SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Kebakaran yang melanda rumah makan Padang berlantai dua di Jalan Asahan, Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Minggu (16/4/2023) menjelang berbuka puasa sekira jam 18.10 Wib, menyisakan cerita pilu terhadap korban.
Pasalnya, api yang bersumber dari bagian dapur begitu cepat merembes membakar dua unit kamar tidur berisi pakaian dan springbed. Kemudian, membakar lantauu kayu ruangan atas dan bagian bawah. Selanjutnya, menyala ke teras depan lokasi rumah makan. Karenanya, tidak ada barang yang sempat diselamatkan.
Selain sepeda motor merek Zega, kulkas dan tiga lemari pakaian di lantai dasar dan lantai atas hangus, uang di dalam lemari sebagai tabungan selama ini turut menjadi abu. “Yang tersisa hanya baju di badan,” ujar Lisna Wati (46) pemilik rumah makan didampingi suaminya Tri Wahyudi (48) saat mengais-ngais sisa kebakaran, Senin (17/4/2023) sekira jam 10.00 WIB.
“Tadinya kami berada di kedai depan melayani orang makan dan membeli nasi. Tiba-tiba, ada asap keluar dari dalam rumah. Waktu saya lihat dari depan, api ternyata sudah menyala hebat. Tidak mungkin lagi bisa diterobos,” ujar Tri Wahyudi.
Karena, tiada lagi barang-barang yang tersisa, termasuk peralatan memasak serta piring dan lainnya, Tri Wahyudi dan suami tidak mengetahui kapan lagi bisa berjualan. Karena itu, sangat berharap kepada Pemkab Simalungun untuk menyalurkan bantuan.
“Tadi, ada pihak kecamatan yang datang bertanya kepada kita. Yang jelas kami sangat membutuhkan bantuan,” ujar Tri Wahyudi yang turut diamini sang istri sembari mengatakan bahwa rumah makan yang juga sebagai tempat tinggal itu sudah dua tahun mereka tempati dengan cara mengkontrak.
Seperti diketahui, saat rumah makan di Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun terbakar, Minggu (16/4/23) sore, sempat menghebohkan warga apalagi lokasinya persis di tepi jalan besar. Saat api marak, lima unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Dengan gerak cepat, api berhasil ditaklukkan sekira setengah jam kemudian dan tidak sempat merembes ke rumah toko terbuat dari batu di sebelahnya. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir sekitar Rp 100 juta.
Kepala Seksi Operasional Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematang Siantar Remaja Ginting mengatakan, asal api kebakran diduga dari kompor yang bocor di bagian dapur. Sehingga, marak dan membakar bagian lainnya. (In)






