SIANTAR, SENTER NEWS
Masyarakat sempat curiga dengan rumah No 19 di Gang Cendawan, Jalan Ercis Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar. Pasalnya, saat berjalan dari depan rumah tersebut, tercium bau busuk yang sangat menyengat.
Karena curiga, Umar Silalahi (62) yang rumahnya bersebelahan dengan rumah tersebut, mengintip dari selah-selah dinding. Ternyata bau tak sedap itu semakin menyengat. Selanjutnya, bersama warga memeriksa jendela yang ternyata tidak dikunci.
Ketika jendela itu dibuka, warga ternyata melihat penghuni rumah, Rober Sidabutar (60) dalam keadaan telentang tanpa busana. Bahkan sudah membusuk di ruang tamu yang acak-acakan karena pakaian dan kasur serta barang-barang lainnya tampak berserakan, Jumat (28/4/2023) sekira jam 19.00 Wib.
Selanjutnya, temuan itu sampai kepada Lurah Tomuan Olden Sirait yang kemudian dilanjutkan kepada Polsek Siantar Timur. Sementara, watrga yang mengetahui kejadian itu berhamburan menuju lokasi.
Jelang beberapa saat personel Polsek Siantar Timur tiba di lokasi menggunakan mobil patrol. Bersamaan dengan kedatangan Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Banuara Manurung dan tim yang selanjutnya melakukan olah TKP. Sekaligus meminta keterangan dari sejumlah warga termasuk Umar Silalahi tetangga korban yang pertama menemukan korban.
Umar Silalahi mengatakan, korban yang sudah berusia itu baru sekitar dua bulan menyewa di rumah tersebut. Semula tinggal bersama adiknya seorang pengamen yang menggunakan becak motor dan sering mangkal di SPBU Jalan Marihat. Karena sebulan lalu sudah meninggal, korban tinggal sendiri. Dan, jarang keluar rumah. Bahkan tertutup kepada para tetangga.
“Sewaktu adiknya masih hidup, adiknya yang pengamen itu yang memenuhi kebutuhan korban. Tapi, setelah adiknya meninggal, tak jelas lagi siapa yang memberinya makan,” ujar Umar Silalahi sembari mengatakan bahwa korban memiliki keluarga yang tinggal di kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur.
Ternyata, apa yang dikatakan Umar Silalahi benar, saat personel Polisi melakukan olah TKP, dua orang perempuan yang mengaku anak korban mengatakan bahwa ayahnya itu sudah sekitar 9 tahun berpisah dengan ibunya.
“Kami dua boru (putri) dari bapak kami ini,” ujarnya saat berada di dalam rumah sambil menutup hidung untuk menahan bau. Dikatakan kedua putri korban yang salah seorang diantaranya mengaku bernama Rosita, ayahnya itu sudah lama mengidap penyakit dalam. Sementara, pihak keluarga dikatakan akan bermusyawarah membawa korban ke Tomok Samosir.
Dijelaskan juga bahwa istri korban atau ibu dari Rosita tidak bersedia datang ke TKP. Selanjutnya, karena keluarga korban masih akan bermusyawarah, Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung akhirnya meminta personel mengevakuasi jenazah korban yang sudah dibungkus ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar dengan menggunakan mobil patroli.
“Untuk sementara kita bawa ke ruang jenazah. Setelah keluarganya bermusyawah, baru akan ditentukan bagaimana langkah selanjutnya,” ujar AKP Banuara yang kemudian mengiring mobil patroli yang membawa korban ke RSUD Djasamen Saragih. (In)






