SIANTAR, SENTERNEWS
Universitas HKBP Nommensen (UHN) Siantar siap menggelar venue tinju PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024 dengan mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung dengan maksimal sesuai arahan PB PON XXI.
Pernyataan itu disampaikan, Hendra Simanjuntak MPd sebagai Wakil Rektor Universitas HKBP Nommensen Kota Siantar yang terus berkoordinasi dan melakukan pertemuan dengan Pemko Siantar, Pemprov Sumut, PB PON dan pihak terkait lainnya.
“Tuan rumah adalah Pemko Siantar, kita membantu memfasilitasi dan sejauh ini on the track dan persiapannya sesuai rapat-rapat yang dilakukan sebelumnya. Jadi, Nomensen ini sudah siap untuk menggelar cabang olaharaga tinju,” katanya, Senin (2/9/2024).
Berbagai fasilitas kesehatan dan lain juga sudah dipersiapkan sesuai arahan PB PON. Termasuk penambahan 17 unit AC Fortable di aula sebagai arena pertandingan, tenda dome untuk putra dan putri, tempat atlit sebelum bertanding yang disediakan Pemko Siantar melalui PT STTC .
“Kita tinggal menunggu masuknya ring yang memiliki standart PB PON. Dengan diselenggarakan PON di Nomensen ini, kedepannya harapan kita akan ada peningkatan akreditasi,” ujar Hendra Simanjuntak.
Dijelaskan juga, persiapan sarana dan prasarana pendukung lain, toilet/kamar mandi sebanyak 12 unit pria/wanita di bagian belakang aula dan 2 unit untuk VIP. Kemudian, ada ruangan sekretariat PB PON di gedung rektorat, tujuh ruangan lengkap dengan toilet.
“Seluruh sarana dan prasarana selesai tanggal 4 September 2024 saat PB PON XXI Aceh- Sumut turun ke lokasi sekaligus memasang ring dan pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung,” kata Hendra Simanjuntak lagi.
Terkait dengan anggaran untuk persiapan sarana dan prasarana khususnya untuk aula dan rehabilitasi berbagai sisi, menggunakan anggaran Rp 800 juta dari dana hibah APBD Siantar 2024. Setelah selesai PON XXI, seluruh fasilitas yang dibangun termasuk rehablitasi akan menjadi milik Universitas HKBP Nommensen (UHN) Siantar.
“Pokoknya, kita siap untuk memfasilitasi cabang olahraga tinju PON XXI supaya tidak pindah ke luar kota Siantar. Karena, ini menjadi sejarah bagi Kota Siantar,” ujarnya mengakhiri. (In)






