SIANTAR, SENTERNEWS
Awalnya suasana pembukaan acara pembukaan, Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Pematangsiantar ke XIV Tahun 2026 untuk memilih Ketua Priode 2026-2029, kondusif. Berlangsung di Cofrensi Hall, Siantar Hotel, Kota Siantar, Sabtu (09/05/2026).
Namun, saat dilakukan sidang Musda yang berlangsung secara tertutup, dinamikanya begitu panas. Bahkan, saat pendaftaran peserta Musda dimulai terjadi adu argumen karena ada organisasi kemahasiswaan yang dinilai tidak memenuhi persyaratan memiliki suara.
Acara pembukaan, dihadiri Walikota Siantar Wesly Silalahi dan 19 pengurus organiasi kepemudaan/mahasiswa, mewakili Kapolres Pematangsiantar, dua calon ketua, Arif Harahap dan Irham Taufik serta para undangan lainnya dan puluhan masa dari berbagai organisasi pemuda/kemahasiswaan.
Ketua Musda Bill Fatah Nasution melalui laporannya mengatakan, Musda DPD KNPI Pematangsiantar XIV merupakan hasil Rapim Oktober 2025 Kota Pematangsiantar.
Pada beberapa sambutan dari undangan yang hadir, menyatakan, Musda tentu memiliki berbagai dinamika. Namun, hasilnya diharap yang terbaik dan dapat diteriima semua pihak.
Sementara, Walikota Siantar melalui sambutannya mengatakan, perbedaan pendapat merupakan melalui Musda merupakan semangat demokrasi. Tetapi persatuan pemuda tetap sebagai yang utama.
“Hasil Musda harus melahirkan pemuda yang visioner dan menghasilkan putusan terbaik bagi Kota Pematangsiantar,” kata Walikota sembari mengatakan bahwa Pemko tidak abisa membangun sendiri. Tetapi, peran pemuda sangat dibutuhkan.
TOLAK HASIL MUSDA
Usai acara pembukaan, Musda yang berlangsung tertutup mulai dilakukan untuk pemilihan ketua sekitar pukul 13.30 WIB. Jelang beberap saat ataua sekitar pukul 17.40 WIB, tiba-tiba terdengar suara kisruh dari dalam ruangan sidang.
Bahkan, Kelompok Cipayung (HMI, GMNI, PMKRI dan GMKI) serta BKPRI keluar dari ruangan sambil berteriak menyatakan panitia Musda tidak netral karena disebut berpihak kepada salah satu calon.
Situasi semakin memanas karena massa dari kedua pendukung calon saling berhadapan. Bahkan, ada kader BKPRMI mengaku dipukul karena ingin melerai agar anggota Kelompok Cipayung tidak dipukul.
Situasi malah semakin memanas ketika Kelompok Cipayung mulai merangsek masuk ke ruangan sidang yang dijaga aparat Kepolisian. Massa mengatakan ingin bertemu dengan pimpinan sidang Musda. Bahkan, pintu ruangan sempat didobrak.
Berkisar puku18.30 WIB, Musda selesai dan panitia pelaksana beserta Arif Harahap yang disebut sebagai ketua DPD KNPI Pematangsiantar yang baru untuk priode 2026-2029, keluar dari pintu belakang ruangan sidang.
Agar tidak menimbulkan masalaha baru, personel kepolisian tampak berjaga-jaga agar tidak terjadi bentrok antar kedua massa pendukung.
Sementara, Irham Taufik mengatakan tegas menolak hasil Musda karena pantia tidak netral. “Ditemukan kecurangan. Misalnya, SC ikut membagi uang supaya memangkan salah satu calon. Kami disini, terkhusus sangat koperatif dan kondusif selama persidangan. Tapi, saat Kelompok Cipayung intrupsi, malah dihalang-halangi panitia yang tidak punya hak ikut campur. Untuk itu, kami menolak hasil Musda dan akan menyampaikannya kepada DPD KNPI Sumatera Utara ,” beber Irham Taufik.
Untuk itu, Musda menurutnya harus diulang dengan panitia dan SC diganti yang netral. “Kalau tidak, KNPI di Siantar tidak ada,” tegasnya.
Soal penolakan hasil Musda juga disampaikan kelompok Cipayung. Psalnya, situasi persidangan tidak netral dan intrupsi mereka tidak pernah diterima. Sehingga pimpinan sidang dinilai tidak memahami mekanisme persidangan.
Bahkan, Kelompok Cipayung diintervensi dan diintimidasi saat mempertanyakan peserta Musda yang seharusnya sebanyak 16 peserta ditambah menjadi 19 peserta. “Ketika itu kita pertanyakan, SC mengatakan itu sudah sesuai ketentuan DPD KNPI Sumatera Utara,” kata Niko Gurning, Ketua GMNI.
Terkait dengan pemukulan juga dibenarkan Pubay Simarmata dari BKPRI.”Ketika saya ingin melerai teman yang akan dipukul, malah saya yang dipukul,” katanya.
Saat massa dari kedua kekompok masing-masing bertahan di halaman luar persidangan, Kapolres Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak tiba di lokasi dan bersama personel lainnya untuk berusaha menciptakan agar situasi menjadi kondusif.
Jelang pukul 18.55 WIB, masa akhirnya bubar satu persatu. Sampai berita ini dilansir ke redaksi, belum ada keterangan dari pihak panitia terkait dengan hasil Musda DPD KNPI Pematangsiantar.
CIPAYUNG : KETUA KNPI SIANTAR IRHAM TAUFIK

Setelah suasana confrensi hall Siantar Hotel sudah mulai sepi, kelompok Cipayung Plus masuk ke ruangan sidang Musda bersama Irham Taufik dan mendeklarasikan bahwa Ketua DPD KNPI Pematangsiantar Priode 2026-2029, adalah Irham Taufik (In)






