SIANTAR, SENTERNEWS
Sejumlah pedagang perempuan “merepet-repet” mendatangi kantor Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Siantar. Turut didampingi Nobel Marpaung sebagai Ketua Komunitas Pusat Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (DPP P3B), Kamis (18/06/2026) sekira pukul 10.00 WIB.
Tujuannya pedagang mendatangi kantor PD PHJ di lantai III Gedung II untuk menyampaikan, ada pedagang tas berinisial I boru Simanjuntak di Lantai I Gedung II, seenaknya saja berjualan hingga mengusik kenyamanan pembeli dan merugikan pedagang.
Selain tas dagangan milik Boru Simanjuntak diletakkan begitu saja di luar kios dan membuat jalan antar kios semakin sempit, ada kanopi yang dipasang sejak lima tahun lalu, mengganggu kenyamanan. Kemudian, pagar di ruang terbuka dipasang tripleks untuk menggantungkan tas dagangan yang juga menghalangi pandangan.
Saat berada di kantor PD PHJ itu, pedagang sempat bertengkar dengan tiga orang pegawai PD PHJ. Namun, sebelum masalahnya jadi panjang, Direktur Operasional PD PHJ, Evra Sassky Damanik datang menemui pedagang dan mempertanyakan apa masalahnya.
Pedagang boru Sibarani mengatakan, kanopi dan tripleks yang dipasang harus dibongkar. Kemudian, tas yang diletakkan sampai ke jalan sehingga jalan semakin sempit harus ditertibkan.
“Ada 47 pedagang membuat tandatangan dan disampaikan kepada pihak PD PHJ supaya kanopi dan tas yang diletakkan sampai ke jalan itu supaya ditertibkan. Nyatanya, sampai sekarang tidak digubris,” kata boru Sibarani kepada Evra Damanik.
Pedagang lainnya mengatakan, karena masalah tersebut, pedagang jadi kehilangan pembeli. Bahkan ada yang baru buka dasar sampai pukul 15.00 WIB, “Gara-gara tas boru Simanjuntak itu juga, pelanggan saya jadi sulit datang ke kios salon saya,” kata boru Lumban Batu.
Lebih kritis lagi disampaikan pedagang lainnya bahwa pihak PD PHJ terkesan melakukan pembiaran. Bahkan, ada tudingan bahwa pihak PD PHJ sudah mendapatkan uang. “Hampir tiap hari kami bertengkar dengan boru Simanjuntak itu. Tapi, seperti ada pembiaran. Untuk itu, kami minta PD PHJ bertindak tegas dan kami siap mendukung karena masalahnya sudah melanggar peraturan,” kata Boru Tarigan.
Hal senada disampaikan Nobel Marpaung sebagai Ketua DPP P3B. Pihak PD PHJ harus berani bertindak tegas demi kepentingan seluruh pedagang. “Saya sebagai pendamping pedagang yang keberatan, minta ketegasan dari PD PHJ,” ujar Nobel.
Menanggapi berbagai unek-unek yang disampaikan pedagang, Evra Sassky Damanik, siap melakukan tindakan tegas. Namun, lebih dulu melakukan rpat internal.
”Setelah rapat, kita siap turun melakukan penertiban terkait adanya keluhan para pedagang. Senin depan kita segera turun,” kata Evra sembari mengatakan, saat ini PD PHJ sedang sibuk mengurusi kebakaran pasar Dwikora atau Pajak Parluasan.
Pernyataan Evra tersebut diyakini pedagang dapat dilaksanakan . “Pokoknya, kami tunggu apa yang disampaikan. Kalau tidak, kami akan tuntut terus janji bapak, ” kata pedagang yang akhirnya meninggalkan ruangan kantor PD PHJ dengan tertib. (In)







