SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Temuan mayat di dalam truk sempat menghebohkan sejumlah pekerja di depan PT Shell Oil Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.
Informasi yang diperoleh dari Polsek Bosar maligas melalui Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, kejadian tersebut berawal, Senin (27/04/2026), sekira pukul 09.00 WIB.
Saat itu, saksi Tenar Pangihutan Rajagukguk dan saksi Hendra Simanungkalit berusaha membangunkan seorang pria yang tertidur di dalam kabin truk barang merek Hino nomor polisi BA 8922 GU.
“Truk tersebut tiba di kawasan PT. Shell Oil dengan tujuan membongkar muatan. Namun pria tersebut tidak memberikan respons apapun,” kata AKP Verry Purba, Selasa (28/04/2026).
Saat itu pintu truk sebelah kanan ditemukan dalam kondisi terbuka, dan korban terlihat tidur dalam posisi telungkup.
Setelah para saksi mendekati dan memeriksa, mereka mendapati tubuh korban sudah dalam keadaan kaku. Selanjutnya, kedua saksi melapor kepada petugas keamanan KEK Sei Mangkei. Selanjutnya, Korlap Satpam PT Shell Oil menghubungi pihak kepolisian.
Tanpa menunggu lama, jajaran Polsek Bosar Maligas, Polres Simalungun, langsung bergerak menuju lokasi. Langsung dipimpin Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G Silalahi SH bersama Kanit Reskrim Ipda Roy Opusunggu, Kanit Intel Iptu U Turnip, Iptu J Tarigan dan lainnya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban diketahui bernama Yulianto (50), warga Desa Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Seluruh barang milik korban ditemukan dalam kondisi lengkap, termasuk pakaian serta sejumlah obat-obatan yakni Alleron, Cefadroxil Monohydrate, Hufagripp, Piroxicam, dan Promag.
Tim medis dari Rumah Sakit Umum Perdagangan diwakili Dokter Dwi Ariska turut hadir melakukan pemeriksaan visum luar di tempat kejadian.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit lambung,” ujar AKP Verry Purba menirukan dokter Dwi Ariska.
Selanjutnya, tim Polsek Bosar Maligas yang diperkuat Aiptu H. Damanik, Aiptu P. Silalahi, Aiptu Gustriandi, Aipda Sujid dari Inafis Polres Simalungun, serta Brigadir A. Sijabat, menjalankan seluruh prosedur penanganan TKP secara sistematis.
Mulai dari pengamanan lokasi, pengambilan keterangan empat orang saksi, koordinasi dengan pihak medis untuk visum luar, hingga meminta surat pernyataan keluarga korban yang menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
AKP Verry Purba menambahkan, respon cepat seperti ini akan terus menjadi standar pelayanan Polres Simalungun.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri selalu hadir, cepat, dan sigap kapanpun dibutuhkan. Itulah wujud Polri yang humanis dan berintegritas,” ujarnya. (In)






