SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Bunda PAUD Kabupaten Simalungun, Ny Darmawati Anton Achmad Saragih, hadiri kegiatan Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dilaksanakan di PAUD Al Ghazin, Nagori Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Senin (6/7/2026).
Turut mendampingi, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Simalungun sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun, Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, beserta rombongan meng
Kegiatan itu sebagai langkah awal Pemkab Simalungun menyebarluaskan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Meliputi satu tahun pendidikan prasekolah melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia paling dini.
Camat Gunung Maligas, Ayu Rukiah Sari Br. Nasution mellaui sambutannya, menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi mendalam kepada Bunda PAUD Kabupaten Simalungun beserta rombongan. Karena, kehadiran Bunda PAUD merupakan bentuk perhatian dan komitmen nyata Pemkab Simalungun.
Mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Arismen Damanik menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai langkah pembuka dari rangkaian sosialisasi yang akan terus digelar di seluruh kecamatan. Sehingga menjangkau setiap nagori dan kelurahan di Kabupaten Simalungun, agar kebijakan ini dipahami dan dilaksanakan seluruh lapisan masyarakat.
Bunda PAUD Kabupaten Simalungun Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa anak adalah amanah sekaligus investasi terbesar bagi masa depan bangsa.
“Kualitas sumber daya manusia di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita mempersiapkan anak-anak sejak usia dini. Oleh karena itu, PAUD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak,”ujarnya.
Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun menurutnya menambahkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai langkah strategis memastikan setiap anak memiliki kesiapan belajar yang utuh, baik dari aspek kognitif, sosial emosional, kemampuan berbahasa, maupun pembentukan karakter.
Untuk itu, Ny Darmawati mengajak kepala desa, pangulu, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi perempuan, kader PKK, kader Posyandu, Bunda PAUD Kecamatan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjadi pelopor kesuksesan program ini.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat bersatu memahami peran PAUD sebagai fondasi utama pembangunan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berkualitas, demi mewujudkan Kabupaten Simalungun yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (Rm)






