiran terminal yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 9 Februari 2023 lalu itu diharap menjadi pusat ekonomi baru dan dapat mengurangi kemacetan di inti Kota Siantar.
“Sekarang, bagaimana kita dapat mengoptimalkannya, dengan cara berkolaborasi. Pemko siap mendukung segala yang menjadi kemajuan Kota Pematangsiantar dan masyarakat dapat langsung merasakannya,” tutur dr Susanti.
Masih dalam relis pers Kominfo, pada pertemuan tersebut Walikota menyatakan, selama ini sangat menunggu kesempatan untuk bertemu pihak BPTD Wilayah Sumut demi pengoptimalan Terminal Tanjung Pinggir.
Dan, Siantar sebagai kota perdagangan serta jasa dapat menyokong pengoptimalan terminal dengan sejumlah aktivitas ekonomi. “Untuk itu, ada infrastruktur yang harus dibenahi serta bagaimana menciptakan yang menarik di sana (Terminal Tanjung Pinggir),” ujar Walikota.
Walikota yang juga menyatakan, Pemko saat ini memikirkan pengadaan tanah untuk menciptakan pasar di sekitar terminal agar pasar pagi bisa dipindahkan ke lokasi tersebut.
“Kami siap berkolaborasi. Kami bangga memiliki Terminal Tanjung Pinggir,” tutup dr Susanti.
Ditemui usai bertemu dr Susanti, Dadan mengaku kondisi Terminal Tanjung Pinggir belum maksimal. Terkait hal itulah pihaknya bertemu Walikota untuk bersama-sama meramaikan terminal. “Ternyata gayung bersambut,” tukas Dadan.
Menurutnya, dr Susanti merespon positif serta sedang memikirkan pengadaan tanah sebagai pusat perputaran ekonomi di kawasan Terminal Tanjung Pinggir.
Pertemuan antara pihak BPTD Wilayah Sumut tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemko Siantar Junaedi Antonius Sitanggang, Kepala Dinas Perhubungan Julham Situmorang, dan Plt Kepala Dinas PUTR Sofian Purba.
Seperti diketahui, karena Terminal Tanjung Pinggir belum beroperasi maksimal, muncul terminal bayangan di sejumlah lokasi kota Siantar. Bukan saja membuat angkutan kota enggan melintasi trayek menuju terminal karena tidak ada penumpang. Lebih dari itu, terminal bayangan justru membuat kota Siantar tampak semraut dan kerap megganggu arus lalulintas.
Sementara, salah satu dampak yang muncul, bus PT Pelita Paradep malah digugat Ikatan Warga Siantar Bisnis Center (IWSBC) dan sudah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Kota Siantar. Salah satu materi gugatan, karena sebagian kompleks SBC disebut dijadikan terminal sehingga menganggu kenyamanan warga. (In)






