SIANTAR,SENTERNEWS
Meski kebakaran Pasar Dwikora Parluasan Kota Siantar sudah berlalu sekitar tiga pekan, sejumlah isu negatif masih bermunculan dan berkembang di kalangan pedagang maupun masyarakat.
Untuk mengantisipasi agar isu itu tidak menjadi pembenaran, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) Bolmen Silalahi mengatakan, perlu dilakukan klarifikasi.
Dijelaskan, berbagai isu yang berkembang tersebut antara lain, Pasar Dwikora Parluasan diinformasikan dibakar.
”Kalau isu soal pembakaran itu kami tidak mengetahui kebenarannya. Tapi, Polres Pematangsiantar sempat memasang police line dan sudah dibuka,” kata Bolmen Silalahi, Selasa (07/07/2026).
Namun, Bolmen Silalahi mengaku telah membuat laporan ke Polres terkait kebakaran Pasar Dwikora yang saat ini statusnya masih Tanggap Darurat. Terkait dengan itu, Polres menurutnya sudah melakukan penyelidikan. Bahkan, bisa saja dilakukan gelar perkara.
Dijelaskan, hasil penelusuran pihak PD PHJ , api berasal dari area sekitar balairung Tampomas. “Itu sudah disampaikan kepada Komisi II DPRD Pematangsiantar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (06/07/2026),” katanya.
Isu lain dan juga sudah ditepis saat RDP dengan Komisi II, tidak benar penempatan kios apabila selesai dibangun, dilakukan pencabutan nomor. Karena, posisi kios tidak akan berubah dan tidak ada penambahan pedagang yang baru.
Kemudian, ukuran dan posisi kios sama dengan posisi semula yang harus mengacu pada data Kartu Izin Berjualan (KIB) atau Kartu Pemilik Hak Sewa Kios (KPHSK)
“Beda dengan penempatan kios Gedung IV Pasar Horas yang terbakar Desember 2024 lalu. Karena, posisinya berbeda dengan Pasar Dwikora,” kata Bolmen yang juga menepis isu munculnya potensi masalah terkait luas lapak. Untuk itu, pedagang akan diajak membuat garis batas lapak agar situasinya tetap kondusif.
Isu lain yang juga sempat beredar, PD PHJ akan melakukan kutipan kepada pedagang untuk menempati kios setelah selesai dibangun, juga ditepis Bolmen Silalahi. “Pastinya tidak akan ada kutipan untuk penempatan kios dan pedagang memang bertanya kapan kios mulai dibangun,” ujar Bolmen Silalahi lagi.
Lebih lanjut dikatakan, untuk menepis berbagai isu yang berkembang itu, pihak PD PHJ sudah membuat flyer atau selebaran yang disampaikan kepada para pedagang. Harapannya, pedagang maupun masyarakat diharap tidak mudah terpengaruh atau terpancing dengan isu negatif yang berkembang itu.
“Pastinya Pemko Pematangsiantar siap melakukan yang terbaik untuk Pasar Dwikora dan pedagang,” katanya mengakhiri. (In)






