SIANTAR, SENTERNEWS
Selama tujuh tahun terakhir, kegiatan road race atau otomotif Kota Siantar bisa disebut mati suri. Karena merasa pihatin, pembalap legend Kota Siantar berharap agar kegiatan yang banyak digandrungi kaum muda Siantar itu, dibangkitkan kembali.
Pembalap legend profesional tersebut, Steven Sipayung dan Johanes Tarigan yang telah mengharumkan nama kota Siantar dengan meraih sejumlah prestasi pada ajang otomotif bergengsi di tingkat regional bahkan nasional.
Harapan kedua pembalap kota Siantar yang beberapa kali bermitra dengan tim-tim publikan itu agar kejuaraan road race kembali bangkit, karena sangat bermanfaat untuk menggali potensi anak-anak muda menjadi pembalap profesional.
“Kita sangat prihatin dengan matinya road race Kota Siantar. Padahal anak Siantar punya bakat dan skill yang mumpuni. Tapi, karena tidak ada event resmi, akhirnya mereka adu kemampuan melalui balap liar,” kata Steven Sipayung, Kamis (26/09/2024).
Maka, ketika ada event, tentu akan bermunculan club sebagai wadah pembinaan serius menjadi pembalap profesional. Sehingga, selain terhindar dengan kegiatan negatif, juga mampu meraih prestasi mengharumkan nama Kota Siantar di luar daerah.
“Hasil pengamatana kita, banyak anak-anak muda Siantar yang berpotensi diorbitkan dan dibina dengan baik. Jadi ini perlu perhatian serius dari Pemko Siantar dan berbagai pihak untuk menggelar turnamen sebagai ajang pengembangan bakat,” kata Steven.
Hal senada disampaikan Johanes Tarigan. Pengembangan bakat anak muda Siantar di bidang otomotif harus jadi perhatian.”Keseriusan Pemko dan berbagai pihak sangat dibutuhkan membangkitkan otomotif Siantar seperti pada masa kejayaannya di tahun 2000-an,” ujarnya.
“Kalau tidak ada wadah yang positif menyalurkan bakat, jalan raya dijadikan sirkuit balap liar yang dapat meresahkan karena akan membahayakan diri sendiri dan pengendera lainnya,” kata Johanes.
Dijelaskan, ajang balap liar di Kota Siantar biasanya berlangsung pada malam minggu di sejumlah lokasi. Seperti di areal perkotaan Jalan Merdeka-Jalan Sutomo. Jalan Medan, Jalan Sisingamangaraja depan USI, sekitar areal Tanjung Pinggir maupun di lokasi-lokasi lainnya.
Aksi balap liar yang berbahaya itu, selalu mendapat perhatian kalangan anak muda sebagai tontotan. Sekaligus memberi semangat kepada pelaku balap liar yang selalu taruhan. Sementara balap liar itu sudah memakan banyak korban. Selain luka berat, ada merenggang nyawa.
Melalui kejuaraan atau event road race, tentu dapat mengantisipasi semakin banyaknya korban balap liar dan dapat melahirkan pembalap-pembalap profesional berprestasi yang mengharumkan nama Siantar di tingkat nasional.
“Kalau ada road race, selain sebagai hiburan bagi masyarakat, juga menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM, ” ungkap Johanes sembari mengaku prihatin dengan maraknya balap liar melalui aksi ugal-ugalan yang merajalela.
“Untuk itu road race di Siantar harus dibangkitkan agar hidup kembali dari mati suri. Karena itu butuh perhatian Pemko Siantar dan DPRD Siantar juga diharap turut peduli merealisasikannya,” ujar Johannes mengakhiri. (In)






