Senter News
Minggu, 8 November 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM

Perpolitikan Siantar Jelang Pemilu 2024  “Bagai Api Dalam Sekam”

Catatan: Imran Nasution

Penulis: Redaksi Senternews.com
27 November 2023 | 07:37 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

KALAU boleh dikatakan, suhu perpolitikan di Kota Siantar menjelang Pemilu 2024 seperti api dalam sekam. Meski apinya belum kelihatan tapi asap mulai mengepul ke udara. Sementara,  pepatah lama bilang, kalau tidak ada api, tidak ada asap.

Asap itu ibarat kata bisu yang terlihat nyata meski tak dapat dipegang apalagi digenggam. Tetapi bisa ditangkap dan dimasukkan dalam botol sebagai bukti bahwa bendanya ada. Lantas, ada apa dengan asap itu?

Sebenarnya bukan asap sumber masalah. Tapi, api dalam sekam yang kalau dibiarkan, bakal menyala. Ketika dihembus semilir angin dengan gemulai, api semakin marak dan botol penyimpan asap akan meledak. Apalagi di sebelahnya ada kompor bersumbu dua belas atau kompor gas berapi biru bertabung non subsidi.

Akibatnya, lahan-lahan kering kerontang yang haus akan demokrasi terbakar. Padahal, demokrasi bukan hanya sekedar kata atau suara dari rakyat untuk rakyat. Demokrasi merupakan pola pikir sehat yang melahirkan kebebasan tanpa dipagari intimidasi dengan bayang-bayang terali besi berbalut pasal karet agar mudah ditarik ulur sampai kendor.

Dari dinamika yang berkembang, disebut bahwa suhu perpolitikan kota Siantar menjelang Pemilu 2024  sebagai tahun politik, mulai menghangat meski ada menyatakan itu keliru. Karena bukan mulai menghangat, tapi mulai memanas dan semakin memanas. Sehingga, Siantar sedang dalam keadaan tidak  baik-baik saja.

Lantas kalau tidak sedang baik-baik saja, muncul tanya mengapa begitu? Bukankah soal  suhu perpolitikan di Kota Siantar dari dulu sampai sekarang selalu memanas dan itu bagai  sebuah tradisi? Terutama di tingkat elit jajaran eksikutif dengan legislatif yang sama-sama punya kepentingan.

Baik kepentingan sesaat atau kepentingan praktis. Tapi, bagi rakyat yang entah kapan berdaulat, itu tidak penting. Dapat memenuhi sejengkal perut dan berjengkal-jengkal perut anak, istri di rumah kontrakan, tentu sudah sangat lumayan. Kalau soal biaya untuk anak sekolah tetap  dicari dengan membanting tulang, peras keringat sampai terasa kelat.

Sejatinya, antara legislatif dengan eksikutif merupakan mitra sejajar membangun Kota Siantar yang sampai saat ini belum jelas apakah sudah dibangun apa belum. Karena, rakyat berkelas sandal jepit belum merasa ada peningkatan kesejahteraan yang siginifikan akibat terjadinya kenaikan harga-harga berbagai kebutuhan pokok.

Kalau disebut suhu perpolitikan Siantar sejak dulu sering memanas dan itu sudah biasa, sekarang jelas beda. Sebelumnya para elit bersitegang dalam ruangan dan bergeser ke atas kertas untuk merubah angka-angka anggaran melalui kali-kali dan kalulasinya pakai rumus bagi-bagi.

Sekarang juga begitu, hanya saja lebih meluas karena berkaitan dengan tahun politik yang kalau dikait-kaitkan dengan kursi maupun jabatan,  tentu sangat sensitif  apakah masih bisa digenggam atau lepas. Baik itu melalui Pemilu Legislatif maupun melalui Pilkada Walikota.

Sementara, kalau dalam dunia politik dan duduk di kursi kekuasaan legislatif atau eksikutif  bersandaran busa empuk dan bisa berputar, kekuasaan itu dapat menjadi candu memabukan. Tapi, bukan mabuk darat atau mabuk laut yang kalau meminum air laut, semakin diminum semakin dahaga. Melainkan mabuk di awang-awang angan tanpa batas.

Kembali kepada Siantar yang katanya sedang tidak baik-baik saja, Hal itu menyuara karena ada pihak yang dilarang berpolitik praktis atau lebih tegasnya ASN, terindikasi terlibat dukung mendukung Caleg tertentu dari salah satu partai politik tertentu pula.

Para ASN itu disebut sudah memijak garis peraturan hanya karena takut kehilangan jabatan. Padahal, jabatan merupakan amanah meski untuk mendudukinya pakai pelicin dan sebelum diangkat, ada perjanjian untuk dipenuhi secara praktis agar jabatan tetap digenggaman.

Memang ada peraturan dan sanksi kalau terbukti memijak garis peraturan yang berpotensi berdampak luas. Bukan hanya soal karier di pemerintahan, lebih dari itu ada sanksi moral yang akan membuat malu bagi mereka yang masih punya malu.

Sementara, tidak sedikit yang memandang pesimis terhadap elemen pengawas Pemilu agar dapat menegakkan peraturan berdiri lurus. Padahal, kalau tidak ada yang melapor, pelanggaran tentu dapat diperoleh dari hasil temuan.

Kata seorang Wakil Rakyat yang masih berteman baik dengan saya dan suka bicara  pedas bagai rasa cabe yang harganya terus melejit mengatakan, para ASN harus sadar bahwa jabatan kepala daerah yang juga sebagai ketua partai ada batasnya.

Bahkan, jabatan tidak akan lestari kalau melakukan berbagai cara tanpa melihat ke atas bahwa di atas langit masih ada langit. Ketika kepala daerah berganti dan tidak lestari, apa yang bau akan tercium meski selalu disembunyikan sampai ke bawah bantal sebagai pengganjal kepala agar bisa tidur nyenyak.

Masalahnya, tembok, dinding, daun pintu, daun jendela dan tiang-tiang perkantoran punya telinga. Dapat bicara meski tanpa suara tentang siapa-siapa saja yang bau itu. Karenanya, kata Wakil Rakyat teman saya tersebut, hilangkan rasa takut kehilangan jabatan. Sehingga, kalau pun tidur tanpa bantal berkasur springbed, tetap bisa nyenyak tanpa dihantui mimpi buruk.

Saat ini, Pemilu 2024 semakin dekat dan akan semakin dekat saat bayang-bayang yang selalu mengikuti berubah menjadi musuh bagi diri sendiri. Sehingga, untuk menghilangkan bayang-bayang itu selalu menghindari cahaya. Tetap berusaha dalam gelap.

Saat ini juga, asap api dalam sekam itu semakin menebal dan akan menghitam pada waktunya kalau Siantar sedang tidak baik-baik saja. Maka, jadikan Siantar agar baik-baik saja, aman dan nyaman bagi siapa saja. Terutama kepada rakyat kelas sendal jepit yang dapat menjadi korban politik tanpa etika.

PENTUTUP

Biasanya dan sudah biasa, pada penghelatan akbar seperti pesta demokrasi, baik Pemilu Legislatif maupun Pilkada, mayoritas rakyat selalu dituding transaksional. Tapi, masalahnya bukankah karena ada pemberi maka ada penerima? (Penulis Alumni Fisip Komunikasi berdomisili di Kota Siantar)

ShareSendShare

Berita Terkait

ANEKA RAGAM

Safari Subuh MUI Pematangsiantar di Masjid Ubudiyah: “Hati Hati Menggunakan Media Sosial”

8 November 2026 | 12:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar melalui Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat kembali menggelar Safari Shalat Shubuh Berjamaah untuk ...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Gugat Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Tentang Peralihan Hak Terintegrasi (Perintis) 10 Hari ke PTUN

7 November 2026 | 18:59 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dr Henry Sinaga SH SpN MKn, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Pematangsiantar  ajukan  gugatan kepada Pengadilan Tata Usaha...

Read moreDetails
Poto hasil investigasi wartawan
ANEKA RAGAM

Kayu Penebangan di Hutan Hatonduhan Diduga Diangkut ke Sejumlah Kilang di Siantar, Tim Wartawan Dihalangi Melakukan Peliputan

6 November 2026 | 16:09 WIB

SIANTAR ,SENTERNEWS Aksi pembalakan hutan di Desa Rondang, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun semakin terkuak. Hasil penelusuran Tim Wartawan yang sebelumnya...

Read moreDetails
Hendri Yahya Saputra MPd
ANEKA RAGAM

Dua Nikmat yang Sering Dilalaikan

6 November 2026 | 06:38 WIB

(Mengupas Hadits Tentang Nikmat Sehat dan Waktu Luang Sebelum Datangnya Sakit dan Sibuk) Oleh : Hendri Yahya Saputra MPd Dalam...

Read moreDetails
Andika Prayogi Sinaga SE
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga kepada Wali Kota Siantar: Kelurahan Jangan Persulit Warga Urus Dokumen Sertifikat

5 November 2026 | 18:43 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Saat rapat paripurna penyampaian pokok pikiran, anggota DPRD Pematangsiantar, Andika Prayogi Sinaga SE mengatakan kepada Walikota Wesly Silalahi...

Read moreDetails
Ketua DPRD sampaikan Pokir kepada Wali Kota
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Tetapkan Renja dan Sampaikan Pokok Pikiran kepada Wali Kota  

5 November 2026 | 17:46 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Melalui rapat paripurna, DPRD Pematangsiantar tetapkan Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggran 2027 dan sampaikan pokok pikiran (Pokir) sebagai...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SEREMONIAL

Wali Kota Diwakili Sekda Hadiri Parheheon Ama HKBP

8 November 2026 | 16:56 WIB
SEREMONIAL

Wali Kota Hadiri Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Tidak Layak Huni

8 November 2026 | 16:52 WIB
ANEKA RAGAM

Safari Subuh MUI Pematangsiantar di Masjid Ubudiyah: “Hati Hati Menggunakan Media Sosial”

8 November 2026 | 12:02 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Operasi Patuh di Malam Minggu, Satlantas Polres Simalungun Amankan 30 Motor Knalpot Brong  

8 November 2026 | 11:46 WIB
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Gugat Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Tentang Peralihan Hak Terintegrasi (Perintis) 10 Hari ke PTUN

7 November 2026 | 18:59 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Dari Pengembangan P4GN, Polres Simalungun Ringkus Tiga Pemain Sabu

7 November 2026 | 09:40 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Lakukan Pengaspalan Jalan Simpang Hatonduhan-Tangga Batu

7 November 2026 | 09:24 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Green Policing di Mako Polres Simalungun, Kapolres dan Bhayangkari Tanam 30 Pohon Mangga dan Durian

6 November 2026 | 18:00 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Sosialisasi dan Penertiban Pedagang di Kota Perdagangan

6 November 2026 | 17:38 WIB
ANEKA RAGAM

Kayu Penebangan di Hutan Hatonduhan Diduga Diangkut ke Sejumlah Kilang di Siantar, Tim Wartawan Dihalangi Melakukan Peliputan

6 November 2026 | 16:09 WIB
SEREMONIAL

Disdukcapil Pematangsiantar Luncurkan SILENTERA KIPAS, Permudah Penerbitan Akta Kelahiran Bayi Pasca Melahirkan 

6 November 2026 | 15:37 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kasat Lantas Polres Simalungun : Selama Operasi Patuh Toba 2026, Laka Lantas Turun 30 Persen

6 November 2026 | 08:40 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata