SIANTAR, SENTERNEWS
Karena merasa diabaikan dan tidak diperhatikan Pemko Siantar, Tim Andika Prayogi Sinaga (APS) 02, salurkan bantuan beras kepada korban banjir di Pondok Legok, Jalan Maluku, Kecamatan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Selasa (31/10/2023).
Sebelum menyerahkan bantuan, Andri Hataran Sinaga sebagai Ketua Tim APS 02 bersama personel lainnya berbincang-bincang dengan warga korban banjir. Dikatakan, bantuan beras yang disalurkan sebagai sikap keprihatinan yang tidak perlu dinilai besarannya.
“Kepada bapak dan ibu, kami mengetahui bahwa Pondok Legok merupakan langganan banjir saat hujan tiba. Sedangkan permasalahan ini sudah disampaikan anggota DPRD Siantar, Andika Prayogi Sinaga kepada Wali Kota melalui dinas terkait,” kata Andri.
Bahkan, dinas terkait telah didesak segera melakukan aksi nyata untuk menanggulangi banjir yang sudah bertahun-tahun dialami masyarakat. Namun demikian, masyarakat diharap bersabar, selalu waspada dan saling bekerja sama saat banjir tiba, apalagi sekarang sedang musim hujan.
“Bapak Andika Prayogi kirim salam kepada bapak dan ibu warga Pondok Legok sekalian. Beliau tidak dapat hadir karena ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Andri Hataran Sinaga didampingi Amir Mahmud dan Rio dari Tim APS 02.

Setelah menerima bantuan beras, sebanyak 17 kepala keluarga (KK) tampak terharu dan berkirim salam kepada Andika Prayogi Sinaga. Karena, kalau banjir tiba, aktifitas mereka sangat terganggu. Seperti, Minggu (29/10/2023) kemarin, banjir berlangsung mulai subuh sampai pagi.
“Sebenarnya, banjir yang kami alami bisa ditanggulangi kalau drainase dari Jalan Rajamin Purba depan SMP Negeri II dibagi menjadi dua. Selain dari Jalan Maluku, juga dari Jalan Seram untuk di salurkan ke Jalan Jawa yang drainasenya sudah lebar,” kata Joko (58) warga Pondok Legok.
Dijelaskan, masyarakat Pondok Legok sudah terlalu lama merasakan banjir yang tidak kunjungi diperhatikan Pemko Siantar. Namun demikian, masyarakat masih tetap bersabar menunggu . “Kami masih bersabar. Tapi, walaupun kami sabar, tolong kami diperhatikan,” ujar warga lainnya.
Terpisah, Andika Prayogi yang dihubungi melalui telepon seluler mengatakan, sebentar lagi akan dilakukan pembahasan Rancangan APBD Kota Siantar Tahun Anggaran 2024. Dari hasil pengamatannya, ada beberapa anggaran yang cukup besar untuk dapat dialokasikan menanggulangi bencana di Pondok Legok itu.
“Banjir merupakan suatu bencana yang harus segera ditanggulangi. Untuk itu, kepada Wali Kota dan dinas terkait kita minta supaya menampung anggaran penanggulangan banjir Pondok Legok. Saya sangat kasihan dengan warga yang sudah menderita sampai puluhan tahun,” katanya.
Dikatakan, sumber banjir sebenarnya berasal dari Jalan Rajamin Purba. Ada bubusan atau saluran dari SMP Negeri II tidak mampu menampung limpahan air dari bagian atas. Sehingga, tercurah deras ke badan jalan.
“Dari badan jalan depan SMP Negeri II itu, air terus mengalir sampai ke pemukiman warga di Pondok Legok. Jadi, masalahnya sebenarnya sudah jelas. Tinggal bagaimana Pemko mengucurkan anggaran menanggulanginya,” kata Andika Prayogi.
Dijelaskan juga, dari hasil beberapa kali peninjauannya ke Pondok Legok, banjir sudah sangat meresahkan warga. Apalagi ada sejumlah warga lanjut usia kesulitan berjalan dan kalau banjir sangat terganggu secara psikologi.
“Ada beberapa warga lanjut usia di Pondok Legok itu. Kalau banjir tiba, mental mereka seperti jadi terganggu. Sangat memprihatinkan rasanya. Jadi, Pemko harus perduli. Kita takutkan nanti, kalau debit air begitu tinggi, akan jatuh korban jiwa,” ujarnya.
Untuk itu, Andika Prayogi Sinaga yang telah mengajukan permohonan minta kepada Wali Kota melalui Pemko Siantar segera melakukan pembenahan drainase untuk diperlebar dan salurannya ke Jalan Jawa.
“Jangan lagi berlama-lama, kita kasihan dengan warga Pondok Legok itu. Jangan sempat jatuh korban karena banjir yang pernah sampai sepinggang orang dewasa, masuk ke rumah warga dan airnya juga cukup deras,” kata Andika Prayogi Sinaga mengakhiri. (Tim)






