SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Untuk memastikan integrasi layanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan optimal dan tanpa hambatan, BPJS Kesehatan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), gelar Field Test Integrasi Sistem Mandatory Kepesertaan JKN Aktif Pada Layanan SIM.
Kegiatan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN itu, berlangsung di lingkungan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Simalungun pada Rabu,(6/05/2026).
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Afif Johan, sinergi lintas sektor itu menjadi bukti komitmen kuat pemerintah menghadirkan negara yang hadir dan melindungi seluruh warganya. Sekaligus memperkuat ekosistem layanan publik berbasis kepesertaan JKN.
“Tujuannya sederhana: memastikan setiap orang yang mengurus SIM sekaligus terjamin kesehatannya. Tidak ada lagi warga yang mengakses layanan publik negara tanpa perlindungan kesehatan yang aktif,” tegasnya.
Sementara , Kepala Sub Direktorat SIM Ditregident Korlantas Polri, Achmad Fauzi Dalimunthe menjelaskan, kebijakan ini berlandaskan pada Peraturan Kepolisian No. 2 Tahun 2023. Sebelum diterapkan luas, uji coba telah dilakukan pada periode Juli hingga September 2024 di tujuh Polda, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
“Field test ini bertujuan menguji kesiapan sistem dan operasional agar pertukaran data berjalan real-time, akurat, dan tidak menurunkan kualitas pelayanan publik,” pungkas Achmad.
Dalam mekanisme yang berlaku, petugas di Satpas SIM akan melakukan pengecekan status kepesertaan melalui portal resmi JKN, cukup dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kartu JKN pemohon.
“Field test ini bertujuan menguji kesiapan sistem dan operasional agar pertukaran data berjalan real-time, akurat, dan tidak menurunkan kualitas pelayanan publik,” pungkas Achmad.
Di sela-sela pengujian sistem, rombongan juga berkunjung ke kantor Sekretariat Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) Siantar-Simalungun. Langsung dipimpin Afif Johan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI.

Kedatangan rombongan disambut dengan penuh kekhususan. Turut didampingi Ketua Pimpinan Daerah FSP KEP SPSI Sumatera Utara, Rio Affandi Siregar S.Sos MH, Sekretaris Wilayah Sumatera Utara Asep Wahyudi, serta Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang beserta jajaran.
Setibanya di lokasi, tamu kehormatan langsung disambut Ketua Pimpinan Cabang Siantar-Simalungun, Abdul Arif Namora Sitanggang. Didampingi puluhan pengurus organisasi. Sebagai simbol penghormatan dan ucapan selamat datang, penasehat pimpinan cabang secara langsung memakaikan ulos, kain tradisional khas Batak, kepada Afif Johan, menciptakan suasana yang sarat akan nilai budaya dan kebersamaan.
Arif Namora menyatakan bangga atas kehadiran pimpinan pusat di Wilayah Siantar Simalungun itu. Bahkan, disebut sebagai sebuah kehormatan yang tak ternilai.
“Kunjungan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menambah semangat dan motivasi kami untuk terus memajukan organisasi serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.
Pertukaran pikiran yang berlangsung berjalan lancar, memperkuat ikatan organisasi dan komitmen bersama dalam membangun kesejahteraan. (Ad)






