SIANTAR NEWS JAM 20.00 WIB
Sejumlah masyarakat tampaknya mulai gelisah dengan munculnya orang bergaya preman yang melakukan pemerasan kepada pihak-pihak tertentu untuk diberikan uang dengan membawa-bawa organisasi pekerja.
Seperti yang terjadi di depan toko keramik Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat. Lelaki bercelana puntung dan berkaos oblong warna merah yang di bagian belakangnya tertulis nama salah seorang calon Presiden itu terkesan memaksa diberi uang. Bahkan, videonya juga sudah beredar melalui media sosial.
Dalam video tersebut, lelaki yang mengenakan tato di bagian lengan dan membawa kantong kresek berwartna biru itu mengaku minta uang kepada lelaki yang keluar dari toko dimaksud.
Namun, lelaki yang diperkirakan baru belanja di toko itu keberatan dan sempat terjadi pertengkaran. Karenanya, seorang perempuan berjilbab sebagai pengelola toko keluar menemui lelaki bergaya preman dimaksud. Selanjutnya, sempat terjadi perdebatan.
Ketika pengelola toko keramik itu bertanya indentitas lelaki dimaksud dan mengapa marah-marah, lelaki itu mengatakan bukan marah-marah. Lantas memperlihatkan kertas mirip kartu nama salah satu organisasi pekerja sembari mengaku minta setoran.
Karena mendapat perlawanan dari perempuan itu, lelaki bergaya preman tersebut akhirnya mundur teratur. Kemudian, meninggalkan lokasi seperti mengeluarkan kata-kata ancaman.
Kejadian yang sempat menjadi perhatian warga itu, akhirnya merasa heran. Namun berharap pihak kepolisian turun untuk melakukan penertiban terhadap orang-orang yang ingin meminta uang dengan cara memaksa apalagi menjual nama- organisasi pekerja.
Ketika awak media ini mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada perempuan pengelola toko bernama panggilan Ike, dikatakan bahwa lelaki itu mengaku sebagai pekerja bongkar. “Dia seenaknya saja minta uag. bukan kepada saya saja, tetapi kepada pelanggan juga,” katanya, Sabtu (17/2/2024).
Dijelaskan, ulah lelaki itu sangat meresahkan. Apalagi setiap ada mobil yang berhenti dan akan bongkar barang, selalu didatangi dan minta uang sebanyak Rp15 ribu. Lelaki trersebut dikatakan mulai muncul pada dua minggu terakhir.
“Kalau begini, orang jadi takur belanja ke tempat saya dan dia tidak pernah berinterakksi dengan saya dan saya memang terganggu. Kita tidak tau siapa orang itu,” ujar Ike sembari mengatakan bahwa Ike punya identitas organisasi SPSI. (In)






