SIANTAR, SENTERNEWS
Saat akan dibangunkan karena dikira masih tidur, Suhaedi (69) sebagai penjaga malam gudang meubel Jati Mas di Jalan Medan, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, ternyata sudah tak bernyawa, Sabtu (8/4/2023) sekira jam 07.30 WIB pagi.
Selanjutnya, temuan itu dilaporkan ke Polsek Siantar Martoba yang selanjutnya meluncur ke TKP untuk melakukan periksaan terhadap korban yang tinggal di Kampung Bahapal, Gg Sri Rejeki, Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun itu
Ketiak diidentifikasi tim INAFIS Polres Siantar, ditubuh korban, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan (penganiayaan). Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar.
Istrin korban, Supiani (67) saat berada di ruang jenazah mengatakan bahwa suaminya sudah puluhan tahun bekerja sebagai penjaga malam di gudang meubel tersebut. Setiap hari berangkat sekira jam 15.30 WIB dan baru pulang ke rumah sekira jam 08.00 WIB.
“Suami setiap berangkat kerja menaiki sepeda motor pak,” ucap Supiani sembari mengatakan bahwa dua bulan lalu suaminya ada merasakan sakit di bagian bawah pusat. Bahkan, sudah dibawa berobat ke mantri. Setelah makan obat dari mantra sempat sembuh.
Terakhir, saat akan berangkat jaga malam, Jumat (7/5/2023), suaminya mengeluh lagi karena merasa sakit pada bagian bawah pusat. Karenanya, sang isttri minta supaya suaminya beristirahat saja di rumah. Namun sang suami tetap berangkat kerja sampai akhirnya mengetahui suaminya telah meninggal.
“Suami saya ini setiap hari puasa pak. Tadi saya dikabari sama anak yang juga kerja di sana kalau suami saya sudah meninggal. Ada tiga orang yang kerja jaga malam di sana, termasuk suami.” tukas Supiani yang telah dikarunia lima orang anak.
Kapolsek Siantar Martoba Iptu Riswan melalui Kanit Reskrim Ipda Sahat Sinaga menyatakan, pertama kali menemukan korban meninggal, saksi James Nababan yang saat itu hendak membangunkan korban karena hendak pergantian ship kerja.
Namun. Saat dibangunkan ternyata tidak bergerak. Selanjutnya, saksi memanggil temannya Andhika. Setelah urat nadinya diperiksa, ternyata tidak berdegup lagi karena korban sudah tidak bernyawa dengan posisi seperti orang tidur.
“Korban hanya visum luar saja, dan pihak keluarga ada membuat surat pernyataan tidak otopsi dan tidak akan menuntut di belakang hari. Jadi , korban meninggal karena sakit,” tegas Ipda Sahat. (Tn)






