SIANTAR, SENTER NEWS
Aksi tawuran antar pelajar SPM Negeri I Kota Siantar yang melibatkan puluhan orang, sangat meresahkan warga. Persisnya berlangsung di bantaran rel kereta api, belakang Jalan Mujahir, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Selasa (14/3/2023) sekira jam 11.30 Wib.
Keresahan warga sekitar sangat beralasan. Pasalnya para pelajar yang tawuran saling lempar batu. Sehingga, batu-batu kerikil berukuran besar dan sedang yang diambil dari bantaran rel, beterbangan sampai mengena seng rumah warga.
“Ya, anak-anak itu dari SMP I, banyak kali orang itu. Sempat perang batu dan banyak batu kena seng rumah. Untung cepat diketahui Dinas Pendidikan yang langsung turun bawa mobil patroli,” ujar seorang warga yang belakang rumahnya berdekatan dengan rel sebagai lokasi tawuran.
Hal senada di dampaikan warga lainnya. Bahkan, aksi pelajar saling lempar batu sudah sering terjadi. Karena warga selalu resah, sangat berharap kepada pihak terkait untuk selalu melakukan pemantauan di sekitar rel kereta api itu.
“Tadi, memang ada Babinsa yang ikut turun. Ada beberapa orang pelajar dikejar-kejar dan diangkut pakai mobil patroli. Setelah itu, aksi tawuran puluhan pelajar dibubarkan,” ujar warga yang mengaku marga Sinaga.
Sementara, salah seorang personel dari Tim Patroli Sekolah Dinas Pendidikan, Bensis Sinaga mengatakan, pihaknya mengetahui ada tawuran pelajar itu setelah menerima laporan dari warga. Selanjutnya, tim patroli langsung meluncur ke lokasi turun membubarkan pelajar.
“Ada enam orang pelajar laki-laki yang kita amankan dan kita serahkan kepada kepala sekolah SMP 1 untuk dilakukan pembinaan. Kita hanya melakukan pengamanan karena masyarakat memang resah dengan aksi tawuran itu,” ujar Sinaga.
Terpisah, Abdul Rasyid pegawai Dinas Pendidikan Kota Siantar yang dihubungi mengatakan, motif aksi tawuran tersebut awalnya saling ejek. Kemudian, ada yang emosi dan terjadi lempar-lemparan batu. Tapi, tidak ada yang mengalami luka.
“Biasalah, awalnya saling ejek. Setelah itu berkelahi karena kedua kelompok masing-masing mengajak teman-temannya yang lain. Bahkan ada juga dari SMP lain. Dari hasil koordinasi kita kepada pihak SMP Negeri I, orang tua dari pelajar itu segera dipanggil pihak sekolah,” ujar Rasyid.
Lebih lanjut dikatakan, Tim Patrroli Sekolah Dinas Pendidikan siap melakukan pemantauan sekaligus mengawasi lokasi yang kerap dijadikan pelajar untuk berkumpul-kumpul itu. Selain melibatkan pihak SMP Negeri I, juga , mengajak warga sekitar untuk turut mengawasi.
“Kalau ada hal yang mengkawatirkan, warga kita minta langsung menghubungi. Seperti aksi tawuran yang tadi,” ujarnya sembari mengatakan bahwa Tim PatrolI Sekolah Dinas Pendidikan juga dilibatkan Polres Siantar dalam rangka Operasi Keselamatan Toba 2023 yang dimulai Rabu (8/3/2023) sampai Selasa (21/3/2023).
“Kita fokus mengawasi anak-anak sekolah yang dapat menganggu ketertiban seperti aksi tawuran dan menertibkan pelajar yang naik ke atas kap angkot,” ujarnya mengakhiri. (In)






